IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS – RABU, 17 JUNI 2020

*Ibadah Harian Keluarga GKPS*
Rabu, 17 Juni 2020

1. Nyanyian Kidung Jemaat No. 408:2

Di jalanku yang berliku dihiburNya hatiku;
bila tiba pencobaan dikuatkan imanku.
Jika aku kehausan dan langkahku tak tetap,
dari cadas di depanku datang air yang sedap;
dari cadas di depanku datang air yang sedap.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Heber 6:10

Ai sedo na geduk Naibata, gabe lupa Ia bani pambahenan nasiam ampa bani holong ni uhur nasiam, na pinatuduhkon nasiam bani goran-Ni, marhitei pangidangi nasiam hinan ampa sorani bani halak na mapansing in.” Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap namaNya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

4. Renungan

Sering kita jumpai banyak anak-anak Tuhan yang selalu mengeluh dan bersungut-sungut ketika melayani Tuhan. Mereka berkata, “Mengapa hidupku penuh masalah dan tidak mengalami perubahan apa-apa, padahal aku sudah bertahun-tahun melayani Tuhan? Sedangkan orang lain yang tidak terlibat pelayanan hidupnya lebih enak dan terlihat tidak pernah berkekurangan. Lebih baik tidak usah capek-capek melayani Tuhan, mending santai-santai, pelayanan kan urusan hamba Tuhan atau fulltimer, waktuku untuk bekerja saja agar dapat uang banyak. Kalau aku melayani malah kehilangan banyak waktu, tenaga, materi, terkadang dicaci maki dan dijauhi teman dan saudara.” Kita berpikir Tuhan menutup mata atau melupakan segala jerih payah dan pekerjaan yang kita lakukan untuk Dia. Kita menjadi lemah dan tidak lagi bersemangat melayani Tuhan. Secara perlahan ‘api’ itu redup dan akhirnya benar-benar padam. Anggapan bahwa Tuhan diam saja adalah salah besar! Firman Tuhan dengan sangat jelas menyatakan bahwa Tuhan akan memperhitungkan segala yang kita kerjakan untuk kemuliaan namaNya. Apa pun pelayanan kita, tidak satu pun yang terlewat dalam pandanganNya. Tuhan sudah menyediakan upah! Penulis Amsal berkata, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan,” (Amsal 14:23a). Maka dari itu Abraham tetap menunjukkan kesungguhannya dan terus berpegang teguh pada pengharapan, dia menanti janji Tuhan dengan sabar, dan pada waktuNya ia memperoleh apa yang dijanjikan baginya.
Bila saat ini janji Tuhan serasa jauh dan belum sepenuhnya dinyatakan dalam hidup kita, jangan menjadi kendor apalagi frustasi, tetapi “…berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Korintus 15:58). Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu menepati janji-Nya. Dia tidak pernah berdusta. Apakah kita sungguh meletakkan pengharapan kita kepada-Nya? Menanti memang adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan, tetapi menanti adalah bukti kesungguhan iman dan pengharapan kepada Pribadi yang memberikan janji itu. Jangan berusaha menjawab pergumulan dengan cara kita sendiri. Jangan pernah meninggalkan pengharapan kita dalam Tuhan. Pengharapan itulah nutrisi bagi jiwa, yang akan menjaga kita untuk tidak goyah diombang-ambingkan badai kehidupan. Di hari-hari akhir ini maka kita ‘menangkap’ setiap kesempatan yang ada untuk lebih bersungguh-sungguh lagi berkarya bagi Tuhan! Amin.

5. Doding Haleluya No. 102:1

Ham tong-tong ihutkononku, Jesus Sipagoluh ahu
Seng anjai tadingkononku, ham napaluahkon au
Humbai haganup dousangku, pakon humbai uhum in
Natongtong habiaranku, ibaen pardousaonkin

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.