Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 11 Februari 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 11 Februari 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 11 Februari 2021

1. Doding Haleluya No. 12:1-2 “O Jesus Panondang”

O Jesus Panondang i dunia on, mula ni na torang tangar hatangkon
Sai holong atei-Mu bai pardousa on, Ham ma mangapohi na marhoru on

Sasap Ham dousangku ale Tuhankin, halani daroh-Mu na madurus in
Ulang lang uhurhu lanjar soh Bamu, halani sahit-Mu pakon daroh-Mu.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Psalmen 27:1

Humbani si Daud, Jahowa do panondang pakon haluahon bangku, mintor bani ise ma ahu mabiar? Jahowa do batar-batarni goluhku, bani ise ma ahu gobir?
Dari Daud, Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

4. Renungan

Jemaat Tuhan…
Banyak hal yang terjadi yang kadang membuat kita khawatir dan gelisah dalam hidup ini. Pandemi covid-19 yang belum juga usai terkadang membuat kita waspada terhadap segalanya. Istilah OTG (orang tanpa gejala) semakin meningkatkan kekhawatiran kita bila bertemu dengan orang lain, pertanyaan yang sering muncul dalam hati adalah “jangan-jangan dia OTG?” mau tidak mau menyebabkan tidak nyaman bertemu dengan orang lain. Benar ketika vaksin telah diberikan dan dengan menjalankan protokol kesehatan, paling tidak itu salah satu cara untuk memutus mata rantai covid-19, tapi tetap saja ada masa kita merasa khawatir dengan situasi ini. Belum lagi dampak dari pandemi yang mau tidak mau mengganggu aspek-aspek dalam kehidupan kita, kesehatan, perekonomian, dll, sehingga ada saatnya kita merasa bahwa hidup ini susah.

Jemaat Tuhan..
Hal yang hampir sama juga dialami oleh Daud, saat dia merasa banyak orang yang memusuhinya, banyak orang yang mengejar dan menginginkan nyawanya, Daud merasa jalan sudah buntu, hidup dengan penuh kekhawatiran, seolah tidak ada jalan keluar. Tapi menarik dalam kesaksian Daud, bahwa justru dalam kondisi yang seperti itu, Daud sampai kepada titik kematangan iman. Ternyata kesusahan, keterjepitan hidup membawa Daud sampai kepada titik klimaks akan pengenalannya kepada Allah. Ya, Daud mengatakan bahwa Allah adalah “terang, keselamatan, benteng hidup.” Untuk bertahan dalam hidup, ternyata kita membutuhkan ketiga hal ini. Kita membutuhkan terang sehingga kita tidak terjatuh, kita membutuhkan keselamatan sehingga kita tidak binasa, dan kita membutuhkan benteng hidup agar kita dapat bertahan. Pengenalan Daud pada Allah dan kedewasaan imannya membuat Daud menyimpulkan bahwa tanpa Allah maka dia akan mengalami kejatuhan, kebinasaan dan ketidakmampuan untuk bertahan. Hal inilah yang diimani Daud, sehingga dia tidak takut dan tidak gemetar menghadapi masalah yang susah, bahkan mengahadapi musuh yang siap mengancam hidupnya, karena dia memliki Allah yang menjadi andalannya.

Jemaat Tuhan…
Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan menjumpai dan mengalami masalah dalam hidup ini, tetapi mari kita lihat bahwa masalah yang kita hadapi adalah proses yang diberikan Allah kepada kita untuk semakin melihat kemahakuasaanNya, dan apapun yang kita hadapi adalah cara Allah membentuk kita untuk semakin dewasa dalam iman, sehingga saat kita menerima kesusahan hidup, akhirnya kita mampu mengatakan bahwa “aku tidak takut, aku tidak gemetar karena Dia adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupku.” Berjalan bersama dengan Tuhan akan memusnahkan kekhawatiran dan ketakutan kita dan berjalan bersama Tuhan akan membuat segalanya menjadi baik-baik saja, dan kita tenang dalam pimpinanNya. Amin.

5. Bernyanyi KJ. No. 410:1 “Tenanglah kini hatiku”

Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku
Di tiap saat dan kerja, tetap kurasa tangan-Nya
Tuhanlah yang membimbingku, tanganku dipegang teguh
Hatiku berserah penuh, tanganku dipegang teguh

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.