Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Selasa, 21 Juni 2022
20 Juni 2022 TATA IBADAH

1. Mandoding Haleluya No. 453:1
Pitah Ham Tuhan, hatundalan na toguh.
Humbai ganup paruntolon na i tanoh on.
Bani haganup pardalanan, pitah Ham panjaga na gogoh.
Ondos ma Tuhan, hanai on nuan, ‘se torsa sadokah goluh on.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Psalmen 130:6
“Siholan do tonduyhu bani Tuhan, lobih humbani sihol ni parjaga bani siang ni ari, bani siang ni ari tongon.”

 

“Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
ada ungkapan yang mengatakan, “Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan.” Memang tidak seorangpun dari kita yang suka menunggu atau menanti. Namun, kita tidak dapat menghindarkan diri untuk tidak menunggu dalam hidup ini. Kita harus menunggu kedatangan angkutan umum bila kita ingin bepergian misalnya. Atau, menunggu tibanya hari ulang tahun, hari pernikahan, dan sebagainya. Menunggu terlalu lama dan yang ditunggu tidak datang-datang, maka akan seringkali melahirkan rasa jengkel dan sungut-sungut. Selaku manusia, kita sering mengeluh menghadapi situasi yang sulit. Kita ingin hidup kita mudah, ringan, dan berjalan mulus. Kita ingin apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan ketika kita menginginkannya secara instan.Terkadang apabila kita sangat menginginkan sesuatu, kita tidak segan-segan mencari jalan pintas dan menghalalkan segala cara demi mendapatkannya. Tindakan seperti itu seringkali didorong keyakinan diri bahwa kita lebih tahu apa yang kita inginkan. Namun kenyataannya, kita tidak mampu mendapatkan apa yang kita inginkan karena keterbatasan kita dan tantangan serta kesulitan dunia yang tidak mampu kita atasi dengan kekuatan kita. Di sinilah kita dituntut untuk menunggu dan bersabar menantikan hal yang terbaik bagi hidup kita.

 

Nas hari ini mengajak kita untuk senantiasa menunggu dan menanti serta berharap kepada Allah. Menunggu dengan kesabaran, berdoa, dan dengan kesungguhan akan Allah untuk melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya. Kita menunggu bagaikan seorang pengawal atau penjaga malam yang mengharapkan dan merindukan datangnya pagi untuk mendapatkan pertolongan. Menunggu dan berharap kepada Allah tidaklah mudah, namun itulah sesungguhnya aspek yang paling penting dari iman kita. Menunggu dan berharap adalah bukti kepercayaan dan pengharapan kita kepada Allah. Menunggu dan berharap adalah juga suatu tanda ketaatan dan kerendahan hati. Waktu kita saat menunggu atau berharap adalah kesempatan untuk bertumbuh dan merenung. Menunggu dan berharap kepada Allah tidaklah sia-sia, karena menunggu dalam iman kepada Allah adalah tanda ketergantungan kita kepada kasih karunia-Nya.

 

Menunggu dan berharap kepada Allah tidak berarti pasrah dan pasif, namun kita dituntut tetap aktif melakukan tugas panggilan kita. Itu berarti menunggu dan berharap kepada Allah berarti tetap melakukan sesuatu dan dengan itulah kita tetap melatih iman dan pengharapan kita. Menunggu berarti membiarkan Allah memimpin kehidupan kita. Hanya Allah satu-satunya yang mengetahui apa yang terbaik bagi kita dan Ia memiliki rencana yang baik bagi hidup kita, maka untuk itu kita harus menunggu dan berharap kepada-Nya. Pengawal atau penjaga malam menunggu dengan penuh harap akan datangnya pagi, maka ia tidak beranjak dari tempatnya. Demikianlah seyogyanya kita menunggu dengan penuh antisipasi dan memiliki keyakinan bahwa Allah pasti bertindak, melewatkan kegelapan dan membuka jalan terang bagi kita.

 

Apakah yang sedang kita nantikan dan harapkan dari Allah saat ini? Apakah jawaban, jalan keluar, perubahan hidup, seseorang, campur tangan-Nya, atau berlalunya penderitaan hidup? Tetaplah kuat bila sedang di tengah-tengah kegelapan hidup, karena pagi dan cahaya terang pasti akan datang. Jangan menyerah, tetapi tetaplah berharap dan menantikan pertolongan Tuhan, karena Ia setia dan penuh perhatian. Tetaplah menunggu dan berharap kepada Tuhan. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 327:1
Marpangunsandeian bani Tuhan in,
puji sai pasangap ma Goran-Ni in.
Monang halani Hatani Tuhan in,
mangarapkon parpadanan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**