|
Written by enny
|
|
Saturday, 18 April 2009 15:56 |
Rapat Pengurus Lengkap dan Pembinaan Guru Sekolah Minggu GKPSCipanas, 26-29 Maret 2009
“Selamat datang Peserta Rapat Pengurus Lengkap dan Pembinaan Guru Sekolah Minggu GKPS di Bandara Sukarno Hatta, Cengkareng” itulah kalimat yang sering terdengar di bagian kedatangan dalam negeri Bandara Sukarno Hatta oleh Bapak Sinar Saragih dan teman-teman. Selain itu, ada juga yang mengibar-ngibarkan bendera logo tahun keluarga GKPS sebagai tanda pengenal penerima tamu. Semua peserta diarahkan ke dalam mobil rombongan yang telah disediakan oleh panitia. Sementara di pelataran parkir Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang-Jakarta, juga terdengar kalimat seperti di atas oleh Bapak Monang Saragih. Luar biasa kinerja saudara kita ini untuk mengatur keberangkatan, sekaligus dibantu oleh Simon Sitopu (biasa kami sebut juniornya Sinar dan Monang alias Simon). Di tempat tujuan (Cipanas) yaitu Hotel Setia, telah menungg Panitia seluruhnya untuk menyambut seluruh peserta. Baik yang bersama rombongan maupun datang sendiri dengan keluarga. (Panitia telah sepakat harus SENYUM kepada seluruh peserta). Pembagian kamar pun dilakukan oleh K’Debora, K’Ronselina, K’Yessy, K’Fany, B’Olan, B’Fery dan lainlain… (karena waktu rapat panitia, sudah menjadi kesepakatan SEMUA MEMBANTU SEMUA). Sementara di ruang atas (lantai 3, Bok) sudah kedengaran musik memanggil semua peserta untuk belajar bernyanyi yang dipandu B’Pian, B’Dio, B’Tomy dengan musikusnya B’Gandhi dibawakan oleh K’Rita. Dasar Guru Sekolah Minggu, pantang mendengar lagu baru, maka semua berusaha cepat naik ke atas mengikuti belajar nyanyian. Tapi, ah… entah kenapa, banyak yang hadir namanya baru ditulis di sana. Sehingga panitia terpaksa menyewa kamar tambahan untuk peserta yang seluruhnya berjumlah + 577 orang (kemungkinan ada 600 karena ada yang sama sekali namanya tidak mau ditulis tapi mengikuti semua kegiatan.) Panitia membiarkan aza. Ketika diumumkan dana kurang (saat itu K’Erni dan K’Yohana Sebagai pengelola Dana, sudah kebingungan), semua peserta langsung memberi secara spontanitas, wah… tercukupi dong dananya…. Bahkan kata K’Onda (Hotmaonda Saragih, Ketua Panitia) waktu acara penutupan ‘saldo ada Rp 1.000.000’ lagi… jadi yakin aza, semua menjadi peserta resmi. Adapun daftar kegiatan dan materi yang dilaksanakan: 1. Registrasi peserta – pembagian kamar 2. Perkenalan peserta 3. Ibadah malam dan Pembukaan RPL oleh Pimpinan Pusat GKPS 4. Materi: a. Kebaktian Penyegaran Iman oleh Pdt Dr Edison Munthe dengan tema: “Aku Diselamatkan untuk Melayani” b. Filosofi Pelayanan Anak “Sekolah Minggu yang berpusat pada pertumbuhan Anak” oleh Ibu Ike Nanlohi c. Baca Gali Alkitab “Back to The Bible” oleh Bapak Philip Situmorang dan Tim d. Pakem “Pembelajaran yang Aktif Kreatif & Menyenangkan” oleh Pdt Wendy Pratama e. Outbond 5. Ibadah Minggu dan Perjamuan Kudus oleh Pdt Robert J Saragih 6. Penutupan RPL dan Pembinaan oleh Pengurus Pusat Sekolah Minggu dan Pembimbing Sekolah Minggu.
