Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Sabtu, 25 Juni 2022
24 Juni 2022 TATA IBADAH

1. Mandoding Haleluya No. 306:1
Huhamegahkon do in tongtong: Jesus Tuhanku rupeihu tongon;
Au parsimada tinobusNiin napinabayu ni Tonduy in.
Marmegah-megah mandoding au, mamuji Jesus parholong in.
Marmegah-megah mandoding au, mamuji Jesus parholong in.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Haggai 1:14
“Jadi ipuhoi Jahowa ma tonduy ni si Serubabel, anak ni si Sealtiel, panrajai ni Juda, ampa tonduy ni si Josua, anak ni si Josadak, sintua ni malim ai, ampa tonduy ni haganup sima-sima ni bangsa ai, gabe roh bei ma sidea mangkorjai horja bani rumah ni Jahowa Zebaot, Naibata ni sidea ai,”

 

“TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Firman Tuhan yang berisi teguran disampaikan nabi Hagai kepada bangsa Israel yang telah kembali dari pembuangan. Mereka telah berada di Yerusalem dan melakukan hal yang tidak sesuai dengan firman-Nya. Tanah perjanjian adalah bagian rencana-Nya dan ia ingin memulihkan peribadatan dengan membangun kembali Bait Allah yang telah diruntuhkan musuh. Namun, misi yang sudah tertanam di hati menjadi luntur karena tantangan dan perlawanan yang mereka hadapi. Pembangunan mezbah dan fondasi bait-Nya yang telah mereka mulai, berakhir tanpa kejelasan. Mereka larut dalam kehidupan sehari-hari dan menunda-nunda pembangunan. Akibatnya, mereka dihukum Tuhan dengan krisis ekonomi. Akan tetapi, mereka tidak sadar bahwa penderitaan yang mereka alami merupakan cara Tuhan menegur mereka. Tuhan mendesak agar mereka mengambil langkah konkrit untuk mulai membangun Bait Allah.

 

Ternyata atas kekuatan Tuhan, umat-Nya mendengar teguran-Nya. Sikap dengar-dengaran akan firman-Nya dimulai dari pemimpin di pemerintahan, yaitu bupati, pemimpin kerohanian yaitu imam besar, kemudian diikuti oleh seluruh bangsa itu. Tuhanlah yang telah menguatkan mereka untuk bersedia dan melakukan apa yang menyenangkan-Nya. Tuhan memberikan semangat kepada orang-orang yang tepat.

 

Mundur dari pelayanan karena tidak berani menghadapi tantangan bukanlah sikap yang diperkenankan oleh Tuhan. Melalaikan kehendak-Nya dan mengurus kepentingan diri sendiri juga bukan sikap yang dikehendaki-Nya, bahkan dapat mengundang murka-Nya. Kita perlu menghindari sikap semacam ini. Hal yang perlu diingat juga bahwa sikap cari aman, mendahulukan kepentingan diri dan mengabaikan kemuliaan Allah adalah ciri orang yang kehilangan perspektif iman. Sebab itu mari kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33). Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 348:1
Sauhur sapanriah ma, ganup kuria in.
Marhasadaon nadear, ibagas Tuhan in.
Riap ma hita haganup, mamuji Tuhan rup.
Mardamei marsiurupan, marsihaholongan.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**