Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS – RABU, 22 APRIL 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS – RABU, 22 APRIL 2020

*Ibadah Harian Keluarga GKPS*
Rabu, 22 April 2020

1. Mandoding Haleluya No. 386:1+3

Agepe sungkod mata manonggor
Seng anjai sungkod, holong ni Tuhanta
Seng ipaturut, hita on tarbador, asal tangihon hata-Ni in
Pongkut martonggo,
ungkab uhurmu
Sai jalo Jesus baen batar-batarmu
Napaluahkon ronsi namarmudu, asal tangihon hata-Ni in

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Jona 2:7

Sanggah mandatei hosahku ibagas, hudingat ma Jahowa; jadi das ma tonggoku Bamu, hu rumah hapansingonMu
_Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepadaMu, ke dalam baitMu yang kudus.

4. Renungan

Kadangkala manusia teringat “Sang PenciptaNya” di saat dalam kesesakan. Sepenggal kalimat yang diuangkapkan oleh Kahlil Gibran “Kamu berdoa di saat sulit dan saat engkau butuh…”. Dalam kalimat yang lain mengartikan, doa dipanjatkan di saat kita butuh, di saat kita mengalami pencobaan, di saat kita kesusahan. Hal yang seperti ini juga diceritakan dalam kisah seorang laki-laki bernama Yunus. Seorang yang dipanggil Tuhan untuk pergi ke Niniwe untuk menyampaikan kehendak Tuhan atas segala kejahatan yang sudah dilakukan bangsa itu. Tetapi Yunus malah lari pergi ke Tarsis. Pelariannya ini mengakibatkan penderitaan baginya. Penderitaan itu mengajarkan dan mengingatkannya untuk taat pada perintah Tuhan. Konsekuensi dari ketidaktaan yang ia alami adalah penderitaan yang luarbiasa. Penderitaan yang dialami Yunus sungguh sangat memilukan, deritanya digambarkan seperti dunia orang mati, dilemparkan ke pusat lautan, terangkum oleh arus air, gelora dan gelombang melingkupi dirinya (ay.1-3). Di tengah kesulitan yang dihadapi Yunus terungkaplah doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah.
Ada pengakuan Yunus akan kesalahannya, bahkan penyesalan atas ketidaktaatannya itu. Yunus menyadari semua yang dialaminya itu karena ia mengingkari panggilan Tuhan. Dalam situasi yang demikian tidak ada hal lain yang dilakukannya selain berdoa. Ayat 7 menyebut: “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan dan sampailah doaku kepadaMu, ke dalam baitMu yang kudus.” Saat ia mengalami kesusahan barulah ia teringat kepada Tuhan, Tuhan yang memanggil dia untuk melakukan tugas penting tapi Yunus mengingkari panggilan itu. Panggilan yang mulia untuk melakukan tugas penting mengingatkan orang-orang Niniwe atas kejahatan yang mereka lakukan. Yunus tidak mengikuti perintah Tuhan. Di dalam kesesakan itulah Yunus bersyukur kepada Tuhan dia masih hidup, Tuhan menyelamatkannya. Karena itu ada nazar yang disampaikan yaitu mempersembahkan korban syukur atas segala kasih dan penyertaan Tuhan baginya. Yunus yakin bahwa keselamatan itu hanyalah berasal dari Tuhan.
Jadi hal yang dapat kita pedomani dari pengalaman Yunus dalam nas hari ini adalah ketaatan dalam panggilan Tuhan adalah hal yang harus diutamakan, jangan berdalil dan beralasan untuk tidak mengikuti perintah Tuhan. Setiap orang percaya diingatkan untuk terus konsisten dengan panggilannya, di mana saja tempat kita bekerja mengabdikan diri, keterkaitan akan tanggungjawab yang dipercayakan harus kita kerjakan dengan sepenuh hati. Kesesakan oleh karena penderitaan hidup boleh Tuhan pakai untuk menyadari kekeliruan kita dalam memahami dan menjalankan kehendakNya. Sehingga ada pengakuan atas segala kesalahan, tidak akan pernah kita manusia yang hina mampu bertindak benar dihadapan Tuhan tanpa pertolongan dan bimbinganNya. Oleh sebab itu kesadaran akan siapa diri kita di hadapan Tuhan akan menciptakan rasa syukur walau di tengah derita. Karena Tuhan masih memberikan kesempatan untuk bisa semakin baik lagi. Kesadaran akan siapa diri kita juga menciptakan ada janji iman untuk mempersembahkan korban sebagai persembahan bagi Tuhan. Selain itu nas ini mengingatkan kita sekali bahwa doa adalah komunikasi yang sangat penting dengan Tuhan. Selalulah berdoa, jangan menunggu saat kesesakan atau kesusahan terlebih dahulu menghampiri. Amen

5. Mandoding Haleluya No. 127:1-2

Jahowa Siparmahan au, aha pe lang hurangni
Na sambor pe sai ipadaoh, do humbai pinahan-Ni
Tudu ibaen na lambut in, lao pagoluhkon tonduyhin ibaen holong atei-Ni
Itogu au bai na lihou, bah tubuh hagoluhan
Ibaen do tonduyhin siou, bai dalan hasonangan
Sonang do uhurhin tongtong, sadokah au i tanoh on, pasangapkon goran-Ni

6. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.