Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 21 Oktober 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 21 Oktober 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Kamis, 21 Oktober 2021

1. Doding Haleluya No. 3:1+3 “Sai Puji Naibata”

Sai puji Naibata ai holong tong atei-Ni, malayak do homa bai ganup tinompa-Ni
Megah ma hita on, mamuji Naibata, ai sasap dousa on, ibahen Naibata

Halani ai talup na bere ma uhurta, bai Naibata unduk ampa Jesus Tuhanta
Sonai ‘ge Tonduy in na roh hubanta on, gantih ni Jesus in, pujion do tongtong

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Roma 12:2

Anjaha ulang ma sarupa nasiam pakon dunia on, tapi mubah ma marhitei habayuon ni uhur, ase boi nasiam manimbangi atap aha do rosuh ni uhur ni Naibata, ai ma na madear, harosuh ampa na gokan dear.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

4. Renungan

Jemaat Tuhan
Secara sederhana melalui nas ini kita dapat menangkap tiga pesan yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Roma. Pesan pertama adalah bahwa umat percaya seharusnya tidak serupa dengan dunia ini. Lalu pertanyaannya adalah, apa yang salah dengan dunia ini? Mengapa Paulus menyampaikan pesan agar umat tidak serupa dengan dunia ini? Pesan ini dipandang sebagai pesan yang menekankan dan menggambarkan bahwa “dunia” yang dimaksudkan oleh rasul Paulus adalah jalan hidup yang jahat, yang berdosa di hadapan Tuhan, cara pandang yang bertentangan dengan kehendak Allah. Rasul Paulus tidak hanya menunjuk kepada perbuatan-perbuatan duniawi, tetapi menunjuk kepada pola pikir, sudut pandang dan sistem kepercayaan yang bertentangan dengan firman Allah. Harapan dengan menuliskan pesan pertama ini adalah agar umat percaya yang ada di Roma pada saat itu, dan kita pada saat ini, semestinya tidak dikuasai oleh keinginan daging, keinginan mata, dan keinginan dunia, dan bila hal itu terjadi, maka tidak ada nilai lebih umat percaya bila dibandingkan dengan orang lain yang belum percaya dan mengenal Kristus.

Lalu, bagaimana agar setiap umat percaya tidak serupa dengan dunia ini? Pesan kedua yang disampaikan rasul Paulus adalah “Berubahlah oleh pembaharuan budi”. Pembaharuan budi seseorang hanya dapat terjadi ketika setiap umat percaya memberi ruang dalam hidup (hatinya) kepada Roh-Nya untuk membaharui budinya. Pembaharuan hanya dapat dilakukan oleh Allah melalui Roh-Nya, dan tidak seorangpun sampai kepada titik pembaharuan budi, bila Roh Allah tidak bekerja atasnya. Hal ini mengandung arti, bahwa keberadaan umat percaya yang tidak serupa dengan dunia ini, selayaknya adalah keberadaan yang tidak terlepas dari Kuasa Roh Allah. Umat percaya harus mengubah kepribadiannya, membaharui dirinya, sehingga hidupnya secara keseluruhan sesuai dengan kehendak Allah. Kata Yunani yang diterjemahkan ”berubahlah” digunakan untuk menggambarkan perubahan dari ulat menjadi kupu-kupu. Artinya, orang yang ingin menyembah Allah harus berubah total. Mereka harus “mengenakan kepribadian baru”.

Jemaat Tuhan
Melalui pesan ketiga rasul Paulus menekankan bahwa hidup yang telah dibaharui oleh Roh-Nya memampukan umat-Nya tidak hanya hidup dalam hidup baru, tetapi umat-Nya akan mengetahui, memahami, dan melakukan apa yang baik, dan berkenan di hadapan Allah. Agaknya ini menjadi tujuan akhir dari pesan Paulus dalam nas ini. Bahwa bila setiap orang percaya mempunyai pemahaman akan apa yang menjadi kehendak Allah, dan pemahaman ini mendorongnya untuk melakukan kehendak Allah. Sehingga sikap ketundukan dan ketaaan kepada Allah itu didorong dan didasari oleh pemahaman dan pengenalan kehendak Allah dalam hidupnya.

Dari ketiga pesan yang disampaikan rasul Paulus kepada kita hari ini, memperlihatkan ada proses yang akan kita jalani sampai kita tiba pada titik akhir tujuan kita sebagai umat percaya. Ada tekad untuk tidak serupa denngan dunia ini, dan tekad itu diwujudnyatakan dengan penyerahan diri untuk dibaharui oleh Roh-Nya, dan melalui pembaharuan itu, maka kita dapat memahami dan mengenal keinginan-Nya dan melakukannya dalam kehidupan kita. Maka jalanilah proses itu bersama dengan Tuhan, sehingga kita melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan kita. Amin.

5. Bernyanyi dari Kidung Pujian “Pribadi yang Mengenal Hatiku”

Seperti rusa yang haus rindu aliran sungai-Mu, hatiku tak tahan menunggu-Mu
Bagai padang gersang, menanti datangnya hujan begitu pun jiwaku, Tuhan
Hanya Engkau Pribadi yang mengenal hatiku
Tiada yang tersembunyi bagi-Mu seluruh isi hatiku Kau tahu
Dan bawa ‘ku ‘tuk lebih dekat lagi pada-Mu
Tinggal dalam indahnya dekapan kasih-Mu

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS