Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 25 Mei 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 25 Mei 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 25 Mei 2021

1. Doding Haleluya No. 17:1-2

Jesus roh hanai hujon, lao mangindo hagoluhan
Ai pe roh ma Ham hujon, janah baen ma pardomuan
Tonduy-Mu pa tonduy nami ulang merap uhur nami.

Golap uhurnami on, nin homa pambotoh nami.
Anggo seng Tonduy-Mu in, paliharhon uhurnami.
Ningon Ham do patureihon dalan sidogeionnami

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Galatia 5:22

Tapi on do buah ni Tonduy: Holong, malas ni uhur, damei, lumbang ni uhur, habasaron, halayakon, haporsayaon, halamlamon ampa panrajaion diri.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

4. Renungan

Dari kitab Kejadian hingga Wahyu, kita menjumpai banyak perumpamaan , analogi dan contoh-contoh yang berasal dari dunia pertanian. Buah adalah salah satu yang paling umum dan sangat sering dipergunakan sebagai analogi untuk menyampaikan pesan Allah. Dalam Yohanes 15:16, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Buah adalah sesuatu yang diharapkan Tuhan dari setiap orang percaya bagaimanapun keadaan dan kondisi hidupnya. Dari nas di atas, Yesus menggambarkan buah tersebut dalam hubungannya dengan kasih dan ketaatan kepada-Nya. Dan dalam nas hari ini, Rasul Paulus memperluas pemahaman tersebut dengan menuliskan, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.” Sikap dan perilaku seperti ini adalah merupakan karakter dari kehidupan yang taat kepada Allah dan bersandar pada Roh Kudus. Kita tidak dapat membuat diri kita menghasilkan buah seperti itu dengan kekuatan sendiri. Hanya Tuhan yang dapat menjadikan buah-buah yang baik itu bertumbuh dan berkembang dalam diri kita serta kita dituntut untuk menyatakan kualitas buah yang baik dalam hidup kita sehari-hari. Buah Roh tidaklah bertumbuh secara otomatis dalam diri kita. Jika kita tidak memeliharanya maka buah tersebut tidak akan bertumbuh. Jika kita tidak mentaati perintah Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, kita tidak akan menghasilkan buah yang baik. Kita harus memiliki keinginan untuk mengembangkan dan menyatakan buah Roh di dalam hidup kita. Buah yang baik harus kita nyatakan dalam hidup melalui relasi kita dengan sesama di mana kita hidup. Jika kita benar-benar hidup dalam Roh, maka buah-Nya akan nyata dalam relasi kita dengan keluarga, sahabat, orang asing bahkan musuh kita sekalipun.

Memang dunia di mana kita hidup tidaklah menghasilkan buah Roh dan seringkali kita jatuh ke dalam perangkap dunia yang justru membuat buah-buah kedagingan semakin bertumbuh dalam diri kita. Dunia sering membicarakan kasih, tapi kenyataannya jauh dari kasih yang sesungguhnya. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Lihatlah berita dalam media cetak , televisi apalagi media sosial, atau datanglah ke jalan-jalan, di sana akan nyata bagaimana dunia kita dipenuhi dengan buah-buah yang bertentangan dengan buah Roh Kudus. Ganti kasih adalah kebencian dan perselisihan, ganti sukacita adalah dukacita dan keputusasaan, kekerasan dan pertengkaran lebih dominan daripada damai. Kita sulit menunjukkan kesabaran terhadap orang lain bahkan terhadap diri kita sendiri.

Dunia ini tidak menghasilkan buah Roh tetapi dunia ini dapat melihat dan mengenal serta menikmati buah yang baik yang nyata dari hidup kita. Dunia bisa saja tidak mendukung pertumbuhannya namun dunia dapat merasakan kenikmatan dan cita rasanya melalui kita. Oleh karena itu, sesuai juga dengan tema kegiatan GKPS saat ini, marilah kita semakin menunjukkan persekutuan dan pelayanan yang berdampak serta menghasilkan buah yang baik dengan memberikan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Amin.

5. Doding Haleluya No. 115:1-2

Sadokah ho i tanoh on papintor uhurmin
Padingat-dingat ma tongtong nidok ni Tuhanmin

Sai songon hayu dear ho ramos parbuahniin
Bulung ni pe tabun homa usihi ma sonin

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS