Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 6 Mei 2022
5 Mei 2022 TATA IBADAH

1. Mandoding Haleluya No. 201:1+5
Puji tongtong Jahowa tongon pardear gabei
parholong atei sadokahni in,
pardear gabei in parholong atei in.

 

Sombah bujur Jahowa botul.
Marhahormaton ma hita bai Tuhanta Naibata.
Sai rap marsombah ma bai Tuhan Naibata.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: 1 Petrus 2:23
“Seng manrisai Ia sanggah na hona risa; seng asup-asup Ia sanggah manaron na marsik, tapi iondoskon do ai bani Panguhum na pintor in.”

 

“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

 

4. Renungan
Bapa/Inang yang dikasihi Tuhan,
di dalam kehidupan kita sehari-hari sering sekali kita mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Baik oleh teman sekerja, keluarga, bahkan tetangga kita. Hal seperti inilah yang dinasehatkan oleh rasul Petrus. Ia mengajarkan bagaimana hendaknya kita bersikap terhadap perlakuan yang tidak baik yang kita alami. Surat 1 Petrus ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang berada di provinsi-provinsi kerajaan Roma. Mereka sedang berada di dalam penindasan kaisar Nero. Selain itu, mereka juga diperlakukan secara tidak manusiawi oleh majikan-majikan mereka. Lalu bagaimanakah sikap mereka menghadapi tekanan dari negara dan ketidakadilan dari majikan mereka? Rasul Petrus menasehati agar mereka jangan melawan apalagi membalas dendam. Tuhan berkenan bila mereka menderita dengan sabar. Di ayat 21, sebelum teks ini, ia mengatakan, “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Pet. 2:21). Kristus tidak berdosa, namun waktu Ia dihina, Ia tidak melawan. Ia menerima, bahkan menyerahkan mereka yang menyalibkanNya dalam doa. Ia meninggalkan sebuah teladan bagi kita. Ikut teladan Kristus berarti kita harus menyesuaikan hidup kita menurut teladanNya.

 

Bapa/Inang yang dikasihi Tuhan,
memang tidak mudah untuk menahan diri saat kita mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari orang lain. Sangatlah sulit untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Sulit sekali bagi kita mengalah dan kita tidak terima jika dirugikan. Pola hidup dunia mengajarkan jika kita disakiti oleh orang lain maka kita harus membalasnya dengan menyakiti juga; jika orang lain berbuat jahat kepada kita, maka kita harus membalasnya dengan kejahatan juga, dan pembalasan lebih kejam dari perbuatan sebelumnya; jika kita dimusuhi oleh orang lain maka kita harus menjadikan mereka sebagai musuh. Apa yang diajarkan oleh dunia ini sangat bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Ia justru mengajarkan kita untuk mengasihi musuh dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Dalam hal ini Tuhan Yesus tidak sekedar berteori, tetapi Ia adalah teladan dalam prinsip ini. Ketika dicaci maki, didera, diolok, dan disiksa, Tuhan Yesus justru berdoa dan mengampuni musuh-musuh-Nya walaupun Ia mempunyai kuasa dan hak untuk melakukan pembalasan! Karena itu setiap orang percaya wajib meneladani Dia.

 

Bapa/Inang yang dikasihi Tuhan,
setiap manusia didorong untuk berbuat baik. Namun, pertanyaan yang sangat penting adalah: apakah motivasi kita untuk berbuat baik? Pertanyaan ini patut untuk direnungkan karena kita sering berbuat baik hanya untuk mendapatkan pujian. Di sisi lain, dalam perkembangan kehidupan saat ini, kita melihat bahwa orang-orang yang secara tulus hati berbuat baik justru diperlakukan dengan buruk. Karena itu, kita juga patut bertanya kembali: untuk apa kita harus berbuat baik? Rasul Petrus memberikan penguatan kepada kita yang sedang mengalami perlakuan tidak baik atau tidak adil dari lingkungan kita. Di dalam penderitaan yang menekan hidup ini, kita bisa saja terdorong untuk melakukan kejahatan dan pembalasan seperti mencaci, menyumpahi yang tidak baik, berkata-kata buruk dan kotor terhadap mereka yang menyakiti kita. Karena itu, rasul Petrus mengatakan kepada mereka untuk hidup di dalam Kristus dan mengikuti teladan-Nya dengan tetap berbuat baik, seperti Kristus yang tetap berbuat baik sekalipun harus menderita.

 

Kristus hendak menunjukkan bahwa kebaikan itu tidak ada batasnya, bahkan tidak dapat dibatasi oleh penderitaan. Kehidupan yang dijalani oleh Kristus inilah yang patut diteladani oleh umat-Nya. Apa yang dilakukan oleh Kristus menunjukkan bahwa kebaikan merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan dengan sepenuh hati, bukan dengan motivasi tertentu. Kebaikan yang dilakukan dengan sepenuh hati akan memulihkan jiwa kita dari penderitaan. Karena Kristus sudah terlebih dahulu menderita bagi kita, itulah kebaikan yang diberikan pada kita. Karya penebusan Kristus di kayu salib bertujuan supaya kita benar-benar hidup untuk kebenaran. Oleh sebab itu, Kristus adalah teladan bagi kita untuk menjalani hidup ini. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 384:1-2
Anggo sai tong hupingkiri, pambahenankin.
Simbei do tong ganup tingki, seng margagan in.
HolongMu, Tuhan pangajamankin,
sai marpangulaki, Ham mangidah in.
HolongMu, Tuhan pangarapankin,
seng dong parsuhutan, pitah Ham do in.

 

Gijang uhur ampa latei, seng maronti in,
uhur domdom ganup ari, sai na roh do in.
HolongMu, Tuhan pangajamankin,
sai marpangulaki, Ham mangidah in.
HolongMu, Tuhan pangarapankin,
seng dong parsuhutan, pitah Ham do in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**