IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 13 Oktober 2020

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 13 Oktober 2020

1. Doding Haleluya No. 381:1

Ringgas au pararatkon Hata-Ni Tuhan in,
ronsi hasangapon-Ni, ge holong uhurNiin.
Ambilan siharganan, Hata ni Tuhan in,
pasonang paruhuran ampakon Tonduy in.
Tongtong do marmulia barita ni Tuhanta,
sai lambin tarambilan Goranni Tuhan in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Lahoan ni Apostel 20:10

Jadi turun ma si Paulus, ijomba ma ia lanjar iabing, anjaha nini ma: Ulang nasiam lutu, ai ibagas dirini ope tonduyni.
Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.

4. Renungan

Seseorang tertidur saat kebaktian di gereja adalah hal yang biasa terjadi. Namun seseorang yang masih muda dan baik hati meninggal saat mendengarkan khotbah adalah suatu peristiwa langka. Apalagi orang yang sudah meninggal dapat hidup kembali adalah suatu peristiwa yang mustahil bukan? Hal tersebut tidak mungkin bagi dunia, tapi mungkin bagi Tuhan dan orang percaya seperti yang dialami Eutikhus seorang muda yang terjatuh dari lantai tiga saat mendengarkan khotbah Paulus dan meninggal seperti diceritakan dalam nas bacaan pagi ini.

Mengapa Eutikhus sampai tertidur saat Paulus mengajar? Mungkin dia terlalu lelah bekerja atau karena pertemuan itu sudah larut malam ataupun pertemuan itu lebih lama dari biasanya. Apapun alasannya, faktanya saat itu adalah bahwa Eutikhus sampai tertidur. Dan hal itu bukan masalah serius, tapi yang menjadi masalah adalah bahwa dia memilih tempat duduk yang tidak biasa yaitu dekat jendela di lantai tiga, posisi yang baik memang untuk merasakan segarnya angin malam tetapi adalah posisi yang berbahaya bagi orang yang mudah mengantuk. Dapat dibayangkan bagaimana teriakan jemaat yang sangat riuh saat Eutikhus kehilangan keseimbangan dan jatuh mendarat di tanah di luar ruangan disertai suara dentuman keras. Kekacauan pun terjadi sambil semua yang hadir berlari turun ke bawah dan keluar untuk melihat kondisi Eutikhus di tanah. Ketika nafas dan detak jantungnya diperiksa ternyata dia sudah mati.

Namun ke tengah-tengah peristiwa kematian dan kepanikan itulah kuasa dari Yesus Kristus yang bangkit datang. Dengan dorongan dari Roh Kudus, Paulus pun merebahkan dirinya ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Dapat kita bayangkan bagaimana penuhnya sukacita yang terjadi saat itu karena Eutikhus dapat hidup kembali. Itu adalah suatu kenyataan yang tidak terbayangkan dan melebihi harapan manusia.

Terkadang memang kita membutuhkan sesuatu yang dinamakan ‘wake-up call’ dalam hidup kita. Dan tentu kita berharap hal itu datang tanpa kita terlebih dahulu jatuh dari jendela. Seringkali kita kehilangan kesadaran terhadap apa yang sedang dikatakan dan diperbuat Allah dalam hidup kita, akhirnya kita semakin lelah dan lemah. Karena itu setiap saat kita perlu dibangunkan dan disadarkan kembali. Dan hal itu adalah suatu kesempatan berharga untuk membaharui misi dan panggilan kita. Panggilan ‘wake up-call’ dari Allah adalah peristiwa di mana kita dapat mengalami dan merasakan bagaimana Allah menghembuskan nafas kehidupan baru ke dalam iman dan pelayanan kita. Karena itu marilah kita senantiasa meminta kepada Tuhan dalam doa agar Dia senantiasa membangunkan kita dari ketertiduran kita untuk melakukan kehendak-Nya yang pasti mendatangkan sukacita. Amin

5. Doding: Haleluya No. 299:1

Domma ihopkop Tuhanku tonduyhu ase maluah tonduyhu tongtong
Domma isasap Tuhanku dousangku ase manggoluh tonduyhu tongtong
Malas uhurhu megah uhurhu lao pasangapkon Tuhan bai goluhkon.
Nai ma hapeni holongni ateiNi hita pe patut marholong tongtong

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.