1. Kesan: Secara umum, kegiatan dan program yang telah direncanakan berjalan dengan baik dan lancar. Semua panitia dan PPSM ambil bagian dalam semua bagian. Semua merasakan capek bersama dan saling membantu satu sama lain. Sehingga tidak ada panitia yang tidak tahu keadaan. Semua tahu bahkan semua berusaha mencari solusi dan pemecahan apabila ada hal-hal yang insidentil. Kemudian semua tetap di dalam doa agar jangan ada yang sakit.
a. Peserta Terasa sekali, Guru Sekolah Minggu orang yang berani dan percaya diri. Ada yang baru pertama sekali naik pesawat. Ada yang baru pertama sekali ke Jakarta. Terasa pengalaman yang luar biasa. Panitia telah memprediksi peserta yang hadir paling banyak 350 orang itu pun didominasi oleh Distrik VII. Sehingga tidak menutup kemungkinan pendaftaran masih terus diterima (Padahal Panitia dan PPSM sudah sepakat dari tahun 2008 bahwa penutupan pendaftaran adalah bulan Januari 2009. Dibuktikan dengan PPSM telah menutup pendaftaran di P Siantar bulan Januari 2009). Pembicaraan demi pembicaraan via telepon ke tiap distrik pun dilakukan.
Awal bulan Pebruari 2009, Panitia terasa masih tenang karena peserta masih 200 orang dan dana terkumpul sudah hampir setengah dari yang telah ditargetkan. Ternyata, akhir Pebruari 2009, Panitia dikagetkan oleh pengumuman via SMS oleh Olonson Girsang (Sekretaris) bahwa peserta sudah 400 orang lebih. Tidak terbendung lagi… nama terus bertambah, bahkan tidak jarang terjadi debat pendapat antara Panitia dengan calon peserta. Dengan keputusan yang memberatkan hati, Panitia dan PPSM sepakat awal Maret 2009 pendaftaran ditutup karena peserta sudah 530 orang. Sie Dana Erni Saragih (Koord), Sy Emil Sipayung dan Ida Saragih, semakin kebingungan atas dana yang belum mencukupi. Setiap minggu panitia berkumpul dan berdoa syafaat agar Tuhan membiarkan RPL dan Pembinaan ini terselenggara dan sukses. Hampir setiap hari semua panitia saling mengingatkan akan situasi dan pencarian dana. Peserta terus mendesak agar nama mereka terdaftar, sehingga tidak jarang juga terdengar, ‘kenapa kami tidak berhak terdaftar, padahal belum waktunya? Yang pasti kami datang, biar kami tidur di tikar’ dengan marah dan emosinya. Panitia tidak bisa bilang apa-apa kecuali, ‘maaf ya’. Tapi tetap saja ketika sudah sampai di Cipanas, lokasi RPL dan Pembinaan, Panitia menerima semua orang dan melayani dengan baik (577 nama terdaftar tapi masih banyak yang tidak berani mendaftar. Sehingga piring harus disediakan untuk + 600 orang). Buktinya penambahan kamar dan piring dari pihak hotel dan buku panduan diperbanyak lagi. Sehingga kebutuhan dana semakin membengkak. Panitia dan PPSM berusaha memikirkan untuk menutupi dana yang kurang. Sehingga atas usulan banyak orang, maka diadakan pengumpulan dana. Maka terkumpullah dana spontanitas berkisar + Rp 20 juta an. Maka peserta dan panitia pun lega dan senang. Semua berpartisipasi dalam kegaiatan ini. Puji Tuhan atas kepedulian GSM GKPS pada acara RPL dan Pembinaan ini.
B. Materi Materi yang disajikan diambil dari keputusan setelah pemetaan masalah yang mencakup desa, kota dan metropolitan. Mungkin yang di kota dapat menikmati dan mengaplikasikan semua materi di gerejanya, namun yang di desa pun, bisa juga. Itu tergantung keberanian dan persiapan dari setiap GSM yang akan mengajar ASM. Banyak ide-ide kreatif yang bisa dibawa pulang. Namun panitia menyodorkan menu materi ini, agar semua pengurus dan GSM di setiap gereja memiliki modal prinsip untuk melayani ASM sekaligus juga bisa memprediksi mau kemana ASM 10 tahun atau 20 tahun ke depan dengan kualitas pengajaran yang diberikan mulai dini.
