Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS, Jumat 15 Mei 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS, Jumat 15 Mei 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS

Jumat, 15 Mei 2020

 

  1. Mandoding Hal no 142:1

Buei ope na siat in bai pesta parunjukon

Ganupan sipardousa in porsaya sirahanan

Ai Naibata mandilo Ham hubani hasonangan in

Ham lo, ham lo, idilo Naibata

 

  1. Tonggo

 

  1. Ayat Harian: Heber 9:15

Anjaha in do halani, ase gabe Siholang Ia bani padan na baru, aima ase ijalo na tardilo in na binagahkon ai, in ma siteanon na so ra mubah in, dob lobei matei Ia, laho pasaloseihon panlanggaron na tarjadi bani padan na parlobei in.

Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

 

  1. Renungan

Pada umumnya sesuatu yang baru pasti akan lebih baik, karena memang semua orang pasti menginginkan yang baru itu akan membawa kehidupan yang lebih baik, suasana yang lebih baik, hubungan yang lebih baik dengan orang lain, dan pertumbuhan yang lebih baik dalam segala hal. Pembaharuan yang dilakukan tentu tidak selamanya menggantikan yang lama, namun ada juga tindakan yang memperbaiki yang lama atau melengkapi yang lama agar semua menjadi lebih baik.

Ketika perjanjian yang pertama diberikan Allah kepada umatNya ternyata tidak semua berjalan dengan baik, padahal perjanjian yang pertama berisi tentang hubungan Allah dengan bangsa Israel sebagai umat pilihanNya yang akan diam di tanah yang dijanjikanNya. Fakta mengatakan bahwa bangsa Israel sebagai umat perjanjian ternyata melakukan kejahatan yang dilakukan bukan hanya di antara mereka, atau dengan orang lain, tetapi juga dengan Allah yang telah memilih mereka. Inilah yang kemudian membuat Allah bertindak untuk memperbaharui kehidupan mereka dengan suatu perjanjian yang baru.

Yesus hadir untuk menghubungkan kembali umat yang telah jatuh ke dalam dosa itu. Inilah sebabnya Yesus disebut sebagai Pengantara. Sebagai Pengantara Yesus sendiri yang melakukan ritual pembersihan atau penghapusan dosa, bukan dengan darah domba tetapi dengan darahNya sendiri. Dialah Imam Besar yang menjadi Pengantara umat manusia dengan Allah. Kita yang lemah ini telah dihubungkan kembali oleh Kristus kepada Allah.

Dengan status kita sebagai umat yang sudah diperbaharui maka kita diminta untuk senantiasa menjaga kekudusan kita dalam setiap pergerakan kehidupan kita. Kita tidak lagi diperhamba dosa, tidak kalah dengan dunia ini. Meskipun ancaman covid masih ada di tengah kehidupan kita, kita harus tetap mengingat pengorbanan Yesus yang menyelamatkan dan memperbaharui hidup kita, sehingga kita bisa tetap berpengharapan dan menjadi yang terbaik dalam hidup ini. Amen.

 

  1. Mandoding Hal no 352:1

Ai halongangan do hape holong ni Tuhan in

Itobus Kristus au hape pardousa na doyuk

Tapi hubotoh janah porsaya bani gogohNi pakon kuasaNi

Ai iparorot do tong goluhku das bai parujungan in

 

  1. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

 

Departemen Persekutuan GKPS

One Response

  1. Anonim berkata:

    👍👍👍👍👍👍👍👍👍😇😇😇

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.