Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 11 Maret 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 11 Maret 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 11 Maret 2021

1. Doding Haleluya No. 5:1-2 “Hupuji Holong ni Atei-Mu”

Hupuji holong ni atei-Mu, o Tuhan Jesus Rajangkin
Bamu huondoskon tonduyhu, ai do napinindo Mu in
Huhalupahon ma diringku mamingkir holong ni atei-Mu.

Sai ipindahi Ham do ahu, Ham pe huhasiholi do.
Itogu uhurMu uhurhu halani ai hubere do:
Ipilih Ham hinan tonduyhu, ai pe hupilih Ham Tuhanku.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Mateus 7:26

Tapi na mambogei hatang-Kin, hape seng ihorjahon, usih ma ia bani halak na oto, na pajongjong rumahni bani horsik.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

4. Renungan

Jemaat Tuhan…
Hal penting yang menjadi perhatian saat seseorang mendirikan bangunan adalah fondasi bagunan tersebut, yang di dalamnya termasuk memerhatikan kualitas tanah, ketahanan bangungan, kedalaman fondasi, material yang digunakan (beton baja bertulang), yang tujuannya agar bangunan berdiri kokoh, tidak mudah roboh, dan tahan terhadap setiap kemungkinan yang terjadi (misalnya banjir, gempa). Faktor penentu ketahanan bangunan adalah terletak pada fondasinya.

Agaknya gambaran tentang bangunan ini menjadi contoh bagi Yesus untuk mengajar pada saat itu. Banyak orang yang datang dan mendengarkan ajaran Tuhan Yesus. Tetapi jumlah yang banyak itu tidak membuat Yesus merasa bahwa banyak juga yang melakukan ajaran-Nya (firman-Nya). Beranjak dari hal itu, maka Yesus mengatakan dalam nas kita hari ini bahwa, “setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.” Yesus mengakui bahwa banyak yang mendengar perkataan-Nya, tetapi ada kemungkinan jumlah yang melakukan perkataan-Nya tidak sama dengan yang mendengarkan, maka Yesus mengatakan orang yang tidak melakukan perkataan-Nya diibaratkan sebagai orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kenapa bodoh? Ya, karena rumah yang didirikan di atas pasir tidak memiliki ketahanan, tidak kokoh, dan mudah roboh. Bila banjir datang, maka rumah tersebut akan rusak, bahkan hanyut terbawa banjir. Rumah itu akan menjadi sebuah bangunan yang rapuh. Hal yang sama juga akan terjadi kepada setiap orang yang mendengar tetapi tidak melakukan perkataan Yesus, hidupnya akan rapuh, tidak kokoh, dan mudah roboh, karena fondasinya tidak kuat. Akibatnya bila ada persoalan, maka dia menjadi rusak dan bahkan hanyut oleh persoalan kehidupan yang ada.

Jemaat Tuhan…
Sesungguhnya Yesus mengharapkan kita menjadi pelaku firmanNya, karena firman-Nya menjadi kekuatan dan menjadi dasar kehidupan kita. Benar, bahwa banyak hal yang kita hadapi saat ini, pandemi Covid 19, bahkan dengan varian yang baru yang muncul akhir-akhir ini, membuat kita merasakan kekhawatiran. Vaksinasi yang telah diterima oleh sebagian orang juga tidak menjadi jaminan kita terhindar dari virus itu.

Pandemi juga menambah persoalan yang berhubungan dengan perekonomian kita, banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya, dan persoalan yang lainnya. Semua itu adalah badai, yang mengintip kehidupan kita, tetapi melalui nas ini, Yesus mengingatan bahwa bila kita mendengar dan melakukan firman-Nya, maka kita akan kokoh dan tidak mudah roboh, karena kita memiliki fondasi yang kuat, tapi bila kita mendengar dan tidak melakukan firman-Nya, maka kita adalah orang bodoh yang menantikan kekalahan dalam menghadapi persoalan, karena fondasi kita tidak kuat. Saat ini kita diberi pilihan dalam menjalani kehidupan, berjuanglah menghadapi hidup berlandaskan fondasi yang kuat, yaitu Firman Tuhan. Amin.

5. Doding Haleluya No.496: 1-2 “Idilo Tuhan Naibatanta”

Idilo Tuhan Naibatanta, haganup Kuria-Ni in.
Ase manjalo haluahon, nabinoban ni Kristus in
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal holi dob ni, bai ujung ni panorangmu.

Sai jalo ma ganup hata-Ni, sai buhai ma uhurmu.
Sonai homa ge sinondang-Ni, in ma baen gabe suluhmu.
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal holi dob ni, bai ujung ni panorangmu.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.