Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Jumat, 25 September 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Jumat, 25 September 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Jumat, 25 September 2020

1. Doding Haleluya No. 115:2

Sai songon hayu dear ho ramos parbuahnin,
Bulung ni pe tabun homa usihi ma sonin.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Korint 3:7

Sedo sipanuan atap sipangarbahi na penting, tapi Naibata, na patubuhkon ai do.
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

4. Renungan

Di tengah-tengah jemaat Korintus terjadi masalah, di mana mereka terlibat konflik dan perselisihan secara terselubung. Jemaat Korintus telah mengelompokkan diri mereka mengikuti pemimpin yang kepadanya mereka setia. Maka jemaat harusnya berhati-hati dalam mengambil tindakan yang demikian. Kebanyakan dari jemaat gagal untuk melihat bahwa konflik di antara mereka semakin nyata dan dapat mengancam persekutuan. Sekelompok dengan mudah menolak yang lain hanya berdasarkan alasan dan opini mereka sendiri. Mereka memberi diri mengikuti orang-orang yang saat itu ternama di tengah-tengah jemaat. Jemaat Tuhan harusnya menjaga dan mengajarkan ajaran yang sehat, menghindarkan percekcokan, pertengkaran dalam jemaat (Tit.2:1;3:9).

Paulus menyelesaikan kesalahpamahaman ini. Ia menyamakan dirinya dengan Apolos sebagai hamba-hamba Kristus; setiap orang melengkapi tugas yang diberikan bagi mereka di tengah jemaat Korintus. Dengan memakai istilah dalam bertaman atau bertani; Paulus menyebut dirinya menanam benih Injil dan Apolos menyiraminya. Namun Tuhanlah yang memberinya pertumbuhan. Penekanan dan gaya yang berbeda tidak lantas berarti bahwa yang satu lebih rohani daripada yang lain. Paulus tidak mau mengangkat dirinya lebih tinggi dari yang lain, demikian juga ia tidak mau meninggikan orang lain dan merendahkan dirinya. Tetapi sebagai jemaat Tuhan harus saling menerima dan saling menghargai satu dengan yang lain.

Apakah seorang menanam atau menyirami sama-sama memiliki kemampuan. Namun tanah tidak memiliki kuasa sendiri untuk melakukan fungsinya. Karena tanah tidak dapat menumbuhkan sendiri benih yang ada. Hanya Tuhanlah yang dapat memberi pertumbuhan kepada benih yang ditanam. Inilah kuasa yang sebenarnya. Hanya Tuhanlah yang layak untuk diikuti dan kepada-Nya manusia setia. Walaupun kita mungkin menerima banyak pengajaran dari seorang guru atau pemimpin namun kita tidak dapat memisahkan diri sebagai tubuh Kristus, walau ada kelompok atau bagian yang lain yang tidak kita sukai. Sebab kita adalah bagian dari jemaat yang telah dipilih dan ditebus oleh Kristus menjadi persekutuan yang kudus di tengah-tengah dunia ini untuk memberitakan kabar baik itu sehingga semakin banyak orang yang kagum akan persekutuan yang indah dalam jemaat Tuhan. Kiranya Tuhan yang menguatkan kita melakukan fungsi dan panggilan kita masing-masing di mana pun kita berada, semuanya untuk hormat dan kemuliaan Kristus sang Gembala Agung. Amin.

5. Doding Haleluya No. 399:1

Tubuhan poyon-poyon i tongah juma in
Manggargar manuk-manuk bai parasaraniin
Marbagei pakon ihan, ibagas laut in,
Ge tinompa na legan, seng targorani in
Ganupan iparmudu, Tuhanta Naibata,
Lobihan iparmudu, ganupan hita da.
Sonai ge halayakon, ibere do homa,
Talup hatahononta, diatei tupa ma.

6. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.