Menu
Categories
  TATA IBADAH PESTA SEKOLAH MINGGU, PARROH NI TONDUY NAPANSING
18/05/2020 TATA IBADAH

DOWNLOAD==>TATA IBADAH PESTA SM

          TATA IBADAH PESTA SEKOLAH MINGGU

       PARROH NI TONDUY NAPANSING

       Minggu, 31 Mei 2020 (Pentakosta I)

Tema:

“Ibohali Manghobaskon Horja na Madear” (2 Timoteus 3: 17)

Subtema:

“Pasirsir ma kuria in gabe sipambobai na toruh maruhur, sihabiari Naibata, Sibalosi ajar, ibagas biak namadear,

ase lambin tarbarita goranni Kristus”

(Mateus 5 : 18-19, Markus 9 : 35)

 

  1. Votum-Introitus-Doa

P   : Di dalam nama Allah Bapa, dan Tuhan Yesus Kristus, serta Roh Kudus, Pencipta langit dan bumi. Amin

Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Haleluya, Haleluya, Haleluya

J   : (menyanyikan) Haleluya, Haleluya, Haleluya

P   : Marilah kita berdoa!

Ya Tuhan Allah Bapa kami, puji dan syukur kami persembahkan ke hadiratMu, karena dengan kuasaMu, Engkau telah mendirikan jemaatMu di dunia ini. Engkau telah mengutus Roh Kudus untuk mempersatukan jemaatMu. Kami memohon kiranya melalui ibadah ini, kami semakin mempercayai pimpinan Roh Kudus, yang menuntun, mempersiapkan dan yang menjadikan kami menjadi saksi-saksi yang benar, serta memantapkan setiap langkah kami dalam menyongsong kehidupan yang kekal yang telah disediakan oleh Tuhan Yesus Kristus. Amin

  1. Bernyanyi : KJ No. 3 :1+4

Kami puji dengan riang Dikau, Allah yang besar;

Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar.

Kabut dosa dan derita, kebimbangan, t’lah lenyap.

Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.

Mari kita pun memuji dengan suara menggegap,

menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap.

Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang,

Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang.

 

  1. Pengampunan Dosa

  P   : Marilah kita berdoa, untuk mengaku dan memohon keampunan dosa kita!

Ya Tuhan Allah Yang Mahakuasa dan Mahakudus. Engkau telah menyatakan diri kepada kami selaku Allah Yang Esa. FirmanMu telah mengajarkan kepada kami untuk mengasihi Engkau dengan sepenuh hati, karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan sumber kehidupan dan pengharapan kami. Roh-Mu selalu setia membimbing kami agar sungguh-sungguh memahami firmanMu serta melakukannya. Akan tetapi kami sering lebih mengutamakan yang lain serta menaruh pengharapan dari padanya. Kami juga berdosa sebab kami sering kurang yakin terhadap janji-janjiMu, sehingga kami tergoda untuk mengharapkan berkat dan perlindungan dari dunia ini. Kami menyadari bahwa kami sesungguhnya tidak layak lagi disebut sebagai anak Tuhan. Namun kini kami datang bersujud di hadapanMu, mengaku dan memohon pengampunan dosa. Kami percaya Tuhan mengampuni kami oleh karena rahmatMu. Baharuilah hati dan pikiran kami oleh Roh Kudus supaya kami semakin memahami firmanMu. Ya Tuhan, kasihanilah kami, ampunilah segala dosa-dosa kami. Dalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin

Dengarlah dan percayailah  firman Allah, janji tentang pengampunan dosa.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Allah telah mengampuni semua dosa kita oleh kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, marilah kita mewujudnyatakan hidup baru.

Kemuliaan bagi Allah di tempat Yang Maha Tinggi.

J    : Amin

  1. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 40:1-2+4

Ajaib benar anugerah pembaru hidupku!

‘Ku hilang, buta, bercela; olehnya ‘ku sembuh.

Ketika insaf, ‘ku cemas, sekarang ‘ku lega!
Syukur, bebanku t’lah lepas berkat anugerah!

Kudapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
dan Tuhanlah perisaiku tetap selamanya.

 

  1. Refleksi (Dibacakan seorang anak)

Petang itu Riki sibuk membuat PR, “Heran, mengapa guru-guru suka memberikan PR yang banyak?” pikir Riki. Bila sudah selesai, ia akan bermain ke rumah Herman, tetangganya. Siapa tahu Herman punya game baru.

“Kriiing!” tiba-tiba telpon berbunyi. “Huh, siapa yang menelpon. Mengganggu aku saja” keluh Riki dalam hati. Ternyata Papa yang menelpon. Katanya teman Papa, Pak Anton akan datang. Jadi Riki harus menyambutnya, menyediakan minum, memberikan Koran dan majalah supaya Pak Anton bisa membaca sambil menunggu Papa pulang dari kantor.

