Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 28 April 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 28 April 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Rabu, 28 April 2021

1. Doding Haleluya No. 5:1

Hupuji holongni atei-Mu, o Tuhan Jesus Rajangkin
Bamu huondoskon tonduyhu, ai do napinindo Mu in
Huhalupahon ma diringku mamingkir holongni atei-Mu.

2. Tonggo

3. Ayat Harian : Johanes 4:34

Ihatahon Jesus ma hubani sidea: Sipanganon do ai Bangku, mangkorjahon rosuh ni na marsuruh Ahu ampa mandobkon lahoanni.
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

4. Renungan

Saudara sekalian kita semua pasti sepakat bahwa tidak ada seorangpun di antara kita yang tidak membutuhkan makanan. Makanan adalah zat yang dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi. Setiap mahluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Semua orang berjuang untuk mendapatkan makanannya. Ada istilah yang sering kita dengar yang menghubungkan makanan dengan hidup seperti istilah “makan untuk hidup atau hidup untuk makan.” Sedemikian pentingnya makanan dalam hidup ini, itu sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup manusia.

Ada hal yang menarik di dalam kisah Yohanes ini, ketika Yesus sedang berada di sumur di sebuah kota di Samaria yang bernama Sikhar. Kisah yang diawali dengan percakapan Yesus dengan seorang perempuan Samaria yang hendak menimba air di sumur tersebut. Kemudian setelah perempuan itu pergi murid-murid Yesus menyuruh-Nya untuk makan. Mengajak makan adalah cara murid-murid untuk menjaga stamina dan tenaga Guru mereka yang mereka anggap telah lelah dan lapar, namun Ia tidak langsung memakannya akan tetapi memberi pengajaran kepada murid-murid-Nya tentang makanan-Nya. Dia mengatakan, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Yesus menjadikan pekerjaan-Nya sebagai makanan bagi-Nya. pekerjaan-Nya adalah berbuat baik bagi jiwa-jiwa yang ditemui-Nya, termasuk memberitakan Injil kepada orang Samaria seperti yang telah dilakukan-Nya kepada perempuan Samaria. Dia melakukan pekerjaan-Nya karena kedatangan-Nya yang diutus Bapa adalah untuk menyelamatkan orang berdosa. Kedatangan-Nya ke dunia adalah untuk membawa orang-orang kepada Allah, untuk mengenal Dia dan bersukacita di dalam Dia.

Oleh sebab itulah ketika Dia disalibkan salah satu perkataan-Nya adalah “sudah selesai” (Yoh. 19:30). Yang menandakan bahwa tugas pelayanan untuk menebus manusia dari dosa telah selesai dan telah digenapi-Nya di dunia ini. Demikianlah Ia dengan segenap kesungguhan dan kepatuhan dalam melaksanakan pekerjaan-Nya. Dan tentu Ia juga mendorong murid-murid-Nya serta kita pada saat ini untuk hidup sebagai rekan sekerja Allah dalam mewujudkan kerajaan Allah di dunia ini. Kerajaan yang penuh dengan kedamaian dan sukacita. Tentunya tugas ini harus diperlakukan seperti kebutuhan hidup kita. Sama seperti tubuh ini yang membutuhkan makanan. Amin.

5. Doding Haleluya No. 264:1

Sada do naporlu bangku, Jesus bere Ham ma au
Atap aha do nadong bangku, seng naboi pasonang ahu
Ge arta ge sangap, ganup habayakon,seng boi in mamboban au bai hasonangan
Ai anggo ma dapot nasasada in,sai malas uhur hu hinorhonni in

6. Tonggo Ham Bapanami/ Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS