Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Sabtu, 20 Agustus 2022
19 Agustus 2022 TATA IBADAH

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Sabtu,20 Agustus 2022

1. Mandoding Haleluya No. 17:1
Jesus roh hanai hujon, lao mangindo hagoluhan.
Ai pe roh ma Ham hujon, janah baen ma pardomuan.
Tonduy-Mu pa tonduy nami ulang merap uhur nami.

2. Tonggo

Ayat Harian : Yesaya 30:18
Halani ai paima-imahon do Jahowa, sihol do marulak-ulakan uhur-Ni dompak nasiam, halani ai bingkat do Ia laho mangidopi nasiam. Ai Jahowa, aima Naibata ni uhum; martuah ma ganup halak na martenger ni uhur Bani.

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia.

Renungan :
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Jika ada orangtua yang menegur anak-anaknya karena berbuat salah, itu dikarenakan kasihnya kepada anak-anaknya. Orang tua selalu menginginkan adanya perubahan pada diri anak, tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama ke depan. Kemudian perubahan/ pembaharuan itu diwujudkan lewat perkataan dan perbuatan yang baik dan benar.

Demikianlah bangsa Israel ditegur Tuhan melalui nabi Yesaya karena tidak mau lagi memperhatikan petunjuk-petunjuk dari Tuhan tapi memilih jalan sendiri, dengan bersandar pada bangsa Mesir. Tuhan menyatakan bahwa Dia akan menghukum bangsa Israel yang tidak mau bertobat. Tetapi karena ada “sisa” dari bangsa itu yang mau bertobat, Tuhan menunjukkan kasih setia-Nya. Tuhan tidak hanya menunggu secara pasif, melainkan secara aktif dijiwai penuh rasa kerinduan akan tibanya saat itu. Tuhan menyatakan kasih setia-Nya pada saat tertentu yang telah dipastikan. Tuhan bekerja secara teratur dan teratur. Karena “saat itu” sudah harus tiba maka Tuhan bangkit, menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar sudah siap bertindak. Tuhan bertindak demikian karena Dia adalah “Tuhan yang adil”.
Keadilan Tuhan itu satu pihak menghukum segala penyelewengan tapi pada pihak lain membebaskan dan menyelamatkan orang yang “menanti-nantikan Dia”. Orang demikian itulah yang berbahagia. Jika Tuhan “menanti-nantikan” saat untuk menunjukkan kasih setia-Nya maka patutlah kita manusia “menanti-nantikan” juga tindakan kasih setia-Nya. Sikap menanti seperti itu akan memberi ketenangan, harapan dan kewaspadaan. Disaat kita menghadapi tantangan, masalah dalam hidup saat ini, kita diingatkan agar tidak bersandar pada pengertian diri sendiri apalagi pada kuasa-kuasa duniawi. Tetapi berserahlah kepada Tuhan serta memohon pertolongan-Nya saja. Maka Tuhan akan memberikan pertolongan-Nya karena kasih setia-Nya di dalam Kristus Yesus, yang membuat hidup kita dalam ketenangan, kewaspadaan dan kebahagiaan. Amin.

Mandoding Haleluya No. 340:1
Huondoskon bani Jesus, haganupan diringkon.
Ia do pasangaponku sadokah bai goluhkon.
Huondoskon ma, huondoskon ma.
Bani Jesus Sipaluah, huondoskon ma.

Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa Kami.

Departemen Persekutuan GKPS

Comments are closed
**