“Ada-ada saja. Kalau PR-ku selesai, aku tidak bisa main ke rumah Herman dong!” Pikir Riki agak kesal. Tetapi, mau apalagi. Kembali Riki mengerjakan PR-nya. Tepat ketika PR selesai dan Riki memasukkan buku-buku ke dalam tas, terdengar bel berbunyi:”Diiiing doooong, diiiing doooong!”. Riki keluar dan membukakan pintu untuk Pak Anton. Seorang pria sebaya Papa berpakaian rapi tersenyum ramah dan menanyakan nama Riki. “Oom Anton, Papa belum pulang. Tetapi katanya Oom tunggu saja!” sambut Riki. Riki menyediakan minuman dan majalah. Oom Anton mengucapkan terima kasih. Ketika itulah Herman datang. “PR-mu sudah selesai belum, Ki?” Tanya Herman. “Sudah, tadinya aku mau main ke rumahmu. Tetapi…!” Riki tidak  jadi melanjutkan kalimatnya.

“Wah, maaf ya, kedatangan Oom menganggu. Teman Riki ini siapa namanya ya?” kata Oom Anton. “Herman Oom!” jawab Herman. “Nah, kalian berdua duduk di sini. Kalian boleh bertanya apa saja. Oom akan menjawab, dan Oom jamin kalian tidak akan menyesal!” kata Oom Anton.    Riki mengernyitkan dahi dan berputar pandang dengan Herman. “Maaf, Oom ini pekerjaannya apa?” Tanya Herman ingin tahu. “Oooh, Oom ini seorang guru, tetapi masih belajar jadi murid yang baik!” jawab Oom Anton santai. “Mata pelajaran apa, Oom?” Tanya Riki penasaran.

“Semua mata pelajaran, terutama mata pelajaean yang bisa membuat orang bahagia dan berhasil!” jawab Oom Anton. “Jadi kalian bisa tanya apa saja!” Herman jadi bersemangat. “Oom, mengapa guru suka memberikan PR yang banyak?” tanya Herman.

“Gunanya PR adalah untuk mengulangi apa yang sudah diajarkan. Jadi Guru bisa tahu murid sudah mengerti apa yang sudah diajarkan atau belum!” jawab Oom Anton. Herman dan Riki mengangguk.

“Oom, mengapa ada guru yang galak dan ada guru yang baik?” tanya Riki. “Di dunia ini ada berbagai macam tipe orang. Murid juga ada yang berani, ada yang pemalu, ada yang pendiam, ada yang banyak bicara. Karakter guru juga bermacam-macam. Tetapi setiap guru ingin muridnya berhasil. Jadi guru yang galak juga akan baik kepada anak-anak yang memperhatikan pelajarannya. Bersungguh-sungguh belajar, selalu membuat PR!” jawab Oom Anton.

“Oom, mengapa guru suka memisahkan murid yang duduk sebangku dengan sahabatnya? Kan lebih enak kalau setiap murid duduk sebangku dengan sahabatnya!” tanya Herman lagi.

“Kamu memang betul. Lebih enak kalau sahabat kita berada di sebelah kita. Sebetulnya tidak ada peraturan yang melarang kita duduk sebangku dengan sahabat kita. Hanya kadang-kadang murid yang duduk sebangku dengan sahabatnya cenderung suka mengobrol. Dan itu menganggu konsentrasi belajar murid. Kalau merugikan murid, terpaksa guru bertindak memisahkan dua sahabat itu!” jawab Oom Anton.

“Oom mata peljaran apa yangpaling penting?” tanya Riki. “Semua mata pelajaran penting! Tetapi, yang terpenting adalah pelajaran agama Kristen. Pelajaran itu harus kita praktekkan. Tuhan Yesus mengasihi, ya kita juga harus mengasihi orang lain. Tuhan Yesus suka menolong, ya kita juga mengasihi orang lain. Benar tidak?”. Kata Oom Anton sambil tersenyum.

Wah, asyik juga bercakap-cakap dengan Oom Anton. Ketika ayah Riki pulang, maka Riki dan Herman pergi ke rumah Herman. “Berbicara dengan Oom Anton itu menyenangkan. Wah, kita lupa tanya Oom Anton itu mengajar di mana?” tanya Herman pada Riki. Riki mengangkat bahu dan kemudian berkata, “nanti kutanyakan pada Papa!” Malam hari Riki bertanya Oom Anton itu mengajar di mana apakah dia guru SD dan mengapa dia masih belajar jadi murid yang baik? Papa tertawa.

“Oom Anton itu bukan guru SD. Dia itu pendeta. Memang dia mengajar jemaat, tetapi dia juga masih belajar jadi murid Yesus yang baik.” Bukankah kita juga harus selalu belajar jadi murid Yesus yang baik?” jawab Papa. Riki mengangguk.

