Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 24 Juni 2022
23 Juni 2022 TATA IBADAH

1. Mandoding Haleluya No. 115:1+4
Sadokah ho i tanoh on papintor uhurmin,
padingat-dingat ma tongtong nidok ni Tuhanmin.

 

Ambungkon humbai uhurmin na so margagan in.
Ganup na humbai Tuhan in ramot ma jaga in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Mateus 5:17
“Ulang ma iagan uhurnima roh Ahu, laho manrumbakkon titah in pakon hata ni nabi-nabi; seng roh Ahu laho manrumbakkon, tapi laho pajongjongkon do.”

 

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

 

4. Renungan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
secara umum, perspektif dan pemahaman orang Kristen tentang hukum Taurat seringkali terlalu sempit dan sederhana. Banyak yang menganggap bahwa hukum Taurat hanya merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan ketetapan-ketetapan yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Apalagi melaksanakan dan menghidupi peranan dan relevansi hukum Taurat bagi orang-orang Kristen merupakan sebuah upaya yang tidak mudah. Situasi itu ternyata sudah terjadi semenjak masa pelayanan Tuhan Yesus. Dalam ayat harian hari ini hal itu jelas diungkapkan Tuhan Yesus dengan mengatakan, “Jangan kamu menyangka…” (ulang ma iagan uhurnima). Dengan pernyataan ini sangat jelas Tuhan Yesus memberikan teguran dan koreksi terhadap kesalahpahaman tentang arti dan peranan hukum Taurat dalam kehidupan pengikut Tuhan Yesus.

 

Dalam Roma 3:20 dijelaskan bahwa hukum Taurat memberikan pengenalan akan dosa. Tetapi yang menjadi jalan keselamatan ialah hanya oleh iman kepada Yesus Kristus (Roma 3:21, 28). Pandangan tentang Tuhan Yesus menggenapi hukum Taurat sering disalahartikan. Ada anggapan bahwa hukum Taurat tidak penting untuk kita kerjakan karena kita sudah diselamatkan. Harus kita pahami bahwa hukum Taurat sebagai gambaran dosa manusia, karena oleh hukum Taurat manusia mengenal dosa (Roma 3:20). Namun, “Dimana tidak ada hukum maka di situ juga tidak ada pelanggaran” (Roma 4:15), sehingga kita harus memahami bahwa ketika kita mengerti tentang dosa maka kita akan lebih berhati-hati dalam melakukan segala-sesuatu. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa dengan hadirnya hukum Taurat maka kita wajib menaatinya dan melaksanakannya sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, yaitu: mengarahkan, mendidik, dan mengatur pola kehidupan kita supaya semakin sesuai dengan kehendak Tuhan. Hukum Taurat bagi kita adalah sebagai cermin atau gambaran diri yang menunjukkan bahwa semua manusia tidak ada yang benar, serta hukum Taurat mampu memperlihatkan kepada kita betapa jahatnya perbuatan dan tingkah laku kita di hadapan Allah. Dengan demikian, melalui hadirnya hukum Taurat, kita dapat mengerti mana yang baik dan yang tidak baik, serta sebagai jalan untuk mencari dan mengerti kehendak Allah. Oleh sebab itu, usaha manusia untuk menjadi baik dan rohani bukan karena taat pada hukum. Justru dengan adanya hukum maka manusia bisa mengerti tentang dosa, pelanggaran, serta hukuman.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
meskipun Tuhan Yesus telah menggenapi hukum Taurat di dalam diri-Nya, namun manusia tetap jatuh di dalam dosa oleh karena sifat alami manusia pada mulanya adalah berdosa di hadapan Allah. Orang yang sudah percaya dan menerima Kristus sebagai Juruselamat masih bisa melakukan dosa. Hal ini terjadi karena manusia masih dikuasai oleh keinginan-keinginan daging dan ditawan oleh dosa. Walaupun demikian, setiap orang percaya jangan berputus asa, melainkan berlari kepada belas kasihan Allah (Roma 7:14). Status manusia sebagai pendosa tidak secara otomatis hilang, melainkan ketika manusia sadar akan dirinya di hadapan Allah, maka segera dengan cepat membersihkan diri dari dosa dan noda. Tubuh memang dikuasai oleh hukum dosa dan tawanannya (Roma 7:23), namun jangan berputus asa tetapi teruslah melatih tubuh dan menguasainya (1 Kor. 9:27) serta menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah (Roma 6:11-13). Dengan demikian kita telah menyalibkan keinginan daging dan segala hawa nafsunya (Gal. 5:24). Maka hukum Taurat yang sudah digenapi dalam pribadi Yesus Kristus dapat kita pakai sebagai pembentukan moral yang baik. Dapat juga dipakai dalam menerapkan pola kehidupan yang benar. Semua isi dari tuntutan hukum Taurat ialah seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu,” dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mrk. 12:30-31). Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 107:1-2
Irikkon nasiam ma Au, sonai nini Tuhanta.
Sai parnalang ma dirimu, Hatangku malah harga.
Sai mambur bahenlah ganup, parlahoumin na so talup.

 

Au do palihar dalanmin, na dompak hagoluhan;
Ai seng be kahou langkahmin, daoh pakon hamagouan.
Au parhiteian na bujur, bai hasonangan na botul.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**