Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 20 Agustus 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 20 Agustus 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 20 Agustus 2020

1. Doding Haleluya No. 307:1

Bani na martonggo ahu hu Bamu o Tuhankin.
Ajar Ham ma au manjalo ganup na binere-Mu.
Mangakuhon songon Jesus bani sitaranon-Niin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuhmu Tuhan.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Timoteus 2:1

Ai pe, on do sipaingatku parlobei humbani haganup. Sihol ma dalankononkon pangindoan, partonggoan, pangapition, ampa hatarimakasihon mangkopkop haganup jolma.
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang.

4. Renungan

Jemaat Tuhan…
Martin Luther pernah berkata: “Menjadi orang Kristen tanpa doa adalah sama tidak mungkinnya dengan hidup tanpa bernafas”, karena doa adalah nafas orang percaya, dapat kita bayangkan apabila ada seseorang yang mengaku sebagai orang percaya, tapi minim dalam berdoa. Hubungan dan komunikasi orang percaya secara pribadi dengan Allah dapat dilakukan dengan berdoa. Hal itu juga yang ingin digarisbawahi oleh Paulus ketika dia memberikan nasehatnya kepada Timotius yang pada saat itu tinggal di Efesus, saat Paulus melanjutkan perjalanannya ke wilayah Makedonia.

Hal pertama yang disampaikan kepada Timotius adalah agar Timotius mengajarkan bagaimana hidup yang sesungguhnya sebagai orang percaya. Bahwa hidup orang percaya tidak boleh lepas dari permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur. Karena inilah yang menjadi ciri dari orang percaya. Hidupnya harus tetap diselimuti dalam komunikasi dengan Allah.

Hanya yang menarik yang kita lihat adalah bahwa ternyata Paulus tidak berfikir tentang melayani diri sendiri, tetapi Paulus sebagai seorang rasul selalu berfikir melayani orang lain. Pola ini terlihat dari kalimat setelahnya, ketika Paulus menuliskan: “untuk semua orang”. Sangat terasa dalam kalimat ini apa sebenarnya sasaran Paulus dalam bermisioner, dia ingin setiap orang menjadi subjek dan objek dari pelayanannya. Ternyata Paulus ingin membawa jemaat Efesus berfikir akan diri orang lain, bukan berfikir akan dirinya. Ternyata kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang erat dalam komunikasinya dengan Allah, dan dalam komunikasinya tersebut dia berfikir tentang orang lain.

Paulus ingin agar jemaat Efesus memohon, berdoa, mengucap syukur untuk orang lain. Tahap orang percaya dalam gambaran Paulus adalah ketika dia sampai kepada tahap berdoa untuk orang lain, dan bukan untuk dirinya sendiri. Inilah yanng akan dicapai jemaat Efesus melalui nasehat dari Timotius.

Jemaat Tuhan…
Kita selalu hidup berdampingan dengan orang lain, karena kita tidak dapat hidup sendiri. Dan melalui nas hari ini ternyata menjadi sebuah pelayanan bagi kita bila kita mendoakan orang lain, berfikir keluar, tidak hanya tentang kita, tetapi tentang orang lain. Apa yang menjadi tujuan akhir kita? Agar setiap orang semakin memercayai bahwa Allah dalam Yesus Kristus adalah Juruselamat setiap orang yang percaya. Keselamatan itu diperuntukkan untuk setiap orang yang percaya kepadaNya, dan kita diberi tanggungjawab untuk membawa orang yang ada di sekitar kita percaya dan memeroleh keselamatan dariNya, maka mari berdoa untuk semua orang. Amin

5. Doding Haleluya No: 350:1

Holong na humbani Tuhan, na roh humbai Jesus in.
Sai totap do marsinondang holongni Tuhanta in
Sai sondangkon ma holong-Ni das bai hagolapan in
Ase haganup pardousa ipaluah Naibata

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.