Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 11 Februari 2022
10 Februari 2022 TATA IBADAH

1. Mandoding “Pelangi KasihNya”
Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti.
Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu.
Tuhanku tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti.
Satu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan b’ri.

Reff:
Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia.
Saatnya ‘kan tiba nanti kau lihat pelangi kasihNya.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Psalmen 94:18
“Anggo hupingkir, “Jiris ma naheihu, jadi itungkol parontou ni uhur-Mu do ahu, Ham Jahowa.”

“Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.”

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ada ungkapan di era media sosial sekarang ini yang menyebutkan demikian, “Namanya juga hidup, Tuhan yang nentuin, kita yang jalanin, dan orang lain yang ngomentarin.” Ungkapan ini dapat diterjemahkan supaya kita tetap yakin akan penyertaan Tuhan dalam kehidupan. Juga boleh diterjemahkan bahwa masih tetap saja ada orang yang memberi komentar tentang hidup yang kita jalani. Kita menyadari bahwa masih saja ada atau banyak orang fasik atau orang jahat ada di mana-mana. Hal ini dapat membuat kita menjadi susah. Apalagi saat kita melihat mereka berlaku fasik atau jahat di depan kita, sedangkan kita tidak berkuasa untuk menghadapi mereka. Apakah yang dapat kita lakukan dalam situasi seperti itu? Mazmur 94 adalah doa seruan permohonan agar Tuhan bertindak terhadap orang fasik yang berlaku congkak dengan segala kefasikan mereka. Mereka suka memuntahkan kata-kata yang membuat orang percaya jatuh dan menindas umat Tuhan. Mereka membunuh para janda, orang asing, dan anak yatim, serta berani menantang Tuhan.

Mazmur 94 adalah keyakinan pemazmur menghadapi teror, intimidasi, dan tekanan. Tuhan adalah penyokong yang setia. Jika kita baca mulai dari ayat pertama, ada pergumulan hebat yang dialami oleh pemazmur. Ia berhadapan dengan musuh yang hendak menghabisinya; diancam, diteror, ditekan, dan ditindas. Mereka melancarkan kejahatan dan nampaknya tidak ada lagi rasa takut melakukan kejahatan (ay. 3). Mereka mengeluarkan kata-kata fitnah dan bohong tanpa pertimbangan (ay. 4) untuk menjatuhkan pemazmur. Semuanya menohok dan hendak menjatuhkan pemazmur dari segala penjuru. Dalam semua pergumulannya, pemazmur tidak membalaskan kejahatan, karena ia percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil. Tuhan akan menghukum orang jahat. Waktunya orang jahat akan lenyap oleh kejahatannya.

Menghadapi teror, ancaman, dan intimidasi tentu membutuhkan energi. Jika tidak kuat dan menyerah atas keadaan maka musuh akan bersorak-sorai. Dalam Mazmur 94:18 ini disebutkan bahwa tidak ada kekuatan bagi pemazmur selain dari Tuhan. Tuhan adalah Penolong, Dialah Penyokong. Ibarat pohon yang hendak tumbang oleh badai, kalau tidak ada penyokong akan jatuh. Demikian juga pemazmur terhadap musuh-musuhnya, ia bisa bertahan hanya karena sokongan Tuhan. Pengalaman pemazmur ini dapat kita bandingkan seperti seorang atlet yang berlari jauh. Ia telah kehabisan tenaga, lunglai, dan tertatih-tatih. Kakinya goyah dan tidak mampu lagi untuk bangkit. Namun ketika ia mengingat lawan-lawannya, maka ia memiliki spirit untuk bertahan demi memenangkan perlombaan. Demikianlah pemazmur dalam menghadapi tekanan dan teror. Ketika merasa tidak mampu lagi untuk bangkit, pemazmur ingat kepada Tuhan. Setiap mengingat Tuhan, pemazmur memiliki semangat baru. Itulah sebabnya pemazmur berkata, “Ketika aku berpikir: “Kakiku goyah,” maka kasih setia Tuhan menyokongnya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam segala kesusahan yang kita hadapi. Jika kita merasa lelah dan letih menghadapi persoalan yang menimpa hidup ini, ingatlah kasih setia Tuhan yang tetap menyokong. Tuhan tidak pernah membiarkan orang yang dikasihinya ditenggelamkan oleh beban yang menimpanya. Tuhan adalah Penolong dan Penyokong yang setia. Jangan biarkan “kaki” (iman, kekuatan) kita menjadi goyah, tetapi mintalah agar kasih setia-Nya terus menopang kita dan penghiburan-Nya selalu menenangkan jiwa kita, karena Ia adalah kota benteng dan gunung batu perlindungan yang teguh bagi kita. Ia selalu tahu bagaimana menjaga hidup orang-orang yang dikasihi-Nya! Amin.

5. Mandoding Haleluya No. 138:2-3
Gogohta seng tarbahen in jadi pangajamanta;
Pinilihni Jahowa in hansa pamonang hita.
Ai ise gorannin na jamin monang in
Tuhanta Jesus in, sigomgom ganup in,
na so bulih lang monang.

Gok pe habiar tanoh on, laho mandorab hita.
Ulang mabiar hita on, ai ningon monang hita.
Age manggila pe, sibolis banta bei,
seng habiaran be; Ai ‘ge sahata pe,
kuh do manaluhonsi.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**