Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 18 Mei 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 18 Mei 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 18 Mei 2021

1. Doding Haleluya No. 307:1

Bani na martonggo ahu hu Bamu o Tuhankin.
Ajar Ham ma au manjalo ganup na binere-Mu.
Mangakuhon songon Jesus bani sitaranon-Niin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuhmu Tuhan.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Epesus 5:17

Halani ai ulang ma maoto nasiam, tapi arusi nasiam ma, atap aha harosuh ni Tuhan in.
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

4. Renungan

Setiap orang Kristen, dalam satu dan lain hal pasti pernah bertanya tentang: “Apakah kehendak Tuhan dalam hidupku?” Mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup adalah suatu hal yang sangat beralasan dan sangat lumrah. Di atas segalanya, Roh Kudus juga telah menumbuhkan keinginan dalam diri kita untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah Pencipta yang Tritunggal; dan oleh karenanya kita ingin melakukan anjuran Rasul Paulus, yaitu menemukan apa yang diinginkan Tuhan dari kita. (Ep. 5:10; lih. Fil. 2:12–13).

Dalam banyak hal, keinginan kita untuk mengetahui kehendak Tuhan seringkali mengutamakan apa yang berhubungan dengan kebutuhan kita secara pribadi. Kita menginginkan petunjuk dari Tuhan bagi hidup kita secara personal. Kita ingin jawaban dari Tuhan misalnya, tentang siapa yang akan menjadi pasangan hidup kita. Di mana dan bagaimana kita harus menjalani hidup? Apa talenta dan karunia yang dianugerahkan Tuhan bagiku, dan lain sebagainya. Sejumlah pertanyaan ini tidaklah salah dan kita dapat menemukan jawabannya berdasarkan kehendak Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab. Tetapi Alkitab memang tidak memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu secara langsung dan gamblang; oleh karenanya dibutuhkan upaya untuk mengaplikasikannya secara bijak seturut dengan keadaan dan kondisi kita. Dengan bersandar kepada Roh Kudus yang berbicara lewat Kitab Suci, kita membaca firman Tuhan dan juga meminta nasehat dari para hamba Tuhan untuk menolong kita mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan kehendak Tuhan.

Hal-hal yang berhubungan dengan tuntunan yang kita butuhkan secara pribadi, walaupun memang penting, bukanlah merupakan hal yang terutama ketika Firman Tuhan memanggil kita untuk dapat mengetahui kehendak Allah. Yang diminta Paulus dalam nas hari ini adalah bahwa selaku anak-anak terang seyogianyalah tidak menjadi orang yang bodoh melainkan harus berusaha untuk menjadi orang yang mengerti kehendak Tuhan. Paulus telah mendefinisikan kehendak Tuhan yaitu keinginan-Nya untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi (1:9–10). Kehendak dan tujuan mulia ini telah mulai diwujudkan dalam jemaat di mana Yesus Juruselamat dalam kasih-Nya telah mempersatukan baik Yahudi maupun bukan Yahudi dalam satu tubuh dan dalam kasih-Nya untuk tunduk kepada-Nya selaku Tuhan dan Raja Gereja (Ep.1:22–23; 2:11–22; 3:1–21).

Mengetahui kehendak Tuhan dengan demikian berarti kita harus mengutamakan kesatuan dan persekutuan jemaat dalam kasih dan kebenaran. Kita harus mencari dan mengambil peran untuk mewujudkan persatuan ini. Orang-orang bodoh, yang tidak mengetahui kehendak Tuhan, akan selalu menghendaki perpecahan dan terlibat dalam perbuatan-perbuatan jahat seperti yang diingatkan Paulus (Ep.4:17–6:20). Tapi orang yang bijaksana yang mencintai kehendak Tuhan akan mengutamakan dan menyuarakan kesatuan dan persatuan Kristiani dan melakukan apa yang berkenan bagi Tuhan. Mengetahui kehendak Tuhan tidaklah sulit. Yang menjadi persoalan adalah bahwa kita seringkali tidak mampu melakukan apa yang menjadi tugas kita. Kita lebih sering melahirkan perpecahan melalui gossip dan pergunjingan melalui perkataan dan guratan tangan di media sosial. Di samping itu, kita juga seringkali mengutamakan pendapat kita dibandingkan dengan kebenaran Tuhan. Bila demikian adanya, berarti kita belum memenuhi kehendak Tuhan, tapi masih menjadi orang bodoh dan hamba yang tidak berguna. Jika memang masih demikian adanya, marilah kita membaharui diri dan melakukan kehendak Tuhan. Amin.

5. Doding Haleluya No. 240:1

Jahowa pangajamankin, pangapoh bai uhurhu
Napatorangkon langkahkin sonang ibaen langkahku
Sonang tongtong bai uhurhon ibahen Naibatangku
titah-Ni harosuhku.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS