Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH KELUARGA GKPS Kamis, 27 Mei 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH KELUARGA GKPS Kamis, 27 Mei 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 27 Mei 2021

1. Doding Haleluya No. 80:1 “Ham o Tonduy Napansing in”

Ham o Tonduy Napansing in, masuki uhurnami bei, papansing uhurnami.
Ham sondang na hun surga in, sondangi uhurnami bei, pamalas uhurnami.
Ase masa gabe Hata-Mu ma dalanonkon nami, uhur-Mu ma hubannami.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Johannes 8:12

Dob ai nini Jesus ma use mangkatahon bani sidea, “Ahu do panondang ni dunia on. Seng anjai mardalan bani na golap na mangirikkon Ahu, bani do tene Panondang hagoluhan in.”
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

4. Renungan

Jemaat Tuhan
Nas kita ini adalah sebuah proklamasi/pernyataan dari Tuhan Yesus tentang keberadaan dan eksistensi diri-Nya sebagai Terang Dunia. Apakah proklamasi itu sebuah hal yang “urgent” pada saat itu, sehingga Yesus sendiri yang menyatakan bahwa diri-Nya adalah Terang Dunia? Agaknya untuk memahami apa maksud dibalik pernyataan Yesus ini, maka kita akan melihat ayat setelah nas kita, dimana pernyataan Yesus kepada orang banyak pada saat itu dipertanyakan oleh orang Farisi yang juga berada pada kerumunan orang banyak. Saat Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Terang Dunia itu mengartikan bahwa Dia berasal dari Bapa, yang berbicara bagi Bapa, dan akan pergi kepada Bapa, karena Dia satu dengan Allah Bapa itu sendiri, karena sejatinya bila Dia tidak berasal dari Bapa, dan tidak satu dengan Bapa, maka Dia tidak mungkin bisa menyatakan, “Akulah Terang Dunia.” Jadi poin penting pertama yang ingin disampaikan dibalik pernyataan Yesus adalah bahwa Dia Terang Dunia karena Dia berasal dan menyatu dengan Bapa.

Jemaat Tuhan
Hal kedua di balik pernyataan Yesus adalah bahwa setiap orang yang mengikut Dia, tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Agaknya makna kedua ini sangat terkait erat dengan perjalanan kehidupan bangsa-Nya, saat mereka berjalan di padang gurun, hanya karena Allah menjadi Terang bagi mereka, maka bangsa itu tidak akan berjalan dalam kegelapan, mampu melewati masa perjalanan mereka selama 40 tahun dan sampai ke tujuan mereka. Setiap kita pasti dapat membayangkan bagaimana perjalanan seseorang bila ia dalam kegelapan. Tidak sampai kepada tujuan, tidak dapat menghindari musuh dan rintangan adalah hal-hal yang mungkin akan terjadi bila berjalan dalam kegelapan. Terang juga merupakan lambang dari kehidupan sejati yang menghindarkan manusia dari jerat ketakutan akan kematian, yang penyingkap kebodohan dan dosa manusia. Karena sejatinya kata “Terang” menyatakan terang yang bersinar dengan kuat yang mengamankan serta melindungi dan Yesus bukan saja mengatakan “Akulah Terang” tetapi Ia juga menyertakan kata “dunia” yang menunjuk pada umat manusia yang berada di dunia. Manusia di dunia sedang berada dalam gelap dan saat Yesus mengatakan “Akulah Terang Dunia” artinya “Akulah Satu-satunya Terang yang bercahaya menyinari umat manusia yang berada dalam kegelapan.” Tidak hanya tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi juga memperoleh terang hidup.

Jemaat Tuhan
Tentu nas kita hari ini juga merupakan penegasan Yesus kepada kita yang tinggal di dunia pada saat ini. Ada jaminan yang diberikan Yesus kepada kita hari ini, bahwa Dia sebagai terang dunia memberi jaminan bagi kita bahwa kita akan berjalan sampai kepada tujuan kita, yaitu kehidupan yang kekal, kita tidak akan berada dalam kegelapan, (kuasa dosa), karena kita telah diterangi oleh Sang Terang. Maka firman ini mengudang kita untuk hidup bersama dengan Terang Dunia, karena bersama dengan Dia maka kita akan hidup. Amin.

5. Doding Haleluya No. 12:1+3 “O Jesus Panondang”

O Jesus Panondang i dunia on, mulani na torang tangar hatangkon
Sai holong atei-Mu bai pardousa on, Ham ma mangapohi namarhoru on.

Tonduy, daging uhur ampa gogoh nin, ulang bai na sambor, sai Bamu ma in!
Ningon gok Bamu ma au hinopkop-Mu, ase saud martuah au jabolon-Mu.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS