Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Senin 19 April 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Senin 19 April 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS

Senin, 19 April 2021

 

  1. Mandoding Hal no 137:1-2
  2. Sadokah Jesuskin mangkasomani au

Maporus holsoh holsohkin sai Bani mando au

  1. Parmahan Jesuskin biri-biriNi au

Itogu-togu tonduyhin seng be marmara au

 

  1. Tonggo

 

  1. Ayat Harian: 1 Johannes 3 : 2

Nasiam hinaholongan, anak ni Naibata do hita nuan, anjaha seng talar ope, barang na gabe aha do hita, tapi ibotoh hita do, anggo dob talar Ia, usih ma hita songon-Si, ai idahonta ma Ia, sonaha Ia sasintongni.

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.

 

  1. Renungan

Sebagai orang Kristen kita mau agar status kita nyata di tengah kehidupan ini. Kita tidak mau orang tidak kenal siapa kita dalam arti keberadaan kita yang sesungguhnya. Itulah juga yang ditekankan oleh rasul Yohanes dalam suratnya ini. Kita sungguh berbahagia karena kita nyata sebagai anak-anak Allah. Status ini adalah anugrah bagi kita, karena sudah tentu kita tidak dapat meraihnya karena keberadaan keberdosaan kita. Tetapi karena kebaikan Tuhan melalui Yesus Kristus kita sekarang adalah anak-anak Allah.

 

Rasul Yohanes mempertegas status kita saat ini sebagai anak Allah agar kita tahu bagaimana kita menjalani hidup ini sesuai dengan status kita itu. Pada masa Johanes dan setelahnya ada banyak yang mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi tidak mencerminkan kehidupan spiritual yang diharapkan. Itulah juga mengapa ayat hari ini mengatakan, bahwa meskipun kita tidak tahu apa dan bagaimana keadaan kita nanti, tetapi dengan status kita sekarang sebagai anak Allah kita harus tetap menunjukkan jati diri itu dengan baik.

 

Kehidupan kita sebagai anak Allah haruslah memiliki keyakinan akan kebenaran tentang Yesus yang menyelamatkan dan memberi kehidupan yang baru bagi kita. Kemuliaan yang Tuhan Yesus terima setelah kebangkitanNya, itulah yang akan kita terima kelak sebagai anak-anak Allah. Karena itu janganlah goyah dengan pandangan dan pernyataan dunia yang menyesatkan. Dunia memang tidak mengetahui bahwa Yesus yang bangkit itu telah  dipermuliakan oleh Allah, sehingga dunia meragukan akan kehidupan kekal atau kebangkitan orang percaya.

 

Sebagai anak Allah, rasul Yohanes menambahkan dalam ayat 3 bahwa ketika kita berpegang kepada iman yang membawa kepada pengharapan itu, kita diminta untuk hidup sebagaimana Kristus hidup dalam kekudusan. Inilah panggilan kita sebagai anak Allah yang harus diperlihatkan dalam praktek hidup sehari-hari. Mari kita tetap berpegang kepada pengaharapan kita dan kita berupaya untuk melakukan terbaik dalam perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan ini.

 

  1. Mandoding Hal no 252:2

Sonang i lambung Jesus rup hita lao hujin

Ianan na tarsulur do i lambungNi in

Domma sirsir itagang hasonanganta in

Ase marhasonangan na roh hu Jesus in

Sonang i lambung Jesus rup hita lao hujin

Ianan na tarsulur do i lambungNi in

 

  1. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami