IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Selasa, 7 Desember 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Selasa, 7 Desember 2021

1. Doding Haleluya No. 240:1

Jahowa pangajamankin, pangapoh bai uhurhu
Napatorangkon langkahkin sonang ibaen langkahku
Sonang tongtong bai uhurhon ibahen Naibatangku
titah-Ni harosuhku

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Jesaya 38:17

Tonggor ma, gabe hatuahon do bangku paet ni pangahapanku; anjaha Ham do na manramotkon tonduyhu humbani godung hamagouan, ai isampakkon Ham do ganup dousangku hu pudi-Mu.
Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.

4. Renungan

Hizkia sebagaimana kita ketahui, menjadi raja Yehuda setelah kematian ayahnya raja Ahas yang berbalik dari Tuhan. Hizkia melakukan suatu gerakan pembaharuan besar-besaran demi kebangkitan kehidupan keagamaan di kerajaan Israel Selatan. Dia menghancurkan semua patung-patung berhala, bait Allah di Yerusalem dibangunnya kembali dan ditahbiskan untuk sarana peribadahan kepada Allah, perjanjian Musa diperbaharuinya dan menetapkan kembali perayaan Paskah bagi Israel. Tidak lama setelah itu bencana menimpa Yehuda: Raja Hiskia mengalami sakit parah dan hampir menemui ajalnya (Yes. 38:1). Maka Allah mengutus nabi Yesaya kepada Hizkia untuk menyampaikan suatu pesan yang sangat penting. Suatu pesan yang sangat mengejutkan bagi Hizkia karena menyangkut dirinya sendiri yang tidak ada lagi kemungkinan mengalami kesembuhan. Nabi Yesaya mengatakan kepadanya: “Engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi”(Yes. 38:1). Segala harapan telah pupus, kematiannya telah pasti dan akan segera terjadi.

Adilkah Allah dengan keputusan demikian terhadap hamba-Nya yang baik itu? Apalagi usianya saat itu baru mencapai 39 tahun. Dia adalah pimpinan politis dari bangsa pilihan Allah. Dia telah melayani dan menyembah Tuhan dengan begitu setia. Dia telah memimpin bangsa Allah untuk meninggalkan praktek penyembahan berhala yang dipelopori ayahnya sendiri di masa kerajaannya dan telah memimpin bangsa Allah itu bertobat menuju pembaharuan dan kebangkitan spiritual. Dalam penderitaan dan sakit serta krisis yang sedang dialaminya, tentu yang dibutuhkannya adalah pertolongan dari Tuhan, namun ternyata yang diterimanya adalah suatu pesan yang sangat menyakitkan dan menyesakkan. Adilkah Tuhan memperlakukan hamba-Nya yang setia itu demikian?

Ternyata reaksi dari Hizkia terhadap pesan yang disampaikan Yesaya kepadanya sangatlah mulia dan terpuji. Dalam ayat 2 pasal 38 Yesaya menuliskan: “Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN”. Dalam ayat 3 dikatakan bahwa, “Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat”. Atas semuanya itu, pada akhirnya kita tahu bahwa Allah menjawab doa Hizkia dengan memperpanjang hidupnya 15 tahun lagi. Setelah Tuhan menjawab doanya, dan setelah merenungkan semua yang dialaminya, Hizkia menyatakan kepada kita bahwa dia telah memperoleh pelajaran yang sangat berharga dari apa yang telah dialaminya itu. Maka dia mengatakan dalam nas hari ini: “Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku” (Yes. 38:17). Apa yang telah dipelajari Hizkia dari pengalamannya itu? Apa yang dapat kita pelajari dari situasi sulit yang sedang kita hadapi seperti pandemi saat ini, bencana alam dan yang lainnya yang telah terjadi dalam hidup kita khususnya selama tahun 2021 ini? Kita telah tiba di penghujung tahun ini dan memasuki masa-masa Advent. Ternyata Hizkia mensyukuri segala kesulitan dan penderitaan yang dihadapinya dalam iman yang teguh kepada Tuhan. Maka selaku orang beriman marilah kita tetap optimis dan berpikir secara positip serta mengimani bahwa Allah dapat memakai semua kesulitan, tantangan, dan penderitaan yang kita hadapi untuk menguatkan dan memperbaharui kita menuju kehidupan yang lebih baik dan kudus di hadapan-Nya. Kiranya damai Kristus menyertai kita semua. Amin.

5. Doding Haleluya No. 271:1-2

Naibatangku hasomanku bai arian borngin pe
Ipatorsa do langkahku ase tahan au hape
Sai tenger do uhurhin Naibata hasomankin
Sadokah-dokahni in.

Naibatangku hasomanku ‘ge marsitaronon au
Ia do tongtong Bapaku hinaholongan-Ni au
Sai tenger do uhurhin Naibata hasomankin
Sadokah-dokahni in.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 7 Desember 2021 — 01:46