Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 10 November 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 10 November 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Rabu, 10 November 2021

1. Doding Haleluya No. 404:1

Ganup ari do in, ronsi tahun hu tahun,
Sihol do hudodingkon Goran-Mu.
Ham Tuhan Naibata, sai hupuji do Ham,
halani haganup layak-Mu.
Ham arta naharga, poltik hujolom in,
humbani na hinan Ham do tong Naibatangkin.
Bonani na dear, ronsi sadokah nin.
Panondang na lihar, bai ganup nagolap in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Lahoan ni Apostel 20:24

Tapi seng pala harga huhira hosahku, asal ma boi hupaujung langkahku ampa horja na dob hujalo humbani Tuhan Jesus, ai ma na manaksihon ambilan na madear pasal idop ni uhur ni Naibata.
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

4. Renungan

Sebagai seorang Rasul, Paulus dikenal dengan militansinya dalam melayani Tuhan yang dengan semangat tinggi, penuh gairah, berhaluan keras untuk memberitakan Injil dengan penuh pengabdian. Ia adalah seseorang yang tidak kenal kata menyerah. Sesulit apapun hambatan yang dia alami, ditempuhnya dengan semangat dan pengabdian demi tercapainya tujuan. Dalam pekabaran Injil dia ibarat seorang prajurit yang bertempur habis-habisan dan rela mati demi membela kelompoknya karena keyakinannya akan prinsip yang dipegangnya. Bagi Paulus kebahagiaan terbesarnya adalah ketika dia mampu memberikan hidupnya demi kemuliaan nama Tuhan. Dia tidak takut akan apapun tantangan yang ada di dunia sekalipun dengan hal itu nyawanya terkadang terancam. Sebab bagi dia hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Ungkapan ini merupakan bukti penyangkalan diri Paulus karena ketaatannya kepada Allah atas panggilan atas hidupnya serta menjadi penyerahan dirinya yang setia kepada Kristus.

Dalam perjalanan Injil Paulus yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul ini menceritakan bagaimana komitmen yang teguh dari seorang Paulus. Dari Efesus dia berencana pergi ke Yerusalem. Di Yerusalem dia tidak tahu masalah apa lagi yang akan dihadapinya sebagai seorang percaya, namun pada umumnya Paulus tahu bahwa ada badai besar di depannya, sebab dalam konteks kehidupannya penjara dan sengsara adalah sesuatu padanan hidupnya. Namun sekalipun demikian dia tetap memutuskan untuk meneruskan pekerjaannya, dia mengimani bahwa sekalipun kemanusiaannya lemah namun kasih karunia Allah memampukannya untuk meneruskan pekerjaannya. Nyawanya bukanlah sesuatu hal yang ditakutkannya sebab hal itu sudah ada yang mengurusnya. Hidup dan mati adalah di tangan Tuhan. Yang dia pedulikan hanyalah terus maju dan bertekun dalam jalan yang sudah menjadi tugasnya dan adalah kewajibannya untuk mengakhirinya dengan baik. Bukan berarti dia meremehkan hidup yang Tuhan anugerahkan. Pada umumnya orang akan memberikan segala yang dipunyainya sebagai ganti nyawanya namun Paulus mempunyai prinsip yang lain. Dia rela memberikan segala yang dipunyainya, termasuk nyawanya asalkan dia tidak kehilangan kasih Allah kepadanya.

Saudara sekalian dalam segala hal Paulus lebih dari seorang pemenang. Kesukaran yang dia alami tidak memperlambat pekerjaannya namun justru menambah militansi pelayanannya. Tidak ada satu pun yang dapat memisahkannya dalam kasihnya kepada Tuhan. Di dunia ini dia akan melakukan segala sesuatu semampunya, selebihnya Tuhanlah yang mengurus. Dia hanyalah seorang hamba, dan hamba yang setia tidak pernah ditinggal oleh tuannya. Mari menjadi hamba Tuhan yang setia. Amin.

5. Doding Haleluya No. 332:3

Sunsah pardalanankin, ai buei do imbangkin
Sai totap do uhurhin, mangarapkon Ham ijin
Anggo bois bohalhin, tong hubogei sora-Mu
Ai ni-Mu hu togu pe ho hu surga in

6. Tonggo Ham Bapanami/ Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS