IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 15 September 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 15 September 2020

1. Doding Haleluya No. 7:1+4

Porini dong maribu hali, paraloling ni sorangkin
Bois ni gogoh inggananni, mamuji Naibatanta in,
Ibaen malasni uhurhin, hinorhon ni pambaen-Ni in
Tarima kasih ma uhurhu, Bamu o Naibata tongtong;
Ibahen dearni layak-Mu, binere-Mu hubangku on;
Ai ipatudu Ham tongtong ganup na porlu bangku on.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Musa 33:11

Jalo ham ma siluahku na binoan in bamu, ai layak do Naibata bangku anjaha sungkup do ganup bangku. Sai ielek-elek ma ia, gabe ijalo ma.
Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan aku pun mempunyai segala-galanya. Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya.

4. Renungan

Memberi adalah syarat dari pengampunan dan kasih. Ketika kita melakukan kesalahan kepada orang lain, maka selaku orang percaya kita terdorong dan ingin memberikan sesuatu secara tulus dan ikhlas kepada orang yang kita sakiti tersebut. Dan kita tahu bahwa ketika dia tersenyum, saat itu juga kita yakin bahwa dia telah memaafkan kita.

Dalam nas pagi ini, kepada kita diperlihatkan bagaimana Yakub dengan tulus dan ikhlas serta sukacita tanpa terpaksa memberikan suatu pemberian kepada saudaranya Esau yang kepadanya ia telah melakukan kesalahan dan dosa. Karena peristiwa yang sangat menyakitkan itu, mereka harus terpisah sekian lama. Dari Kejadian pasal 33, kita melihat bagaimana Esau telah memaafkan saudaranya dan benar-benar sangat merindukannya.

Dengan demikian Yakub sekali lagi menyadari perbuatan salah yang telah ia lakukan kepada saudaranya dan oleh karena itu ia pun dengan hati yang tulus ikhlas ingin memberikan suatu pemberian kepada saudaranya. Itu berarti, pengampunan yang sepenuhnya telah dia peroleh jika saudaranya Esau mau menerima pemberiannya. Dan kemudian dikatakan bahwa Esau mau menerima pemberian Yakub.

Selain syarat dari pengampunan dan kasih, pemberian juga akan membuat seseorang bersukacita dan bahagia. Ada kata bijak yang mengatakan bahwa, “Kita dapat memberi tanpa cinta dan kasih, akan tetapi kita tidak dapat mencintai dan mengasihi tanpa pemberian”. Memberi adalah suatu aksi kasih dan bukti cinta. Itulah yang menjadi alasan mengapa Yesus rela mempersembahkan dan mengorbankan hidup-Nya bagi kita, karena memang kasihnya begitu besar bagi kita.

Marilah kita juga suka melakukan apa yang telah dilakukan Kristus. Memberilah bukan karena keharusan dan kebutuhan melainkan karena memang kita suka memberi. Memberilah dengan sukacita, tulus dan ikhlas. Allah telah menyediakan dan memberikan segala sesuatu bagi kehidupan kita. Marilah kita senantiasa memberi seperti Allah yang selalu memberi kepada kita. Amin.

5. Doding Haleluya No. 216:1+4

Tonggor ma jenges ni in, ganup na sauhur in.
Parpambaenan na bujur, ’ge hataNi pe botul
Iparbagah Naibata, bani na sauhur da
Pasu-pasu na bahat, uhur na sonang totap.

6. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.