Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 16 November 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 16 November 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 16 November 2021

1. Doding Haleluya No 240:1

Jahowa pangajamankin, pangapoh bai uhurhu
Napatorangkon langkahkin sonang ibaen langkahku
Sonang tongtong bai uhurhon ibahen Naibatangku
titah-Ni harosuhku

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Jakobus 4:15

Gantih ni ai, sonon ma patut hatahononnasiam: Anggo marosuh Tuhan in anjaha manggoluh hanami, bahenonnami ma on atap ai.
Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu”.

4. Renungan

Kehidupan kita dengan setiap aspeknya ada di tangan Tuhan. Oleh karena itu segala sesuatu dalam kehidupan kita harus berada di bawah kuasa dan pengendalian Allah. Di sinilah perlunya kita selalu harus menyadari, mengetahui dan mengakui posisi dan kekuasaan Allah atas segala sesuatu dalam hidup ini untuk kemudian kita bertindak dan berbuat seturut dengan kehendak Tuhan. Rencana dan rancangan yang kita pikirkan dan lakukan tanpa mempertimbangkan keinginan dan kehendak Tuhan atau tanpa menjadikan Tuhan menjadi pusatnya akhirnya akan sia-sia dan tidak berarti apa-apa. Di sinilah pentingnya kita harus selalu mencari dan menemukan apa kehendak Allah bagi kita. Sikap yang tepat untuk melihat masa depan kita yang masih terselubung di mata kita adalah dengan merendahkan diri dan tunduk di hadapan Tuhan.

Apa yang dikatakan Yakobus dalam nas hari ini berhubungan dengan ayat sebelumnya yaitu tentang kesalahan pola pikir manusia selama ini yang tidak melibatkan Allah dalam setiap aspek hidupnya. Nas ini mengingatkan bahwa apapun yang kita rencanakan dan lakukan dalam hidup ini harus selalu berdasarkan pertimbangan dan memberlakukan: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu”. Hal itu harus kita lakukan karena memang selaku manusia ciptaan-Nya kita memiliki keterbatasan dan kita tidak mampu melihat dimensi waktu seperti Tuhan yang mampu dan berkuasa atas waktu yang lalu, kini bahkan masa yang akan datang. Kita selaku manusia memang diberikan Tuhan kemampuan untuk merencanakan suatu perbuatan ini dan itu, namun haruslah didahului dengan pernyataan “Jika Tuhan menghendakinya”. Kita harus mengakui dan menyadari ketergantungan kita kepada Tuhan dalam apapun yang ingin kita lakukan dan rencanakan. Dunia dan segala aspek kehidupan yang ada di dalamnya tidak hanya sebatas apa yang dapat kita lihat dan ketahui dengan kemampuan yang ada pada kita, namun ada sesuatu yang jauh lebih besar yang melebihi kemampuan berpikir kita, yang berkuasa mengendalikan dunia ini yaitu Allah sendiri tentunya.

Untuk itu dalam segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup, kita harus mengesampingkan diri dan kemampuan yang kita miliki. Sebaliknya kita harus merendahkan diri dan tunduk kepada kehendak Tuhan serta menjadikan Yesus menjadi penguasa dalam hidup kita. Dengan menjadikan Kristus bertahta dalam hidup kita, menjadi yang utama dan terutama, maka segala sesuatu yang kita lakukan dan setiap keputusan yang kita buat haruslah selalu diuji dengan pertanyaan: “Apa dampak dari semua ini bagi Kristus dan apa manfaatnya bagi umat-Nya?” Misalnya jika kita bergumul dengan keputusan yang akan kita ambil, kita harus mempertimbangkan dampak dan manfaatnya seturut dengan kehendak Tuhan. Apakah sudah sejalan atau bertentangan dengan apa yang diikatakan firman Tuhan. Jika ternyata memiliki efek negatip terhadap relasi kita dengan Kristus maka harus ditinggalkan. Apakah itu berpengaruh secara positip atau negatip terhadap kesaksian dan kebesaran nama Tuhan? Jika itu berakibat negatip dan menjauhkan orang dari Tuhan, maka kita harus menghindarinya. Sebaliknya, jika itu membawa orang semakin dekat kepada Tuhan maka itulah yang kita pertimbangkan dan akan lakukan. Dengan kata lain, segala sesuatu yang akan kita lakukan dan kerjakan haruslah bertujuan untuk menumbuhkan keimanan kita dan orang lain serta mempererat relasi kita dengan Tuhan. Ingatlah Tuhan dalam segala sesuatu yang kita rencanakan dan perbuat dalam hidup kita. Amin.

5. Doding Haleluya No. 307:1

Bani na martonggo ahu hu Bamu o Tuhankin.
Ajar Ham ma au manjalo ganup na binere-Mu.
Mangakuhon songon Jesus bani sitaranon-Niin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuhmu Tuhan.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS