Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 9 September 2021
09/09/2021 TATA IBADAH

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 9 September 2021

1. Doding Haleluya No. 309:1-2 “Au sol dohor Bamu”

Au sol dohor Bamu Ham Naibata
“Ge pe manaron au hu porsan ma
Mandoding do au on mamuji Ham tongtong
Lambin dohor Bamu dohor Bamu
Bai pardalanankin bod ari in “ge bai na golap in pos uhurhin
Sanggah mardalan au ulang tadingkon au
ase dohor Bamu, dohor Bamu

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Pilippi 4:6

Ulang ma haru uhur nasiam pasal atap aha pe, tapi pabotohkon nasiam ma pangindoan nasiam bani Naibata marhasoman tonggo, elek-elek ampa tarima kasih.
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

4. Renungan

Jemaat Tuhan
Tentu setiap orang pernah sampai kepada satu titik di mana dia merasa kuatir. Kuatir akan segala sesuatu yang tidak pasti, atau mungkin saat ini ada di antara kita yang hidup dalam kekuatiran karena pandemi yang melanda bumi ini. Ya, tidak dapat kita pungkiri bahwa apa yang kita hadapi dapat membuat kita merasa kuatir. Lalu apa arti kuatir itu sendiri? KBBI menyebutkan bahwa kuatir adalah sebuah keadaan di mana seseorang mengalami rasa takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Jadi segala sesuatu yang belum pasti, yang tentu berhubungan dengan masa kini dan masa yang akan datang. Bila seseorang memiliki kadar kuatir yang tinggi, di atas rata-rata, maka dapat kita bayangkan bahwa hidupnya selalu dipenuhi rasa takut, tidak optimis, bahkan dapat mengganggu sistem kekebalan immun dan jiwa. Maka selayaknya setiap orang harus piawai dalam mengatur rasa kuatir dalam hidup dan hatinya.

Jemaat Tuhan
Agaknya Rasul Paulus ingin berbagi pengalaman dengan jemaat yang ada di Filipi, ketika dia di penjara, dengan melihat sejarah kehidupannya, ternyata ada satu masa Rasul Paulus mengalami rasa kuatir itu. Ia pernah mengalami penyiksaan karena pemberitaan Injil, ia pernah juga menjalani kehidupan di penjara karena Injil, dan pengalaman itu mendorong Rasul Paulus untuk berbagi kepada jemaat tersebut. Dia hadir dengan kalimat yang menguatkan, seperti yang ditulis dalam nas kita, dengan tujuan agar umat Tuhan yang ada di kota Filipi tidak kuatir dan tidak takut akan apa yang mereka hadapi. Rasul Paulus hadir memberikan nasihat kepada jemaat di kota Filipi, karena di kota itu terjadi suatu perpecahan sehingga Paulus menuliskan surat ini dan mengutus seorang anak rohaninya untuk mengantar surat tersebut, sebab Paulus sendiri saat itu sedang berada di dalam penjara. Dengan sangat lugas Paulus mengatakan “jangan kuatir”. Lalu apa yang dilakukan oleh umat-Nya ketika mengalami ketidakpastian dalam hidupnya? Paulus menasehati agar tetap menghidupi relasi yang dekat dengan Tuhan. Hubungan kita yang dekat dengan Tuhan akan membawa kita mampu menyatakan segala yang kita alami kepada Tuhan. Dan hubungan yang dekat dengan Tuhan memampukan kita untuk memohon, meminta kepadaNya atas segala apapun yang kita hadapi, karena hanya Dia yang mampu menyelesaikan persoalan yang memicu rasa kuatir kita. Dan bila kita menjalin hubungan yang dekat dengannya, itu artinya kita juga akan mampu bersyukur dengan segala apapun yang kita hadapi. Kelemahan umat Kristen pada saat ini adalah hanya mampu bersungut-sungut, tetapi tidak mampu bersyukur. Dengan hubungan yang dekat dengan Tuhan maka tidak saja rasa kuatir yang bisa kita atasi, tetapi hidup kita menjadi hidup yang terus bersyukur.

Jemaat Tuhan
Bila saat ini kita masih harus hidup berdampingan dengan virus Corona, dan hidup di masa pandemi ini, firman Tuhan kepada kita menasehatkan kita agar kita tidak perlu kuatir. Keberadaan Tuhan dalam hidup kita, kedekatan kita dengan-Nya membawa sebuah kepastian di tengah-tengah ketidakpastian ini, sehingga akhirnya kita mampu bersyukur dalam segala lini kehidupan kita. Maka nyatakanlah kepada-Nya segala yang kita alami dalam doa dan permohonan. Amin.

5. Kidung Pujian: “Di Tengah Ombak Dan Arus Pencobaan”

Di tengah ombak dan arus pencobaan
Hampir terhilang tujuan arah hidupku
Bagaikan kapal yang s’lalu diombang-ambingkan
Mengharap kasih-Nya seolah-olah tiada mampu
Yesus perhatikan kehidupan tiap orang
Yang sudah rusak dibetulkan dengan penuh kasih sayang

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**