IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 30 Juli 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 30 Juli 2020

1. Doding Haleluya No 138:1 “Johawa Naibatanta do”

Jahowa Naibatanta do, tarbaen batar-batarta
Munsuhta ningon talu do, ibaen parlingodanta
Ai anggo munsuh in, sibolis gorannin,
bajan do akalnin parseda jolma in, seng dong na pag mangkubu.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Kolosse 2:18

Ulang ma ra nasiam rampason pasal upah hamonangan nasiam marhitei halak, na mangkarosuhkon parnalangon diri ampa parsombahon bani malekat, na mangunsagah bani na nididahni ibagas alatan ni tonduyni, na pabanggal-banggal diri, lang maralasan, marhitei pingkiran pardagingon.
Jangan biarkan orang yang senang dengan kerendahan hati yang palsu dan penyembahan kepada malaikat-malaikat menghakimi kamu. Mereka adalah orang-orang yang suka dengan penglihatan hal-hal detail sehingga membuat pikiran mereka sombong karena gagasan-gagasan duniawi.

4. Renungan

Jemaat Tuhan…
Dalam kehidupannya, jemaat Kolose diwarnai dengan ajaran dari guru-guru palsu yang siap mengganggu iman percaya mereka kepada Yesus Kristus dan mengancam masa depan rohani jemaat tersebut. Paulus menggambarkannya sebagai sebuah pertandingan, dan akan ada yang menang ataupun kalah. Keberadaan guru palsu dilihat sebagai suatu pihak yang dapat menyebabkan umat Tuhan di Kolose kalah dalam pertandingan itu. Bagi orang percaya yang terpenting adalah melakukan apa yang Yesus ajarkan dalam kehidupan. Bagaimana mengenali guru palsu seperti yang disebutkan Paulus?

Nas kita hari ini menekankan beberapa hal yang dapat kita kenal sebagai ciri guru-guru palsu, yaitu bahwa mereka adalah orang yang rendah hati (palsu). Tidak ada yang salah ketika kita rendah hati, itu benar dalam arti merendahkan hati di hadapan Tuhan, tetapi faktanya adalah kerendah-hatian guru palsu itu palsu, dengan melakukan hal-hal yang lahiriah secara ekstrim (puasa) untuk mencapai tingkat spiritual tertentu. Selain itu guru palsu beribadah kepada malaikat. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan keimanan kita, karena yang dipahami dan diyakini umat Kristen adalah beribadah kepada Tuhan Yesus dan bukan kepada yang lain. Guru palsu juga berkanjang (berkeras hati dalam melakukan pekerjaan; tekun tidak jemu-jemunya) pada penglihatan. Umat percaya adalah umat yang lebih berpegang pada Firman Tuhan, bukan kepada penglihatan-penglihatan, dan mereka juga selalu membesarkan diri oleh pikiran yang duniawi.

Jemaat Tuhan…
Saat ini kita juga sedang dan akan tetap bertanding, dan dalam pertandingan sangat dibutuhkan sebuah perjuangan yang sungguh-sungguh. Dalam pertandingan, tentu keimanan kita kepada Yesus tetap dalam proses ujian. Bahkan kita juga akan menemui pihak yang dapat mempertanyakan atau mungkin mendebat keimanan kita kepada Tuhan Yesus dengan memberikan argumen yang meyakinkan atau bahkan dengan tampilan dan karakter yang meyakinkan. Pada saat seperti itulah dibutuhkan kekokohan iman kepada Tuhan. Bahwa segala apapun yang ada di dunia ini telah digenapi oleh Tuhan Allah melalui Yesus Kristus. Hal-hal lahiriah telah digenapi dalam kehadiran Yesus. Maka atas apapun dan bagaimanapun selayaknya kehidupan umat Kristen berpusat hanya kepada Yesus. Bila kehidupan dan keimanan kita berpusat kepada Yesus, maka kita akan menjadi pemenang. Biarlah peperangan iman mewarnai kehidupan kita, tetapi biarlah akhirnya kita menjadi pemenang dalam peperangan tersebut. Amin

5. Bernyanyi Kidung Jemaat No 340:1 “Hai Bangkit Bagi Yesus”

Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salibNya! Anjungkan panji
Raja dan jangan menyerah. Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.