Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 16 Juli 2020
15/07/2020 TATA IBADAH

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 16 Juli 2020

1. Doding Haleluya No. 404:1

Ganup ari do in, ronsi tahun hu tahun, sihol do hudodingkon Goran mu.
Ham Tuhan Naibata, sai hupuji do Ham, halani haganup layak-Mu.
Ham arta naharga, poltik hujolom in, humbani nahinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokah nin. Panondang na lihar, bai ganup nagolap in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Heber 4:13

Anjaha seng dong na tinompa, na lingod hun lobei-Ni, haganup do tene tidak anjaha ungkap bani pangidah-Ni, hu Bani do hita martanggung jawab.
Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

4. Renungan

Jemaat Tuhan…
Renungan hari ini tidak terlepas dari ayat sebelumnya yang menekankan tentang firman-Nya yang lebih tajam dari pedang bermata dua, menusuk hingga ke kedalaman diri manusia.

Firman yang sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati manusia, sehingga tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia. Tentu pengistilahan pedang bermata dua bukanlah hal yang asing pada saat itu, karena pedang bermata dua adalah senjata yang dipakai oleh bangsa Romawi, dengan panjang sekitar 0,75 meter, ditajamkan di kedua sisinya dengan ujung yang tajam pula. Jadi, ke arah mana saja tentara Romawi mengayunkan pedangnya, dia sedang mengayunkan kematian; siapa pun yang mendekat pasti akan terluka. Firman Allah yang dipercaya oleh umatNya adalah sesuatu yang mampu menelisik sampai ke dalam keberadaan hidup kita dan melihat bagaimana kita menjalani hidup kita dalam pengenalan kita akan firmanNya. Firman Allah itu akan terus bekerja melakukan ‘operasi’ dalam jiwa dan roh kita, memotong kanker dosa yang menjalar dalam jiwa dan roh kita. Firman Allah menembus begitu dalam sehingga memisahkan antara jiwa dan roh.

Selanjutnya setelah mempercakapkan tentang ketajaman firman, penulis menyebutkan bahwa tidak ada yang tersembunyi dihadapanNya. Manusia yang cenderung tidak hidup dalam firmanNya, lebih mengedepankan hidup dalam keberdosaan.

Faktanya adalah bahwa manusia tidak mampu dan tidak akan mampu menutupi dirinya di hadapan Tuhan. Bila di depan manusia kita masih bisa mengenakan selubung atau topeng, tetapi di hadapan Allah semuanya tidak dapat disembunyikan sama sekali. Allah melihat kita sebagaimana adanya. Karena Dia mengenal siapa sesungguhnya kita dan bagaimana kehidupan kita sehari-hari. DihadapanNya kita tidak bisa menyembunyikan siapa kita atau apa yang telah kita lakukan dari Allah. Bahkan pengetahuan Allah tentang diri kita jauh lebih lengkap dan sempurna daripada pengetahuan kita tentang diri kita sendiri.

Bila pada saat ini dikarenakan tingginya tingkat kriminalitas maka instansi, perkantoran atau bahkan rumah sudah difasilitasi dengan kamera cctv yang diharapkan dapat merekam apa yang terjadi, dan ini (mungkin) membantu berkurangnya kriminalitas. Tapi dengan kepintaran manusia pula kamera cctv tidak menjawab semua kebutuhan si pemilik, karena bisa saja pada saat seorang pencuri melakukan aksinya, dia terlebih dahulu merusak kamera cctv, artinya ada keterbatasan dari sesuatu yang dilakukan. Tapi ketika kita berhadapan dengan Tuhan, semua menjadi terang dan tidak ada yang dapat ditutup-tutupi. Dan apapun yang kita lakukan tentu pertanggungjawaban kita kepada Dia dalam kadar yang jauh lebih besar.

Firman ini mengajak kita untuk hidup dalam firmanNya, karena apapun yang kita lakukan kita bertanggungjawab kepadaNya. Amin.

5. Doding Pujian “IlobeiMu Tuhan”

I lobei mu Tuhan talar do haganup, seng dong na lingod
I lobei Mu Tuhan tangkas do haganup, seng do na sungkot…
Pangabak…panlakkah…parsahap ge parlahou
lang dong pasangapkon goranMu, lang dong pamalaskon uhurMu
TonduyMu ma namarsora bai uhurhon, mangajari, mamodahi au
Paubah paubah au Tuhan, bere uhur nabayu
Holong-Mu ma na manggoki goluhkon, mangajari ganup pikkirankon
Paubah-paubah ham Tuhan, bere uhur nabayu (2x)

6. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan
**