Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 23 September 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 23 September 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 23 September 2021

1. Doding Haleluya No. 472:1 “Seng Adong na Dos”

Seng adong na dos, songon Ham o Tuhan, na sai sirsir mangkasomani hanai on.
Pitah Ham tongon, Naibata na sintong, ganup pambahenan-Mu gok halonganan do.
Sagala bangsa do, na jinadihon-Mu, marsombah roh hu lobei-Mu
Pasangapkon Ham, ronsi sadokahnin, timbul janah pansing do goran-Mu ijin.

2. Tonggo/Doa

3. Ayat Harian: Kolosse 2:7

Marurat anjaha ipauli-uli ibagas Ia, jonam marhaporsayaon, songon na dob niajarhon bani nasiam, anjaha lambin martarima kasih.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dalam syukur.

4. Renungan

Jemaat Tuhan
Ada 2 kata yang mengawali nas kita hari ini, yaitu berakar di dalam, dan dibangun di atas Dia. Agaknya Rasul Paulus ingin meneguhkan umat Kristen yang ada di Kolose untuk tetap kokoh dalam imannya. Benar bahwa mereka telah menerima Kristus, tetapi pada saat itu di tengah-tengah jemaat muncul guru-guru yang mengajar ajaran-ajaran yang salah yang menekankan bahwa untuk mengenal Tuhan dan diselamatkan dengan sempurna, orang harus menyembah “roh-roh yang menguasai dan memerintah semesta alam ini”. Selain itu, guru-guru menekankan bahwa setiap orang harus pula taat menjalankan peraturan-peraturan sunat, pantangan dan lain sebagainya. Dalam hal ini, Paulus tidak menentang akan pelaksanaan peraturan, tetapi yang dikritisi Paulus adalah bahwa bukan dengan menjalankan peraturan maka setiap orang akan mendapat keselamatan dari Allah, karena keselamatan itu hanya didapat dari Allah dan itu adalah kasih karunia-Nya. Lalu untuk menerima kasih karunia itu, hal yang harus dilakukan oleh jemaat adalah berakar di dalam Dia. Berakar di dalam, berarti tertanam ke dalam tanah, mencari makan dan pertumbuhan dari dalam tanah, sehingga dapat bertumbuh. Manusia yang berakar di dalam Dia berarti tinggal di dalam-Nya, memahami dan meneladani-Nya sebagai sumber kekuatan hidup, sehingga setiap yang berakar di dalam Dia akan bertumbuh di dalam Dia.

Jemaat Tuhan
Umat percaya juga harus membangun hidupnya dengan pondasi yang kokoh, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Saat pondasi hidup kita kokoh, maka kita akan semakin dapat bertumbuh dan bertambah teguh di dalam iman, berjalan dalam kebenaran firman-Nya, sehingga bangunan umat percaya akan menjadi bangunan/hidup yang teguh di dalam iman, tidak mudah terpengaruh dan terombang-ambing dengan ajaran yang dapat menyesatkan mereka. Dan buah umat yang imannya teguh ialah kehidupan yang berlimpah dalam syukur. Kata “berlimpah” berarti sesuatu yang kita miliki lebih dari yang kita butuhkan. Bagi anak-anak Allah mengucap syukur tidak tergantung situasi dan kondisi, tetapi menjadi gaya hidup. Mungkin sesuatu yang sulit bagi kita untuk berlimpah dalam syukur khususnya pada saat kita mengalami pergumulan, atau bahkan dalam kondisi pandemi seperti saat ini, tetapi justru pada saat itu kita seharusnya memperlihatkan keteguhan iman, bahwa kita telah berakar dan dibangun di atas Dia. Maka hiduplah dalam syukur apapun situasinya. Karena sejatinya bila kita menghidupi ajaran (Firman)-Nya, maka berarti kita sedang berakar dan dibangun di atas Dia. Karena itu, tetaplah berakar dan dibangun di dalam Yesus. Amin.

5. Doding Haleluya No. 351:1 “Iatas ni Onjolan”

Iatas ni Onjolan na gogoh na totap. Na jongjong do Kuria i atas tanoh on. Tuhanta Jesus Kristus, na pajonamkon in. Marhitei pandidion, ampa Hata-Ni in.

6. Tonggo Ham Bapanami / Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS