Menu
Categories
Pimpinan Sinode GKPS Berharap Pematangsiantar Kembali Sebagai Kota Toleran dan Menjadi Kota Inklusi Bagi Kaum Disabilitas
26 Februari 2022 BERITA

PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Pasca dilantik sebagai Wakil Walikota pada Selasa (22/2) sore oleh Gubernur Sumatera Utara, dr. Hj. Susanti Dewayani, Sp.A yang didampingi Kadis Kesehatan dr. Ronald Saragih dan Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pematangsiantar Daniel Purba, SE, berkunjung ke kantor Sinode GKPS, di Jl. Pdt. J. Wismar Saragih, Pematangsiantar, pada Jumat (25/2) pagi.

Kunjungan Wakil Walikota Pematangsiantar dan rombongan disambut oleh Pimpinan Sinode GKPS dan para staf yang bertugas di kantor Sinode GKPS.

Hj. Susanti mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan akrab dari Pimpinan Sinode GKPS. Ia pun mengapresiasi dan meyakini perjumpaan ini sebagai bentuk dukungan dan komitmen Pimpinan Sinode dan warga GKPS dalam mewujudkan Pematangsiantar yang Bangkit dan Maju, Sehat dan Berkualitas.

“Pagi ini saya sangat berbahagia, karena GKPS dengan tulus menyambut kehadiran saya di kantor Sinode ini. Terima kasih atas doa dan dukungannya kepada kami (Asner Silalahi-Susanti Dewayanti) dari awal pelaksanaan Pilkada hingga pelantikan. Saya berharap pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kita untuk berkolaborasi dalam membangun kota Pematangsiantar untuk Bangkit dan Maju, Sehat dan Berkualitas” ucap Hj. Susanti.

Pada pertemuan ini, Sekjend GKPS Pdt. Dr. Paul Ulrich Munthe mengucapkan selamat atas dilantiknya dr. Hj. Susanti sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar, dan memperkenalkan secara singkat tentang GKPS kepada Wakil Walikota.

“GKPS merupakan sinode gereja yang bercirikan Simalungun, di mana persebarannya dari Sumatera Utara hingga ke Denpasar-Bali. Di masa pandemi Covid-19, GKPS juga turut membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi pandemi. Selain menyediakan tempat isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 di wisma tuluy, GKPS juga membuka pelayanan seseidoc (semacam halodoc), di mana para dokternya merupakan warga GKPS, dengan memanfaatkan aplikasi WA Grup. Selain penanganan Covid-19, GKPS juga concern di pelayanan terhadap kaum disabilitas yang berbasiskan masyarakat” terang Sekjend.

Menyambung apa yang disampaikan oleh Sekjend, Ephorus GKPS Pdt. Dr. Deddy Fajar Purba menyampaikan dua hal yang menjadi harapan GKPS untuk kota Pematangsiantar. Pertama terkait toleransi di kota Pematangsiantar, di mana menurut riset SETARA Instute pada tahun 2020, Pematangsiantar terdepak dari 10 besar kota toleran di Indonesia. Kedua perihal kota inklusi terhadap kaum disabilitas.

“Kami sangat berbahagia karena kota Pematangsiantar pada periode ini dipimpin oleh kaum perempuan. Selain pemerintah kota, dua perguruan Tinggi di kota Pematangsiantar dipimpin oleh kaum perempuan, yakni Universitas Simalungun (USI) dan Unefa (Universitas Efarina). Kami yakin di bawah kepemimpinan Perempuan, semakin sejahteralah kota kita ini. Untuk itu kami menitipkan agar ke depan kota Pematangsiantar kembali menjadi salah satu kota toleran di Indonesia dan juga menjadi kota yang inklusi terhadap kaum disabilitas”, pinta Ephorus.

Ditambahkan Ephorus, GKPS pada akhir Juni dan awal Juli 2022 akan mengadakan Sidang Sinode Bolon ke-45. Sidang ini sangat penting bagi GKPS, sebab akan membicarakan evaluasi dan perencanaan program kerja.

“Kami mengundang ibu Wakil Walikota untuk dapat hadir pada pembukaan dan penutupan Sidang Sinode Bolon ke-45. Sidang ini sangatlah strategis bagi GKPS sebab akan ada evaluasi terkait pencapaian visi-misi, dan juga merencanakan program kerja tiga tahun ke depan”, ujar Ephorus.

Wakil Walikota mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh GKPS dalam membangun kesejahteraan kota. Ia berharap hal baik yang sudah dikerjakan oleh GKPS diteruskan dan tetap bersinergi serta berkolaborasi dengan pemerintah.

“Memang dimasa pandemi ini, pelayanan telemedicine (siseidoc) sangat dibutuhkan masyarakat. Semoga pelayanan seperti ini dilanjutkan terus. Mengenai kota toleran, ini merupakan pekerjaan yang harus dilakukan pada periode ini, apalagi mengingat kota Pematansiantar menjadi barometer di Indonesia yang multikultural. Dan terkait kota inklusi, memang banyak syarat yang harus dipenuhi. Disinilah perlunya kerjasama dari seluruh pihak, termasuk GKPS. Mengenai Sidang Sinode Bolon, kami berupaya agar penyebaran Covid-19 semakin melandai, dan mudah-mudahan sebelum hari H pelaksanaan sidang tersebut, kota Pematangsiantar turun level”, ujar Hj. Susasnti mengakhiri.

Sebagai bentuk kesiapan dan dukungan GKPS berkolaborasi membangun kota Pematangsiantar untuk Bangkit dan Maju, Sehat dan Berkualitas, Pimpinan Sinode GKPS mengalungkan syal hasil karya RBM GKPS dan mansabeihon hiou kepada Wakil Walikota Pematangsiantar.

Pewarta: Pdt. Bima Gustav Saragih

Comments are closed
**