Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 7 Juli 2021
07/07/2021 TATA IBADAH

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Rabu, 7 Juli 2021

1. Doding Haleluya No. 404:1

Ganup ari do in, ronsi tahun hu tahun,
Sihol do hudodingkon Goran mu.
Ham Tuhan Naibata, sai hupuji do Ham,
halani haganup layak-Mu.
Ham arta naharga, poltik hujolom in,
humbani nahinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokah nin.
Panondang na lihar, bai ganup nagolap in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian : 3 Musa 19:13

Seng bulih odo-odohonmu barang rampokonmu hasomanmu. Upah ni halak siparombou seng bulih tahan-tahanonmu ronsi patarni.
Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kau tahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.

4. Renungan

Dalam tradisi Perjanjian Lama terkhusus dalam kitab taurat sering kali memperkenalkan Allah dengan sebutan Maha Kudus. Proklamasi Allah Maha Kudus sekaligus juga menuntut umat-Nya untuk hidup dalam kekudusan. Kekudusan itu mencakup kekudusan keluarga, ibadah kepada Tuhan, dan tindakan terhadap sesama manusia. Tuntutan hidup kudus tidak cukup hanya pada tataran tindakan, tetapi juga sampai ke akar motivasi. Motivasi yang kudus akan melahirkan tindakan kudus.

Di dalam Imamat pasal 19 ini terdapat beberapa peraturan menyangkut upacara keagamaan, yang sebagian besar berkaitan dengan cara dan sikap hidup yang mencerminkan kekudusan hidup. Seluruh ayat-ayat dalam pasal in berkaitan dengan hukuman dan belas kasihan dimana peraturan dan belas kasihan merupakan uraian terhadap sebagian besar dari sepuluh perintah Allah yang kita sebut sebagai Hukum Taurat. Musa harus memberitahukan ketetapan-ketetapan Allah kepada seluruh rakyat, dan mengumumkannya ke seluruh perkemahan. Ketetapan-ketetapan yang sebelumnya sudah pernah mereka terima sebelumnya, namun perlu diulang supaya dapat terus diingat.

Dalam nas renungan ini kekudusan hidup itu terpancar dari sikap memperlakukan sesama dengan penuh keadilan. Dalam hukum ini melarang orang kaya atau orang kuat memperoleh keuntungan dengan memperlakukan orang miskin atau orang lemah secara tidak adil. Upah seorang buruh harian harus dibayar pada petang hari dengan segera sesudah dia menyelesaikan pekerjaannya, jika tidak maka dia mungkin tidak makan pada keesokan hari. Dengan kata lain orang kudus memelihara orang-orang miskin. Dalam tradisi Israel orang-orang demikian memperoleh makanan dari ladang serta kebun anggur sisa panen orang kaya. Hal ini hendak menyatakan untuk jangan mengambil apa pun yang bukan milik kita dengan berbuat curang maupun merampas. Jangan pula menahan apa pun yang merupakan milik orang lain.

Allah menghendaki agar manusia peduli terhadap sesamanya yang miskin. Kepedulian itu diwujudkan dalam cara yang telah diatur oleh Allah sendiri. Nyata sekali di sini kedalaman kasih Allah kepada mereka yang miskin. Ia peduli terhadap mereka. Tentu kepedulian Allah juga menjadi tanggungjawab sesama manusia untuk memperlakukan sesamanya sebagai ciptaan Allah. Dalam Matius 25:40 mengatakan “…sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk-Ku.” Yesus solider dan mengidentikkan dirinya dengan mereka yang menderita dan terhina. Jika kita ingin berbuat untuk Yesus, datanglah, temuilah dan kasihilah mereka yang menderita, miskin dan terhina. Amin.

5. Doding “Kasih Pasti Lemah Lembut”

Kasih pasti lemah lembut
Kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati
Kasih-Mu, kasih-Mu, Tuhan
Ajarilah kami ini saling mengasihi
Ajarilah kami ini saling mengampuni
Ajarilah kami ini kasih-Mu, Ya Tuhan
Kasih-Mu, kudus, tiada batasnya

6. Tonggo Ham Bapanami/ Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**