Jl. Pdt. J. Wismar Saragih Pematangsiantar
+62622 23676
info@gkps.or.id

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 8 Desember 2021

GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN

IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Rabu, 8 Desember 2021

Ibadah Harian Keluarga GKPS
Rabu, 8 Desember 2021

1. Doding Haleluya No. 28:1

Naha ma panjalongku, Bamu o Tuhankin?
Naha panjumpahkonku, Bamu o Rajangkin?
Sondangi Ham uhurhu, na golap na bodoh
Ai sihol bahenonku do hamegahon-Mu

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Sakaria 9:9

Marmalas ni uhur tumang ma ho, ale boru Sion, marolob-olob ma ho, ale boru Jerusalem! Tonggor ma, na roh do Rajamin marayak ho; parpintor anjaha siparmonang do Ia. Toruh do uhurni anjaha mangajak halode, anak ni halode boru-boru.
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

4. Renungan

Dunia sangat membutuhkan kedamaian. Dunia yang tercipta dengan segala keindahannya sangatlah sayang jika dipenuhi dengan keributan dan perseteruan di antara bangsa-bangsa. Maka diperlukan perdamaian dan kebebasan terhadap segala makhluk di bumi ini. Di Indonesia tentang kebebasan sebenarnya telah mengakar dan telah menjadi identitas. Dalam UUD 1945 telah disebutkan bahwa tidak dibenarkan untuk memperlakukan sesama bangsa di dunia ini mengalami diskriminasi, hal itu tertuang di dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan bangsa yang tertindas karena penjajahan, kebebasan terenggut dan diskriminasi terjadi. Di tengah-tengah penderitaan itu, maka pembebas adalah satu-satunya harapan. Dan ketika sudah terbebas, bagaimana seharusnya sikap bangsa tersebut?

Nas renungan kita berbicara tentang sebuah sukacita yang luar biasa di tengah-tengah bangsa Israel. Apa yang menjadi kerinduan mereka telah mereka dapatkan. Bangsa Israel yang telah beroleh kebebasan dari penjajahan Babel sangat bersyukur dan bersukacita karena Tuhan telah berkenan atas mereka. Maka sebagai respon mereka atas anugerah Tuhan tersebut, mereka bersama-sama membangun kembali Bait Suci sebagai tempat mereka membangun persekutuan dan memuji Tuhan. Untuk meneguhkan iman dan pengharapan bangsa itu, Zakaria tetap membimbing mereka sesuai dengan firman Tuhan. Dalam periode ini juga nabi ini menubuatkan akan kedatangan sang Mesias. Di mana karakter Mesias digambarkan seperti raja, dan ketika Dia memasuki Jerusalem disambut teriakan ‘hosanna’ di tengah-tengah banyak orang. Firman-Nya akan diberitakan ke seluruh dunia, dan diterima di antara bangsa-bangsa. Bahkan orang-orang berdosa yang digambarkan sebagai pengalaman diperbudak, akan segera dibebaskan lewat darah-Nya yang tercurah di kayu salib.

Dengan memakai keledai Mesias, yang digenapi dengan kehadiran Yesus akan memasuki kota kudus sebagai Juruselamat, yang siap mengadakan karya luar biasa yaitu penyelamatan terhadap manusia berdosa. Ia sendiri yang mengambil prakarsa untuk datang ke dunia ini karena kasih-Nya. Sebab Allah tahu keadaan umat-Nya. Ia peduli pada umatNya. Karakter Raja yang akan datang itu adalah adil, menyelamatkan, dan lemah lembut. Semuanya ini merupakan kebutuhan umat manusia dari dulu hingga hari ini. Semua karakter baik itu hanya dapat diberikan oleh Tuhan dengan sempurna. Ia adalah adil, memberikan yang terbaik untuk umat manusia. Kuasa damaiNya diberikan bagi orang-orang yang dikasihiNya. Kiranya Tuhan senantiasa menuntun hidup kita, terlebih pada masa Advent ini. Amin.

5. Doding Haleluya No. 30:1

Hosianna, Anak ni Raja David roh hubanta
Parandang ma dalan-Niin, ase masuk bai uhurta
Baen ma gaba-gaba in, bai Tuhanta na roh in

6. Tonggo Ham Bapanami/ Doa Bapa kami

Departemen Persekutuan GKPS