Menu
Categories
IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 5 Agustus 2022
4 Agustus 2022 TATA IBADAH

 

1. Mandoding Haleluya No. 373:1
Ulang ham marsidalian jalo podas rupeimin.
Seng dapot ham hasonangan, anggo buei abatmin.
Ai pe rotapkon ganupan, pangagou bai uhurmin.
Arta buei pakon sangap, nalaho salpu do in.
Ulang ham marsidalian jalo podas rupeimin.
Seng dapot ham hasonangan, anggo buei abatmin.

 

2. Tonggo

 

3. Ayat Harian: Markus 13:13
“Anjaha domdoman ni haganup halak do hanima halani Goran-Ku, tapi na tahan ronsi ujungni do paluahon.”

 

“Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.”

 

4. Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
bacaan Alkitab kita hari ini menggambarkan masa menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali sebagai masa yang penuh kengerian. Dalam Markus 13:5-13 dituliskan akan ada banyak orang percaya yang harus mengalami persekusi. Di antara anggota keluarga saling menyerahkan untuk dibunuh. Karena nama Kristus, anak-anak Tuhan akan dibenci. Di dalamnya tidak ada pernyataan bahwa orang percaya akan diluputkan dari kengerian itu, tidak pula dinyatakan Tuhan akan mengerjakan mukjizat yang membuat mereka dapat meloloskan diri. Justru mereka disuruh melarikan diri dan menyelamatkan nyawa, serta berdoa agar kejadian itu tidak terjadi pada musim dingin yang akan memperburuk kesusahan mereka. Secara lengkap dan terperinci dalam Injil Markus pasal 13 disebutkan antara lain: kondisi-kondisi yang merupakan ciri khas zaman ini (Markus 13:5-13), krisis yang akan datang (Markus 13:14-23), kedatangan Kristus yang kedua kali (Markus 13:24-27), dan pengajaran untuk berjaga-jaga (Markus 13:28-37). Namun ketika kita perhatikan, ada kalimat pendek yang memberikan janji. Janji itu adalah keselamatan yang akan didapatkan setelah semua peristiwa itu berhasil dilalui. Tuhan Yesus memberikan satu nasihat untuk dapat melaluinya, yaitu bertahan sampai kesudahannya. Kata “bertahan” dapat juga diartikan sebagai tindakan tidak mau menyerah, berteguh hati dan bertekun. Mereka yang bertahan pada imannya meskipun ditimpa kesusahan dan penderitaan yang paling berat sekalipun. Perkataan Tuhan ini sangat penting untuk kita tunaikan agar kita ditemukan tak bercacat pada waktu kedatangan-Nya.

 

Untuk itulah melalui ayat ini kita diminta agar tetap bertahan sampai tiba kepada tujuan utama yaitu bersama Kristus dalam kehidupan kekal. Oleh karena itu, melalui ayat ini kita diminta untuk tetap setia dan bertahan dalam setiap proses yang kita hadapi dalam hidup. Jelas bahwa tujuan akan menentukan proses. Surga adalah tujuan hidup setiap orang percaya. Untuk mendapatkan surga, kita mengalami berbagai ujian iman. Hanya pribadi yang teruji imannyalah yang layak masuk dalam surga. Iman yang matang harus mengalami proses pengujian dan pemurnian sampai akhir. Ujian hidup pada akhir zaman akan semakin berat dan sulit. Di tengah kesulitan yang kita hadapi akan muncul banyak tawaran, misalnya: menawarkan pertolongan atas penderitaan kita, minuman keras, narkoba, seks bebas, dukun, dan sebagainya. Pada akhir zaman akan terjadi perang, gempa bumi, atau kelaparan. Perselisihan antar agama akan terjadi, sehingga orang-orang yang berbeda aliran kepercayaan akan saling memfitnah, membenci, dan menyiksa. Bahkan dalam keluarga pun akan terjadi konflik antar anggota keluarga. Janganlah heran apabila kita sebagai pengikut Yesus akan dibenci oleh mereka yang tidak mengenal Kristus.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
apa pun yang akan terjadi sebagai konsekuensi menjadi pengikut Kristus seperti dihambat, dimusuhi, dikucilkan, disiksa, dan dikhianati, sebagai orang Kristen kita harus menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memberitakan Injil dan menjadi saksi Kristus. Tidak perlu takut karena Tuhan yang akan menuntun kita dalam berkata-kata. Walaupun kita dibenci, sepatutnya kita setia dalam iman sampai akhir. Mau naik kelas? Ikutilah ujian. Mau memiliki karakter yang matang? Bersedialah “dimasak.” Mau masuk surga? Setialah dalam pencobaan, maka kita pasti menang. Amin.

 

5. Mandoding Haleluya No. 392:1+3+4
Na mardalan do ganupan na porsaya in.
Lao marayak hasusuran, in ma surga in.
Jesus, Jesus, sai bobahon ma.
Ulang sonto bai horbangan, ‘ge sompit pe in.

 

Parmaraan, hangaluton lang habiar in.
Tuhan in do marmuduhon sonang ham ijin.
Jesus, Jesus, sai bobahon ma.
Ulang sonto bai horbangan, ‘ge sompit pe in.

 

Malas uhur ni na monang na tahan ijin.
Ai dapotsi hagoluhan sadokah ni in.
Jesus, Jesus, sai bobahon ma,
ulang sonto bai horbangan, ge sompit pe in.

 

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

 

Comments are closed
**