Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Selasa, 12 Juli 2022
11 Juli 2022 TATA IBADAH
1. Mandoding Haleluya No5:1
Hupuji holong ni atei-Mu, o Tuhan Jesus Rajangkin.
Bamu huondoskon tonduyhu, ai do na pinindoMu in.
Hu halupahon ma diringku mamingkir holong ni atei-Mu.
2. Tonggo
3. Ayat Harian: Jesaya 61:8
“Ai Ahu do Jahowa Sihaholongi hapintoran, tapi na magigi bani panrampokon ampa na masambor. Sai berehonon-Ku do upah bani sidea sintong-sintong, anjaha bahenon do padan sisadokah ni dokahni bani sidea.
“Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
pada zaman modern ini agaknya kata perjanjian” sudah semakin jarang kita dengar bukan? Yang dimaksud dengan perjanjian” di sini menunjuk kepada suatu persetujuan atau janji. Paling-paling kita mendengarkan kata ini diucapkan dalam ibadah pernikahan di gereja. Namun demikian, kisah perjanjian atau relasi antara Allah dengan umat-Nya adalah merupakan bahasa baku dalam Alkitab yang kita percayai sebagai Firman Tuhan. Dalam nas hari ini, selain menyebut tentang perjanjian dijumpai juga kata keadilan.” Gambaran tentang keadilan adalah ketika dalam kehidupan sosial orang yang berkuasa dan berkecukupan tidak dapat mengambil keuntungan dari orang miskin. Dan keadilan nyata di saat hak dan kebutuhan hidup orang miskin telah dilindungi dari tindakan orang-orang kuat dan berkuasa yang ingin merampas apapun yang mereka inginkan tanpa hati nurani. Dan tidak pelak lagi bahwa keadilan adalah juga merupakan keinginan dan kecintaan Allah sebagaimana disebut dalam nas kita. Allah sangat mencintai keadilan dan sangat memperhatikan yang lemah dan selalu berpihak kepada kaum yang tidak berdaya. Maka ketika kita memperhatikan dan melindungi para insan yang lemah dan tidak berdayadi sanalah kita telah melakukan pekerjaan baik bagi Allah sendiri.
Sejak semula sebagaimana dituliskan dalam kitab Kejadian 1 dan 2, Allah telah menetapkan manusia ciptaan-Nya sebagai pembawa wajah dan gambar-Nya untuk menikmati ciptaan dan mengambil tanggung jawab memelihara kehidupan di dunia ini. Dengan demikianperjanjian antara Allah dengan umat-Nya menjadi hancur ketika manusia berusaha menciptakan dunianya berdasarkan keinginan dan pemikirannya sendiri. Maka dalam seluruh kitab Perjanjian Lama kita dapat menemukan bahwa Allah tetap campur tangan dalam relasi perjanjian dengan umat-Nya demi menyelamatkan dunia yang diciptakan-Nya. Akan tetapi pada kenyataannya, seiring waktu dan berulang kali manusia sering melanggar perjanjian yang telah ditetapkan Allah. Namun demikian Allah tetap setia dan memilih untuk tetap bekerja dalam rangka keselamatan dunia melalui manusia ciptaan-Nya, melalui kita. Jika diinginkan-Nya, Ia bisa saja melakukan semua itu dan mewujudkan keinginan-Nya tanpa kita manusia, namun justru Ia telah memilih dan menetapkan kita menjadi teman sekerja-Nya melalui perjanjian yang ditetapkan-Nya.
Puncak dari perjanjian ini nyata dan datang dalam bentuk Perjanjian Baruyaitu Yesus Kristus. Melalui YesusAllah telah membuka pintu seluas-luasnya bagi setiap orang untuk masuk ke dalam perjanjian kekal denganNya. Dengan tidak mempermasalahkan masa lalu dan kegagalan kita yang terus menerus, Yesus tetap mengundang kita untuk masuk ke dalam suatu perjanjian baru, perjanjian kekal yang penuh kasih karunia-Nya. Dan ketika kita mencoba memahami Yesus, di sanalah kita semakin mengerti lebih dalam tentang siapa Allah dan apa yang menjadi tanggung jawab dan peranan kita dalam perjanjian itu. Melalui Yesus kita menjadi paham bahwa inti dari perjanjian itu adalah kasih tanpa syarat, penyangkalan diri, memperlakukan orang lain dengan penuh perhatian dan kepedulian, penuh respek, hormat dan mulia. Dan inilah kehidupan yang berdasarkan keadilan yang sangat dicintai Allah. Maka bila Allah sangat mencintai hukum keadilan dan membenci perampasan dan kecurangan, maka selayaknyalah kita anak-anak-Nya melakukan hal yang sama terhadap sesama dan orang di sekitar kita. Dengan hal itulah kita tetap setia dalam ikatan perjanjian abadi dengan Allah di dalam Yesus Kristus. Amin.
5. Mandoding Haleluya No. 448:1
Mantin ni in do hape, padan ni Tuhan Jesus,
pamalas uhur tene, bai ganup na tinobus.
Dear tumang padan-Nin, na gabe sijoloman,
Patoguh uhur do inbai na marpangarapan.
Sai hagoluhkon ma in baen rudang hajengeson,
ase sonang ham ijin gok Tonduy hasintongan.
Hinalayak-Ni do in pasirsir haluahon,
janah damei uhurmin jumpahan hagoluhan.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Departemen Persekutuan GKPS
Comments are closed
**