Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 7 Oktober 2020

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 7 Oktober 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Rabu, 7 Oktober 2020

1. Doding Haleluya No. 248:1

Huhaholongi Ham gogohku, huhaholongi Ham tongtong
In ma marhitei pambaenanku, humbani gok ni uhurhon
Ai Ham do manondangi au, ronsi na matei au.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Lukas 13:8

Tapi nini mambalosi: “Tuannami, paturut ham ma lobei in satahun on, ase sompat husangkul tanoh inggot ni in, anjaha hubahen napu hujin.”
Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya.”

4. Renungan

Saudara di dalam Kristus betapa kita patut bersyukur kepada Allah atas segala karunia yang baik yang telah diberikan-Nya kepada manusia. Kasih-Nya yang besar telah mengalahkan segala dosa manusia. Kasih-Nya lebih besar dibanding perbuatan manusia yang terkadang hidup didalam dosa. Dosa menjadikan hubungan manusia dengan Tuhan menjadi rusak. Namun Tuhan mengerti akan manusia. Seruan akan pertobatan itulah yang selalu diwartakan oleh Tuhan Yesus selama pelayanan-Nya bahkan menjadi seruan Gereja juga dalam setiap zamannya. Sungguh Allah tidak menginginkan kematian orang fasik, namun Ia mengharapkan pertobatan dari kejahatannya menuju kebaikan dan Ia selalu menanti akan perubahan hidup manusia.

Perumpamaan yang diberitakan Yesus melalui teks ini hendak menceritakan tentang kebaikan hati sang pemilik pohon ara yang tidak menebang langsung pohonnya yang tidak berbuah, melainkan mengizinkan untuk memberi sedikit waktu lagi untuk menunggunya menghasilkan buah.

Memang seharusnya hidup orang Kristen haruslah menghasilkan buah. Menjauhkan diri dari dosa yang membuat jurang pemisah dengan Tuhan. Mereka yang berbuah adalah manusia yang mati bagi dirinya sendiri atau yang sering kita sebut dengan pertobatan. Namun walaupun demikian, yang belum berbuah tidaklah langsung mendapatkan hukuman dari Tuhan melainkan Dia menunggu untuk perubahan kita.

Dalam perumpamaan itu pengurus tanah memohon supaya penghakiman (tebang) tidak terjadi dan beruntungnya pemilik pohon itu tidak menolaknya. Hal ini yang menunjukkan bahwa Tuhan itu adalah murah hati, sabar, berbelas kasihan dan suka mengampuni. Dia tidak mau menghukum jika belum melakukan segala sesuatu yang dapat menyentuh manusia untuk bertobat. Dapat ditafsirkan pengurus tanah di sini menggambarkan Yesus yang menjadi pewarta pertobatan. Dan kita patut bersyukur akan Yesus Kristus sang juruselamat kita yang membela dan menebus kita dari segala perbuatan dan kesalahan kita di hadapan Tuhan.

Sungguh berharga pembelaan Yesus Kristus bagi kita, dan hanya dengan menjauhkan diri dari dosalah kebaikan itu dapat kita balas. Saudaraku Tidak berguna membangkang di hadapan Tuhan, sungguh Allah telah menyediakan tempat yang terbaik bagi manusia yang berkenan kepadaNya. Saat ini marilah kita meluluhkan hati kita, sehingga keselamatan yang dari pada Allah tidak berlalu dari kita. Amin

5. Doding Haleluya No. 129:1

Ai jumpah au na holong atei, au na tarbuang in hinan.
Jesus Tuhan parholong atei hubangku na kahou hinan.
Nuan hutanda Tuhankin, parholong atei banggal in,
parholong atei banggal in.

6. Tonggo Ham Bapanami/ Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.