Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 14 Oktober 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 14 Oktober 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 14 Oktober 2021

1. Doding Haleluya No.350:1 “Holong na humbani Tuhan”

Holong na humbani Tuhan, na roh humbai Jesus in
Sai totap do marsinondang, holongni Tuhanta in.
Sai sondangkon ma holong-Ni, das bai hagolapan in
Ase haganup pardousa, ipaluah Naibata.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Korint 13:8

Seng na ra salpu haholongan in. Ia panjahaion maronti do, mangadi do age sahap, habotohon pe maronti do.
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

4. Renungan

Jemaat Tuhan
Kalimat “Tidak ada yang abadi” mempunyai pesan bahwa apapun yang ada di atas dunia ini, sifatnya adalah sementara. Kekayaan, kecantikan, kepintaran atau apapun itu yang dimiliki oleh seseorang sejatinya bersifat tidak kekal, hanya sementara saja, maka pesan berikutnya melalui kalimat di atas adalah tidak ada alasan bagi setiap orang untuk menyombongkan diri melalui apapun yang dimilikinya, karena pada saatnya semua akan berakhir dan berlalu dari kita.

Jemaat Tuhan
Agaknya rasul Paulus juga berbicara tentang yang kekal dan yang sementara dalam nas hari ini. Dilatarbelakangi konteks umat Kristen di kota Korintus, sesuai dengan informasi yang didengar oleh rasul Paulus mengalami kendala kebersatuan, karena keberagaman pandangan, dan membentuk kelompok-kelompok ditengah jemaat itu, maka rasul Paulus mengirim surat kepada jemaat itu saat dia berada di kota Efesus.

Situasi yang berkembang pada saat itu adalah bahwa jemaat Korintus memahami makna eskhatologis secara rancu dan keliru. Benar bahwa mereka memiliki karunia rohani (1:5), dan menganggap diri sudah dewasa secara rohani, tetapi kenyataan justru sebagai mereka seperti bayi-bayi rohani yang masih duniawi (3:1-3). Memiliki karunia rohani dengan mampu bernubuat, berbahas roh, dan memiliki pengetahuan dianggap sebagai salah satu puncak manifestasi zaman akhir, karena itu mereka melihat bahwa karunia rohani yang mereka miliki mendorong mereka untuk berpikir bahwa mereka sudah hidup pada masa-masa terakhir. Mereka adalah saksi dari masa keemasan dalam sejarah keselamatan. Pemikiran yang seperti itu membentuk sikap mereka yang keliru terhadap karunia rohani, dan melihat bahwa karunia rohani adalah yang terutama, sehingga mereka melupakan esensi dari kehidupan orang Kristen. Relasi horizontal dengan orang lain dilupakan, dan kasih terpinggirkan dalam komunitas mereka, karena mereka cukup puas dengan karunia rohani yang mereka miliki.

Jemaat Tuhan
Dengan kondisi yang seperti itu lalu rasul Paulus menyampaikan pesan bahwa sebenarnya yang esensial bagi umat Kristen adalah kasih, dan kasih itu bersifat kekal, tidak sementara. Sebanyak apapun karunia rohani yang dimiliki oleh seorang Kristen, tetapi bila kasih tidak ada padanya, maka dia telah kehilangan esensinya sebagai umat Kristen. Karena kasih bukan sekadar sebuah kewajiban Kristiani, tetapi kasih merupakan tujuan akhir kekristenan, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama orang kudus di surga kelak, dan ini yang bersifat kekal, dan tidak pernah berubah. Maka miliki dan hidupilah yang kekal, yang tidak pernah berubah, karena itulah esensi kita sebagai umat yang telah menerima kasih-Nya. Amin.

5. Bernyanyi dari Kidung Pujian “Bahasa Cinta”

Andaikan aku lakukan yang luhur mulia
Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna
Reff: Ajarilah kami bahasa cinta-Mu, agar kami dekat padaMu, ya Tuhanku
Ajarilah kami bahasa cinta-Mu, agar kami dekat pada-Mu
Andaikan aku pahami bahasa semua
Hanyalah bahasa cinta kunci tiap hati
Reff: Ajarilah kami…
Cinta itu lemah lembut sabar sederhana
Cinta itu murah hati rela menderita
Reff: Ajarilah kami…

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS