Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Jumat 27 Agustus 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Jumat 27 Agustus 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Jumat, 27 Agustus 2021

1. Doding Haleluya No. 138:1+3

Jahowa Naibatanta do, tarbaen batar-batarta
Munsuhta ningon talu do, ibaen parlingodanta
Ai anggo munsuh in, sibolis gorannin,
bajan do akalnin parseda jolma in, seng dong na pag mangkubu.
na so bulih lang monang.
Gok pe habiar tanoh on, laho mandorab hita .
Ulang mabiar hita on, ai ningon monang hita.
Age manggila pe, sibolis banta bei,
seng habiaran be; Ai ‘ge sa hata pe,
kuh do manaluhonsi

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Jesaya 52:12

“Ulang pala tarolos hanima mandarat, anjaha ulang marlintun hanima songon na laho maporus, ai Jahowa do mardalan i lobeinima, anjaha Naibata ni Israel do panjaga i pudinima”
“Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu”

4. Renungan

Pernahkah kita ketika mengemudikan kendaraan dan sedang fokus pada jalan di depan kita, tiba-tiba ada kendaraan lain di belakang kita yang datang dengan kecepatan tinggi? Dengan kejadian itu pasti kita sangat terkejut sambil berharap agar pengemudi di belakang kita mau memperlambat kecepatannya agar tidak sampai menabrak ekor kendaraan kita. Kita seringkali membicarakan bagaimana Tuhan memimpin langkah kita akan tetapi nas hari ini berbicara tentang Dia yang juga mengawal dan menjaga kita dari belakang. “Tuhan akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu”. Allah digambarkan menjadi pengawal lengkap dari segala sisi ketika Israel keluar dari perbudakan Mesir. Situasi kehidupan kita, khususnya saat Pandemi ini juga tidak jauh berbeda dengan Israel di Laut Merah, dimana di depan kita air yang ganas menghadang dan di belakang kita tentara musuh mengancam. Kita tidak tahu kemana akan melangkah dan apa yang harus kita lakukan. Namun firman Tuhan datang menguatkan kita dan memberikan jaminan bagi kita sama seperti ketika Dia melindungi Israel dari kejaran tentara Mesir dari belakang dan menyiapkan jalan di depan mereka dengan membelah laut merah. Bangsa Israel aman berjalan berkat perlindungan dan kuasa Tuhan.

Di samping memimpin langkah kita, Allah juga menjaga kita dari belakang. Dia memperhatikan dan mengawasi kita, menuntun kita dan tentu kita sudah mengalami pertolongan dan perlindungan-Nya berkali-kali sepanjang hidup kita. Memang selaku manusia kita bisa saja kuatir akan situasi dan kondisi yang sedang kita hadapi dan apa yang akan terjadi bagi diri kita. Kita bisa dicengkram ketakutan atas kondisi yang terjadi dan apa akibatnya bagi hidup kita. Hal terburuk yang dapat dilakukan pasukan tentara menghadapi musuh yang terlalu kuat adalah balik kanan dan lari. Namun hal itu hanya akan memudahkan musuh mengepung dan menangkap mereka yang sudah ketakutan. Tetapi jika Tuhan ada di belakang kita, kita tidak hanya mampu berdiri teguh, tetapi kita juga tahu bahwa Dia ada di depan kita menuntun dan di belakang kita melindungi. Maka kita tidak perlu takut dan lari terbirit-birit jika Allah memang melindungi kita dari belakang. Karena itu , yang penting adalah mendengar dan melaksanakan perintah-Nya melalui firman-Nya, sama seperti Musa saat itu.

Allah adalah pelindung kita. Dia berkuasa (reign) dan tidak pernah menyerah dan mundur (resign). Seringkali kita menunjukkan sikap hidup seolah-olah Allah telah menyerah dan mundur (resign). Maka kita diingatkan bahwa Allah kita berkuasa (reign). Inilah yang harus kita nyatakan dan katakan di tengah-tengah situasi berat saat ini, dan mari kita tunjukkan itu melalui sinar di wajah kita dan bergema melalui suara kita. Allah akan bertindak menunjukkan kuasa-Nya dan situasi yang menakutkan akan berakhir. Allah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita, maka kita akan tetap aman dan terlindungi oleh-Nya. Dia berjalan di depan dan mengikuti dari belakang kita. Dia merangkul dan memeluk kita, menebus kita dari ketakutan dan dosa sama seperti Israel dari ancaman musuh. Maka jangan goyah dan panik ketakutan menghadapi situasi saat ini, karena Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita. Amin.

5. Doding Haleluya No. 271:1

Naibatangku hasomanku bai arian borngin pe
Ipatorsa do langkahku ase tahan au hape
Sai tenger do uhurhin Naibata hasomankin
Sadokah-dokahni in

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS