Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 14 Mei 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 14 Mei 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS

Kamis, 14 Mei 2020

 

  1. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 454:1

Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku

Kunaikkan doa pada-Nya, sehingga hatiku lega

Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan segar;

Ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

 

  1. Tonggo

 

  1. Ayat Harian : Epesus 4:24

Anjaha pakei nasiam ma jolma na baru, na tinompa usih hubani Naibata, ibagas hapintoran ampa hapansingon na botul.

Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

 

  1. Renungan

Melalui nas ini Rasul Paulus menegaskan kepada orang-orang Kristen di Efesus agar mereka jangan lagi hidup dalam kehidupan yang lama. Karena Allah telah memberikan kasih-Nya kepada setiap manusia melalui Anak-Nya Yesus Kristus. Setiap orang Kristen telah menerima baptisan kudus adalah satu tubuh dengan Kristus sebagai Kepala Gereja. Hidup lama adalah jauh dari hidup persekutuan dengan Tuhan karena kebodohan dan kedegilan hati mereka. Paulus menegaskan bahwa umat Kristen bukan hidup seperti itu. Setiap umat Kristen harus menanggalkan manusia lama yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan. Setiap orang Kristen harus mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Dalam identitas sebagai manusia baru, jemaat Efesus dinasehati Rasul Paulus agar tidak lagi hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah ( 17-19). Sebab Yesus menyelamatkan manusia agar hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang berbeda dengan kehidupan orang yang tidak percaya. Lahir baru yang membuat orang menjadi manusia baru memang merupakan sebuah perubahan radikal dari cara hidup yang terpisah dari Kristus ke cara hidup yang memuliakan Allah (22-24).

Sebagai orang Kristen, kita diharapkan untuk hidup kudus dan tidak lagi berkompromi dengan dunia ini. Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat secara pribadi, saat itu kita “ … dimateraikan dengan Roh Kudus,” (Efesus 1:13). Kuasa Roh Kudus inilah yang     senantiasa menuntun dan membimbing kita kepada segala kebenaran. Namun kuasa itu tidak akan menyertai kita kalau kita tidak menjalani kehidupan yang kudus. Kehendak Tuhan atas kita adalah hidup yang kudus, tak bercacat dan cela sampai Tuhan datang menjemput kita. Saat ini dunia sedang dalam situasi yang semakin buruk terlebih akibat pendemi covid-19. Di sebagian keluarga akibat stay at home (tinggal di rumah), belajar, bekerja dan beribadah di rumah, di sebagian rumah tangga terdapat kemarahan, pertikaian, ketidakjujuran, ketidakpedulian dan lain-lain. Adapun anjuran pemerintah agar tiap orang menjaga jarak (physical distancing) di pasar,

di tempat umum, masih ada orang yang tidak peduli. Melalui nas ini Paulus menasehati kita orang Kristen agar menjalani kehidupan yang kudus di dalam Tuhan. Makin hari kita makin         intim dengan Tuhan, sebagai tanda kita intim dengan Tuhan adalah tetap mengenakan manusia baru, tidak mau berbuat dosa lagi. Tetapi ramah (peduli) seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kita. Amin.

 

  1. Mandoding Haleluya No. 348:1

Sauhur sapanriah ma, ganup kuria in.

Marhasadaon na dear ibagas Tuhan in.

Riap ma hita haganup, mamuji Tuhan rup.

Mardamei, marsiurupan, marsihaholongan.

 

  1. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa Kami.

Departemen Persekutuan GKPS

 

One Response

  1. St. Manser Purba berkata:

    Diateitupa…ma Pandita. Andohar boi tongon Gabe jolma na baru hanami ibagas na mangidangi. Horas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.