GKPS MEMILIKI KONSELOR ANAK

Peserta Retreat Konselor Anak
Tiga puluh orang Guru Sekolah Minggu GKPS se-Distrik VII Angkatan I telah dilatih dan dididik secara profesional untuk menjadi Konselor Anak di jemaat masing-masing. Training Konselor Anak yang diperuntukkan bagi Guru Senior (melayani di atas 3 tahun) tersebut dilakukan secara rutin selama 3 (tiga) kali pertemuan dalam memperdalam ilmu konseling anak.
Pertemuan ke-1
Pertemuan perdana dibuka oleh Pdt. John Harapan Purba (Praeses GKPS Distrik VII). Pada awal pembukaan training ini, para Konselor diajak mendalami Konseling Kristen yang didasarkan pada teologia, menjunjung Alkitab sebagai standar kehidupan orang beriman, dan menyerahkan proses konseling pada kuasa Roh Kudus. Ibu Melati Tan (Pembicara/Praktisi Konseling Anak) mengajak para Konselor berdiskusi mengenai berbagai persoalan anak yang dihadapi akhir-akhir ini sebagai bahan kasus dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. Langkah-langkah awal konseling pun mulai dilakonkan bersama-sama. Dengan proses pendidikan konseling anak ini, para Konselor Anak diharapkan dapat memampukan anak untuk mengatasi masalah emosional, untuk memiliki pandangan positif tentang dirinya, untuk menerima kekuatan dan kelemahan dirinya, serta untuk mengubah perilaku yang dampaknya negatif. Dalam pertemuan sehari penuh ini, Konselor dididik untuk memiliki paradigma: “Saya ada untuk kamu”, “Saya mendengarkanmu”, “Saya mengerti kamu”, dan “Saya peduli kamu”.
Pertemuan ke-2
Tidak kalah menariknya, pada pertemuan di awal Januari 2013 ini, para Konselor mulai mempraktekkan berbagai teknik konseling anak, seperti menggunakan boneka, boneka binatang kecil, bak pasir dan lambang-lambang, bermain lilin (playdough), menggambar, bercerita, menulis, roleplay, dan games. Tentu saja, berbagai teknik tersebut disesuaikan dengan usia dan kasus yang dialami sang anak. Ibu Melati Tan menambahkan bahwa proses play/art therapy tersebut digunakan untuk mengizinkan anak bebas berekspresi tentang perasaannya. “Perlu diingat bahwa para Konselor Anak tidak memburu-buru proses konseling. Proses tersebut merupakan sesuatu yang berkembang setahap demi setahap” tuturnya.
Pertemuan ke-3
Di akhir bulan Februari, para Konselor dipertemukan kembali untuk belajar secara khusus tentang remaja. Ibu Daesy Sanger (Pembicara/Praktisi Konseling Remaja) mengingatkan bahwa proses konseling adalah hubungan timbal balik antara konselor yang berusaha menolong/membimbing dengan konseli yang membutuhkan pengertian untuk mengatasi persoalah hidupnya berdasarkan kebenaran Firman Allah. Para Konselor dilatih mendampingi anak remaja yang memiliki berbagai permasalahan, seperti remaja yang tidak percaya diri (PD), cemas, prestasi belajar rendah, sering melakukan pencurian, dan lainnya.
Retreat Konselor Anak
Mengasingkan diri. Memberi kesempatan Allah bicara. Ya, benar! Demikianlah esensi retreat yang dijalani para Konselor Anak di Gunung Pancar, Sentul Bogor pada tgl. 12-14 April 2013. Pada ibadah pembukaan, Pdt. Sariaman Purba (Pendeta Sekolah Minggu GKPS Distrik VII) menegaskan agar para Konselor Anak benar-benar bisa mengerti peran dan tanggung jawabnya, terutama sebagai hamba (doulous). “Bukan hal yang mudah, tapi harus kita lakukan” tegasnya. Di sesi awal, Ibu Melati Tan mengajak para Konselor untuk berdiskusi mengenai film konseling yang telah ditayangkan sebelumnya. Di sesi-sesi berikutnya, para Konselor didorong untuk semakin banyak berlatih dalam beberapa studi kasus yang disiapkan. Tanpa terasa, latihan ini ternyata meningkatkan rasa sensitivitas para Konselor terhadap persoalan anak. Di akhir retreat, Pdt. John Harapan Purba memimpin ibadah minggu dan Perjamuan Kudus. Benar-benar mempersatukan para Konselor dengan tubuh dan darah Kristus.
Inilah nama-nama Konselor Anak tersebut:
|
NO.
|
NAMA
|
JEMAAT
|
NO.
|
NAMA
|
JEMAAT
|
|
1.
|
Sy. Sonly Saragih
|
Cempaka Putih
|
16.
|
Kartini Sumbayak
|
Lubang Buaya
|
|
2.
|
Pdt. Enny Purba
|
Cempaka Putih
|
17.
|
Zulisa Purba
|
Lubang Buaya
|
|
3.
|
Christiana Sinaga
|
Salemba
|
18.
|
St. Ferijason Girsang
|
Cipayung
|
|
4.
|
Elly Erlina Girsang
|
Salemba
|
19.
|
Sy. Ronselina Saragih
|
Tangerang
|
|
5.
|
Rita Saragih
|
Salemba
|
20.
|
Yesa Alfa Nova Pinem
|
Tangerang
|
|
6.
|
Olansons Girsang
|
Salemba
|
21.
|
Esterlina Sembiring
|
Tigaraksa
|
|
7.
|
Dorty Aprilina Purba
|
Ancol
|
22.
|
Jeremia Purba
|
Bogor
|
|
8.
|
Evi Mariati Saragih
|
Ancol
|
23.
|
Hotmaonda Saragih
|
Bogor
|
|
9.
|
Verawaty Damanik
|
Ancol
|
24.
|
Nursaida Sinaga
|
Depok
|
|
10.
|
Sy. Masliana Saragih
|
Cikoko
|
25.
|
Rosdianta Tarigan
|
Cibinong
|
|
11.
|
Arina Irene RG Sinaga
|
Cijantung
|
26.
|
Sindaria Damanik
|
Surabaya
|
|
12.
|
Marina Saragih
|
Cijantung
|
27.
|
Betty Juliani Turnip
|
Bekasi
|
|
13.
|
Wanmasdin Sinaga
|
Cijantung
|
28.
|
Merry Rosanty Damanik
|
Bekasi
|
|
14.
|
Evamita Girsang
|
Pamulang
|
29.
|
Sanri F. Simanjuntak
|
Bekasi
|
|
15.
|
Joseph P. Sinaga
|
Pamulang
|
30.
|
Risma Saragih
|
Bekasi
|
Mari sama-sama kita doakan para Konselor tersebut agar benar-benar berdampak bagi anak-anak Sekolah Minggu GKPS sehingga Anak Sekolah Minggu bertumbuh semakin dewasa dalam iman dan dimampukan menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. (sesuai dengan Matriks Rencana Strategis GKPS 2010-2030). Semoga 10% dari jumlah GSM di masing-masing jemaat dapat menjadi Konselor Anak. Semoga. Immanuel.
Catatan:
- Bahan/materi pembinaan dapat di-download di bawah ini
- Video role playing Konseling Anak dapat dilihat di bawah ini.
Dilaporkan oleh:
Olansons Girsang
(Korwil Sekolah Minggu GKPS Distrik VII)
Recent Comments