Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Senin, 11 April 2022
10 April 2022 TATA IBADAH

1. Mandoding Haleluya No 65:1
Ambit iuhir bai uhurhu bohiMu laho matei Ham.
Ambit hudingat, o Tuhanku, panghopkopMu bangku naman.
Ai Ham do paluahkon ahu, dousangku do pinorsanMu.
Ham manambari na boritku, martuah au halani in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Job 19:25
“Tapi torang do hubotoh, manggoluh do Sipagoluh ahu, anjaha Ia parpudi jongjong i atas orbuk.”

 

“Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.”

 

4. Renungan
Jika kita berbicara tentang penderitaan, maka tidak ada kisah penderitaan yang lebih berat dari yang dialami oleh Ayub. Penderitaan yang dialaminya melebihi segala sesuatu karena bukan hanya penderitaan yang dialaminya pada tubuhnya tetapi juga ia menderita karena keadaan orang-orang di sekitarnya dan kekayaan yang ada padanya juga telah membuat ia akhirnya menderita. Secara fisik ia menderita, tetapi secara mental dan spiritual ia juga diganggu oleh orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk istri dan para sahabatnya. Keadaan inilah yang membuat kita akhirnya mengatakan bahwa penderitaannya teramat sangat berat.

 

Dalam percakapannya dengan istri dan para sahabat, Ayub juga dicobai untuk menyampaikan protes kepada Tuhan yang dianggap tidak berada di pihaknya. Mereka mengatakan bahwa Tuhan justru menghukumnya dan akan membiarkan ia musnah dari muka bumi ini. Bahkan, ia juga diminta untuk melakukan perlawanan kepada Tuhan. Namun, di sinilah kita mendapat pelajaran yang sangat berharga dari kehidupan Ayub. Ia tetap yakin bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan dan akan memberi kehidupan kepada orang yang dikasihiNya. Bahkan Tuhan akan selalu menyatakan kemenanganNya atas segala situasi yang dihadapi. Tuhan yang menebus dan menyelamatkan itu selalu hidup dan bangkit di atas debu. Itulah Tuhan yang diyakini oleh Ayub.

 

Di minggu sengsara Tuhan Yesus saat ini kita juga mengetahui penderitaan yang berat yang Tuhan alami, namun penderitaan itu adalah untuk keselamatan kita. Tuhan Yesus hadir ke dunia ini hanya untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Ia tidak melakukan kesalahan apapun tetapi Ia dihukum dan disiksa bahkan mati di kayu salib, sekali lagi: untuk keselamatan kita. Apa yang dialami oleh Tuhan Yesus, dan yang juga dialami oleh Ayub menunjukkan bahwa jika dalam Tuhan penderitaan tidak akan memusnahkan kita. Bertahan dalam Tuhan adalah jalan kehidupan bagi kita. Jika kita harus menderita karena berbagai hal, ingatlah firman Tuhan: bahwa Tuhan sang Penebus itu tetap hidup, maka kita yang percaya kepadaNya juga akan memperoleh kehidupan.

 

5. Mandoding Haleluya No. 116:2
Na monang in seng boi be kahuaon, ni hamateian paduahon in;
Sai jongjong do tong ia mangadapkon, bohingKu i nagori atas in.
Sai idahonni ijin Tuhanni, ‘ge hasomanni na monang in,
‘ge hasomanni na monang in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**