Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Jumat, 28 Agustus 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Jumat, 28 Agustus 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Jumat, 28 Agustus 2020

1. Doding Haleluya No. 115:4

Ambungkon humbai uhurmin na so margagan in
Ganup na humbai Tuhan in ramot ma jaga in

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Petrus 2:1

Ai pe, ambukkon nasiam ma sagala hajahaton, sagala pangoto-otoion, hasipahulah-hulahon, subil ampa sagala tukas-tukas.
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

4. Renungan

Rasul Petrus mengingatkan jemaat Tuhan untuk hidup sebagai orang yang telah menerima anugerah penebusan dan hidup baru. Ia menasihati supaya orang percaya tidak lagi melakukan perbuatan kejahatan yang tidak menyenangkan dan yang berlawanan dengan hidup saling mengasihi. Anak-anak Tuhan sepatutnya hidup sesuai dengan status yang baru, menjadi manusia baru dan meninggalkan manusia lama. Kita semestinya saling mengasihi satu sama lain.

Singkirkan karakter penipu atau bohong; baik dalam perkataan atau tindakan. Seharusnya itu tidak ditemukan lagi dalam bentuk apapun dari anak-anak Allah. Kita tidak berbohong satu dengan yang lain, tidak ada lagi saling tipu, tidak ada lagi lain dibibir lain di hati. Tidak munafik; berpura-pura pada Allah dan manusia. Berpura-pura kepada Tuhan yakni ketika seseorang menyatakan apa yang mereka tidak punya; kelihatannya mengasihi Tuhan; beriman kepada Kristus, merenungkan firmanNya, tulus dalam pujian dan semuanya yang mereka lakukan yang dapat dilihat oleh banyak orang dan tampak secara lahiriah penuh kebenaran, namun penuh dengan segala kejahatan, semua hanyalah tipu muslihat. Kemunafikan terhadap manusia yakni berpura-pura berteman, mengasihi hanya dalam kata dan lidah saja, berbicara dengan penuh damai di mulut, tetapi di hati penuh dengan kebencian. Ini sangat dibenci oleh Tuhan, sangat bertentangan dengan integritas, kesederhanaan, dan ketulusan hati, karakter dari anak-anak Allah, yang harus saling mengasihi satu dengan yang lain. Iri dan cemburu melihat kebahagiaan, kesejahteraan, kekayaan, kehormatan orang lain sebagai sesuatu yang tidak pantas. Ada kecemburuan dalam hati. Iri terhadap kesuksesan orang lain. Ini adalah sikap yang tidak menghargai berkat anugerah Tuhan yang secara bebas diberikan kepada setiap orang yang dikasihiNya. Tidak lagi melakukan perkataan jahat yakni fitnah, bisikan, umpatan, menyakiti satu dengan yang lain, suka saling menyindir, tuduhan palsu.

Semuanya itu bukanlah tindakan orang yang telah lahir baru dan yang turut ambil bagian dalam kekudusan yang dianugerahkan oleh Tuhan. Bukan seperti orang yang bersaudara sebagai anak-anak Tuhan.
Dari renungan hari ini kita diingatkan bahwa kita harus menanggalkan dan meninggalkan karakter hidup yang lama itu, karena hidup lama itu tidak cocok dengan karakter hidup baru yakni memulai seperti bayi yang baru lahir, yang tidak berdosa dan belum pernah melakukan kejahatan dan dosa, tetapi suci dan murni (1 Pet. 2:2). Yang selalu rindu air susu kehidupan untuk dapat bertahan hidup. Hidup orang percaya selalu tergantung pada Tuhan dan melakukan kehendakNya. Seperti seseorang yang harus menanggalkan baju lama, menyimpannya di rak dan jangan pernah memakainya lagi. Karena tidak cocok lagi dengan hidup yang baru dan karakter yang baru (Ef.4:22; Kol.3:8,9). Hidup baru yakni memakai karakter yang baru. Semua kejahatan dan kedengkian harus ditanggalkan dari hidup. Orang percaya hidup dalam persaudaraan sebagai anak-anak Allah. Dengan begitu kita memperoleh anugerah keselamatan yang sempurna dari Tuhan kita. Amin.

5. Doding Haleluya No.300:3

Paubah hita uhurta, ale,
Na sombah ma Tuhanta!
Harga hita itobus, ale,
Sai ulang namin soya.
Abakkon, abakkon na mapansing, ale,
Galangan bai Tuhanta.

6. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.