C. Tempat Ada beberapa yang berkomentar, ‘jauh sekali tempat ini’, ‘kurang bagus tempat ini’. Wajar saja komentar itu terdengar dari peserta apalagi dia sering mengikuti pertemuan-pertemuan besar di dunia ini. Panitia memilih tempat jauh ke Puncak Cipanas dengan tujuan agar RPL dan Pembinaan ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada saudara (pamili) yang datang mengunjungi bahkan mengajak ke rumahnya. Jadi, semua peserta tetap hadir dan ambil bagian juga berperan dalam semua materi dan kegiatan. Namun demikian, tetap saja ada peserta yang hari kedua sudah menghilang dari lokasi karena pergi jalan-jalan bersama dengan teman ataupun saudaranya. Namun cukup banyak juga yang tidak mengikuti hari terakhir (penutupan) karena keburu dijemput sanak saudara. Namun angka + 500 peserta masih tetap bertahan dan menutup acara dengan Perjamuan Kudus.
D. Makanan Memang peserta tidak langsung mengeluhkan tentang makanan yang telah disediakan panitia. Tapi Panitia pun merasa bahwa rasa makanan tersebut pasti kurang pas dengan rasa lidah orang sumatera (Simalungun), terasa kurang garam dan kurang pedas, tidak ada pula sangsang nya sampai hari terakhir. Namun itu tidak menjadi masalah, karena setiap GSM sudah mengerti tidak pernah enak makanan kalau pertemuan besar, sehingga tidak jarang diantara mereka yang membawa makanan tambahan dari kampung berupa roti-roti maupun ikan teri yang telah disediakan dan tahan untuk 5 hari. Ah…. Baik-baik kali GSM GKPS, ya…..
2. Pesan Biarlah setiap Pengurus atau GSM tanggap pada pengumuman baik diwartakan di gereja, AB maupun majalah tentang Anak Sekolah Minggu atau Guru Sekolah Minggu, agar waktu persiapannya tidak terlalu lama sehingga tidak terlambat untuk mendaftar. Sehingga kita bisa tertib administrasi. Kebiasaan bagi kita selama ini, ‘ijai pe boi do holi mendaftar’ atau ‘holi ma parpudi-pudi hita’ selogan ini tidak baik diteruskan karena kasihan panitia yang mengelola apalagi tempat pertemuan jauh dari keramaian. Bahkan hal itu bisa mempermalukan kita sendiri. Untung ada dispensasi, kalau tidak? Mungkinkah kita ‘mulak balging’ ke tempat yang mengutus kita? RPL dan pembinaan Guru Sekolah Minggu tetaplah dilakukan demi keakanan Anak-anak Tuhan yang senantiasa harus mendengar firman untuk kebertumbuhan mereka. Sampai ketemu di RPL dan Pembinaan dalam waktu yang tidak ditentukan.
Salam
Panitia dan seluruh pendukung Hotmaonda Saragih, Olanson Girsang, Yohana Purba, Erni Saragih, Sy Emil Sipayung, Sy Ida Saragih, Rita R Saragih, Rista Saragih, Sy Ronselina Saragih, Debora Girsang, Mariani Sitio, St Simon Saragih, Sinar Saragih, Sy Monang Sumbayak, Sy Ferry Allan Purba, Sy Indra Lambok Saragih, Juan Girsang, Derpina Sinaga, dr Apul Sipayung, Elisben Purba, Jedidia Purba, Andrew Purba, Sopiandi Saragih, Sonly Saragih, Tomy Saragih, Dio Saragih, Gandhi Saragih, Elly Girsang, Darma Saragih, Niar Purba, Yessy Damanik, Helen Sijabat, Simon Sitopu, Benny Manria Purba, Sy Johanes Manihuruk, Fany Sinaga, Rini Girsang, Gloria Sinaga, Dan lain-lain St Jamasdin Saragih, St Salman Saragih, St Drs Binsar Panalom Saragih, St Jabat Irwan Damanik, St Johanes Girsang, Sy dr Jan Maurisdo Purba, Sy Ir Paul Purba, St Darwin Sinaga, Sy Jan Freddy Saragih, St J Usdek Purba, St Jeson Simanjorang, Sy Maridensima Sitopu, Jimmy Saragih, Masliana Saragih |
|
Last Updated on Wednesday, 17 June 2009 13:22 |
|
Arsip
-
May, 2009
-
April, 2009
-
March, 2009
-
February, 2009
-
January, 2009
-
December, 2008
-
November, 2008
-
October, 2008
-
September, 2008
-
August, 2008
Pengunjung Online
We have 7 guests online
|