Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 18 Agustus 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 18 Agustus 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 18 Agustus 2020

1. Doding Haleluya No. 348:1

Sauhur sapanriah ma, ganup kuria in.
Marhasadaon na dear, ibagas Tuhan in.
Riap ma hita haganup, mamuji Tuhan rup.
Mardamei marsiurupan, marsihaholongan

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Lahoan ni Apostel 11:9

“Jadi marbalos ma sora ai paduahalihon hun langit: Na dob pinapansing ni Naibata, ulang hatahon ai butak!”
“Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!”

4. Renungan

Pada zaman Alkitab, orang Kafir disebut selaku orang yang najis atau haram. Bangsa Israel memandang bangsa Kafir selaku bangsa yang najis menurut hukum Musa sehingga mereka seyogyanya tidak boleh melakukan hubungan atau interaksi dengan bangsa manapun di atas bumi ini. Namun kini setelah Yesus datang dan memberikan diri-Nya menderita dan mati di kayu salib, pembenaran dan keselamatan telah dideklarasikan bagi semua orang yang percaya melalui darah-Nya yang kudus dan berharga. Akan tetapi orang Israel ternyata tidak mengetahui hal itu, bahkan juga Jemaat mula-mula di Yerusalem masih saja memandang bangsa Kafir selaku bangsa yang najis sehingga mereka mengecam Petrus yang pergi memberitakan Injil kepada bangsa Kafir.

Suatu ketika, saat Petrus tengah berdoa di sore hari, dia mengalami suatu penglihatan dimana dia melihat beberapa macam binatang yang menurut hukum Musa adalah binatang yang najis atau haram. Tetapi Allah memerintahkannya untuk menyembelih dan memakannya. Petrus menolak dengan mengatakan: “Tidak Tuhan, tidak..” Kemudian Allah mengatakan: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram”. Di mata Tuhan, setiap orang yang percaya kepada Kristus adalah orang yang telah disucikan dan dibenarkan. Demikian juga dengan kita, Allah telah menyatakan bahwa kita semua adalah orang yang telah dikuduskan dan dibenarkan oleh darah Kristus. Maka janganlah pernah lagi kita mengatakan bahwa kita najis maupun sesama orang percaya.

Selaku orang Kristen, hidup kita harus berubah dan memiliki cara pandang yang baru. Mungkin cara hidup kita yang lama masih nyaman, enak dan menyenangkan, tetapi kita harus berubah dalam segala hal. Untuk berubah memang tidak mudah apalagi kita sudah terlalu nyaman dalam ‘comfort zone’ kita, dalam pola pikir, kebiasaan, watak dan karakter kita yang lama.

Nas ini mengingatkan kita untuk mengevaluasi pandangan kita dan meminta kepada Allah untuk menunjukkan kepada kita apa yang berkenan kepada-Nya. Kemudian kita harus mengatakan sesuai dengan apa yang dikatakan Allah tentang segala sesuatu dan tentang status kita dan saudara kita di dalam Kristus. Allah telah mengatakan bahwa kita dan semua orang percaya adalah kudus dan suci, maka jangan pernah mengatakan kita atau orang lain najis atau haram.
Jangan pernah menyebut sesama najis atau haram. Jangan pernah menghujat saudara dalam Kristus dengan kata-kata kotor. Allah menginginkan kita saling menghargai dan saling membangun dan memberi semangat satu sama lain. Kekurangan saudara kita adalah juga kekurangan kita. Kekurangan pemimpin kita adalah juga kekurangan kita. Jika Allah mengatakan kamu adalah orang kudus, jangan katakan aku najis. Jika Allah mengatakan kamu telah disembuhkan, jangan katakan aku sakit. Jika Allah mengatakan kamu kaya dalam karunia ilahi, jangan katakana aku tidak berguna dan miskin. Demikian jugalah kita harus mengatakan apa yang Allah telah katakan tentang saudara dan sesama kita di dalam Kristus. Katakanlah dalan iman apa yang telah dikatakan Allah tentang segala sesuatu. Amin.

5. Doding Haleluya No. 298:1

Ai na marsanina hita on hape, Lang be marnamubah barang ise pe
Legan bei hatanta ge tanohta pe, sada do Bapanta dingat hita bei

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.