 

  1. Bernyanyi : KJ No. 376:1+3

Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;

Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu

Reff:

Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu:

Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

Ikut dan menyangkal diri, aku buang yang fana,

hanya turut kehendakMu dan padaMu berserah

Reff:

 

  1. Pengakuan Iman

P   : Marilah kita mengikrarkan Pengakuan Iman kita, bersama-sama dengan    orang percaya di segala tempat, di sepanjang zaman dan masa:

P+J: Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa Khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, lahir dari anak dara Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging dan hidup yang kekal. Amin

  1. Acara Khusus
    1. Mambasa Tonah Pimpinan Pusat GKPS
    2. Puisi
    3. Bernyanyi KJ No. 237:1+3

Roh kudus tetap teguh, Kau pemimpin umatMu

Tuntun kami yang lemah lewat gurun dunia

Jiwa yang letih lesu mendengar panggilanMu

“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera

Bila nanti tamatlah pergumulan dunia

Dalam sorga mulia nama kita tertera

Asal kita ditebus, pun dipanggil Roh Kudus

“Hai musafir, ikutlah ke neg’ri sejahtera

 

  1. Khotbah

 

  1. Persembahan

P   : Sebelum kita mengumpulkan persembahan, marilah kita mendengarkan firman Tuhan yang menjadi dasar bagi kita untuk memberikan persembahan, yang tertulis di dalam: Ibrani 13:16, “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah”.

Sekarang marilah kita mengumpulkan persembahan kita!

 

(Sambil mengumpulkan persembahan jemaat/keluarga menyanyikan lagu pujian Betapa Hatiku)

P+J : (Menyanyikan)

Betapa hatiku, berterimakasih Yesus

Kau mengasihiku, Kau memilikiku

Hanya ini Tuhan persembahanku

Segenap hidupku, jiwa dan ragaku

s’bab tak kumiliki harta kekayayaan

yang cukup berarti tuk ku persembahkan

Hanya ini Tuhan permohonanku

Terimalah Tuhan persembahanku

Pakailah hidupku sebagai alatMu

seumur hidupku

 

  1. Doa Persembahan-Penutup-Pengutusan-Berkat

P    : Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan! Ya Tuhan Allah, pemilik segala kehidupan ini, kami bersyukur kepadaMu atas pemeliharaan, tuntunan dan penyertaanMu. Engkau memberikan makanan, pakaian dan segala kebutuhan kami. Sebagai ucapan syukur, kami datang membawa persembahan, yang sesungguhnya juga berasal dari padaMu. Kiranya Engkau menguduskan dan memberkatinya agar menjadi persembahan yang harumdan kudus untuk kemuliaan namaMu. Kami memohon kiranya berkatMu semakin berkelimpahan di dalam kehidupan kami. Kiranya Roh Kudus mengajari kami supaya semakin tulus mempersembahkan hidup dan segenap apa yang kami miliki untuk kemuliaan namaMu. Terimalah doa persembahan kami di dalam nama Yesus Kristus, Juruselamat kami. Amin

J      : (Menyanyikan)

Pada-Mu Tuhan dan Allahku, kupersembahkan hidupku

Dari-Mu jiwa dan ragaku, hanya dalam-Mu ku teduh

Hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga kuberikan

P     : Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bui seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.

J      : (Menyanyikan)

Kar’na Engkau yang punya Kerajaan dan kekuasaan dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin

P      : Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Pulanglah dengan damai sejahtera dan terimalah berkat dari Tuhan Allah:

Tuhan memberkati kita dan melindungi kita

Tuhan menyinari kita dengan wajahNya

Dan memberi kita kasih karunia

Tuhan menghadapkan wajahNya kepada kita

Dan memberi kita damai sejahtera. Amin

J      : Amin, Amin, Amin

 

Puisi

Lima Puluh Dua Tahun Sekolah Mingguku                     

   By:Pdtns

Diawali kisah Robert Raikers yang berbelaskasihan

Melihat anak-anak jalanan yang jauh dari Tuhan

Ia mempersatukan kami mengenal namaMu

Dalam persekutuan kami yang penuh sukacita

Menikmati kebenaranMu sesuai dengan usiaku

Indah, sungguh indah menerima berkatMu di sana

 

Lima puluh dua tahun sudah Sekolah Minggu GKPS

Pintaku, teruslah menjadi garam dan terang dunia

Guru-guruku, lanjutkanlah tugas panggilan gerejawi

Karena engkaulah pahlawan iman kami yang rapuh

Ajarkan kepada dunia yang fana bahwa Allah setia

Melebihi kesetiaan sang mentari menyinari ke bumi

 

Saat ini dunia diheningkan oleh virus corona

Kau perintahkan kepada kami di rumah aja

Virus yang membuat kami beribadah di rumah aja

Sepuluh jari mungilku kulipat saat berdoa

Kumohonkan supaya Tuhan melihat dan bekerja

Tepat pada waktuNya virus pun dilalukanNya

 

Saat ini 52 tahun sudah Sekolah Mingguku

Mengajarku dengan iman yang teguh berkata

“Mengenal Tuhan adalah kesukaanku”

“Menyebut Tuhan adalah kebanggaanku”

“Memandang salib Yesus adalah keselamatanku”

Yesus, Engkaulah segalanya dalam hidupku

(Dibacakan oleh dua orang Anak Sekolah Minggu)

 

Tinggalkan Balasan
**