Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 30 Maret 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 30 Maret 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 30 Maret 2021

1. Doding Haleluya No. 321:1

Sai orod bai silang-Mu Jesus iananku
Bah tubuh mabaor ijin in ma inumonku
Silang ni Tuhankin in ma pujionku
Anggo das magira au in dodingkononku

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Mateus 26:38

Gabe nini ma hubani sidea: Pusok tumang do uhur-Hu, hira na matei do. Ijon ma hanima, anjaha puho ma hanima rap pakon Ahu.
Lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

4. Renungan

Tekanan atau stress. Apakah anda merasakan dan mengalaminya? Hidup memang diwarnai tekanan atau stress yang membebani kita. Kita merasakannya di pundak kita saat kita memikul betapa beratnya beban itu. Semuanya itu menekan dan membebani pikiran kita bahkan melingkupi seluruh keberadaan kita. Dengan istilah apapun kita menyebutnya, beban, stress, tekanan atau apapun itu, yang jelas kita dapat merasakan efeknya dalam diri kita.

Yesus juga tidak immun terhadap tekanan atau beban penderitaan. Pada malam saat Dia dikhianati dan ditangkap untuk disalibkan karena dosa kita, rasanya seluruh sejarah kehidupan dan segala perbuatan-Nya yang baik di dunia ini runtuh seketika dan beban berat yang dirasakan-Nya semakin menekan. Dosa dan kesalahan dunia, beratnya pengorbanan-Nya, hukuman Allah serta kelelahan fisik yang merindukan istirahat dan tidur, semuanya itu menambah intensitas beratnya beban yang ada di pundak Yesus pada saat itu. Yesus merasa seperti mau runtuh dan hancur di saat itu sehingga Dia berkata: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.

Sesungguhnya Yesus bisa saja menghindar dari semuanya itu. Dia bisa saja melewatkan malam yang ‘kelabu’ itu dengan tetap tinggal di rumah di mana Ia merayakan perjamuan paskah dengan murid-murid-Nya. Atau bisa saja Ia kembali ke rumah sahabat-Nya Maria dan Marta di Betania. Tetapi semuanya itu dilupakan-Nya dan Dia pergi ke Getsemane. Yesus pergi ke sana bukanlah karena tempat itu merupakan tempat yang favorit untuk berdoa. Namun pada malam itu, makna dari tempat itu sedang direpresentasikan. Getsemane berarti pengilangan minyak. Suatu tempat di mana buah Zaitun diperas atau ditekan agar minyaknya dapat dihasilkan. Malam itu adalah malam di mana Yesus mulai menjalani jalan Via Dolorosa yang penuh tekanan dan penderitaan berat menuju Salib untuk keselamatan kita. Tubuh-Nya akan diperas dan mengalami siksaan serta derita untuk menghasilkan minyak urapan Allah sebagai tebusan atas dosa-dosa kita.

Kesungguhan Yesus dalam doa-Nya di taman itu menunjukkan kepada kita betapa berat dan luarbiasanya tekanan yang dirasakan-Nya saat itu. Dia berjuang dan bergumul antara keinginan-Nya untuk lepas dari penderitaan di satu sisi, sementara di sisi yang lain adalah keinginan-Nya untuk tetap taat kepada rencana Allah dan akhirnya ada keputusan final di mana ‘minyak’ dari Allah mulai mengalir. “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”(Mat.26:42), adalah kata-kata yang memberikan ketetapan hati bagi Yesus.

Di saat kita merasakan tekanan dan beban kehidupan saat ini, sebelum kita memohon kepada Tuhan untuk menolong kita, alangkah baiknya sejenak kita mencoba merenungkan apa maksud Allah dengan semuanya itu. Salib dan derita yang kita pikul dalam mengikut Yesus selalu bertujuan mendatangkan kebaikan dan menghasilkan minyak yang harum dari diri kita menjadi persembahan yang hidup bagi Allah. Maka dalam semua itu marilah kita tetap meneladani Yesus dengan tetap berdoa kepada Allah Bapa kita. Tekanan dan beban karena iman kepada Yesus bukanlah sesuatu yang membinasakan tetapi adalah agar segala kebaikan dan minyak yang harum dapat mengalir dalam hidup kita. Amin.

5. Doding Haleluya No. 307:1

Bani na martonggo ahu hu Bamu o Tuhankin.
Ajar Ham ma au manjalo ganup na binere-Mu.
Mangakuhon songon Jesus bani sitaranon-Niin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuh-Mu Tuhan.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.