IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS Kamis, 27 Januari 2022

1. Mandoding Haleluya No. 158:1
Megah tumang uhurhu, roh ahu sogod on.
Mamuji Naibatangku, sijaga goluhkon.
Ham do bai hotak in tong do sol pujionku,
janah pasangaponku marhiei Jesus in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Rom 8:1
“Ase, seng mangonai be nuan uhum bani halak na ibagas Kristus Jesus, (na so marparlahou marguru hubani daging, tapi marguru bani Tonduy do).”

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
tulimat (bahasa Simalungun) atau teliti adalah salah satu kata sifat yang berarti cermat, saksama bahkan dapat diartikan ke dalam sifat yang lebih berhati-hati. Demikianlah kata yang tepat untuk kita jemaat Kristen dalam membaca firman Tuhan yang ada di Alkitab. Seperti nas renungan hari ini, dalam Roma 8:1 kita diharapkan untuk membangun dan memupuk sikap lebih tulimat (teliti, berhati-hati), jika kita melihat versi LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) dalam Alkitab bahasa Indonesia, nas ini hanya seperti apa yang tertulis di atas, namun jika kita melihat versi lain dari teks ini, sebut saja KJV (King James Version) “There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh but after the Spirit.” Versi bahasa Simalungun seperti yang ada di atas yang sama-sama mempunyai arti: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus, yang hidup tidak menurut kedagingannya, melainkan menurut Roh.” Jika kita tidak teliti dan hanya membaca nas versi LAI saja, pasti ada dari kita yang meremehkan tulisan rasul Paulus ini. Karena sudah merasa percaya kepada Yesus Kristus, maka menganggap tidak ada lagi penghukuman baginya, merasa sudah aman, sudah selamat dan diselamatkan. Ternyata maksud tulisan rasul Paulus bagi jemaat di Roma ini tidak sesederhana itu. Hal yang tadinya dianggap sepele karena merasa diri sudah ada di dalam Yesus Kristus, ternyata harus dikaji kembali melalui kalimat yang mengikutinya, “yang hidup tidak menurut kedagingannya, melainkan menurut Roh.” Pertanyaannya, apakah kita sudah hidup menurut Roh atau justru tinggal dalam kedagingan yang merasa sudah ada di dalam Yesus namun tidak menunjukkan bentuk keadaan itu?

Jemaat Tuhan,
Roma 8:13 mengatakan, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Orang yang hidup menurut daging sama dengan orang yang hidup sesukanya sendiri; berbicara sesukanya, makan sesukanya, berbuat sesukanya, beribadah sesukanya dan hal suka-suka lainnya yang tidak sesuai dengan Hukum Allah, berarti akan mengalami keadaan MATI. Jangan hanya karena kurang tulimat (teliti, hati-hati) dalam membaca firman Tuhan, kita tidak mendapatkan keselamatan yang dari pada Tuhan. Jika demikian, apa sebenarnya tujuan rasul Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat tersebut?

Jemaat Tuhan,
kalimat “ada dalam Kristus” adalah kalimat yang mempunyai makna khusus. Orang Kristen yang tidak teliti biasanya menganggap “ada dalam Kristus” adalah sama dengan “percaya kepada Kristus.” Tidak demikian, jika hanya sekedar percaya, Yakobus 2:19 juga mengatakan bahwa “setan juga percaya dan gemetar.” Namun yang dimaksud dengan “ada dalam Kristus” adalah sama dengan yang disebutkan dalam 1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Sehingga, siapa yang mengaku ada di dalam Kristus, wajib dan harus hidup sama seperti Dia telah hidup. Maka penghukuman itu tidak akan sampai pada orang-orang yang hidup sama seperti Kristus. Bagaimana hidup sama seperti Kristus? Ibrani 4:15 dan 1 Petrus 2:21-22 menyaksikan “Kristus Tidak Berbuat Dosa.” Sehingga, tujuan rasul Paulus menuliskan surat ini adalah agar jemaat Roma dan para pembaca berusaha hidup tidak berbuat dosa. Oleh karena itu, agar kita tidak mendapatkan penghukuman itu, mari berusaha untuk tetap berada di dalam Kristus, tidak hidup menurut keinginan daging, namun hidup dituntun oleh Roh. Untuk itu dibutuhkan ketelitian dan penyerahan penuh di dalam Roh Kudus. Sehingga, ibadah harian kepada Tuhan ini bukan terjadi hanya karena suka, sempat dan karena ada waktu saja, namun karena tanggung jawab dan keharusan sebagai orang Kristen yang mengaku percaya dan hidup dalam Kristus. Amin.

5. Mandoding Haleluya No. 115:1-3
Sadokah ho i tanoh on papintor uhurmin, padingat-dingat ma tongtong nidok ni Tuhanmin.

Sai songon hayu dear ho ramos parbuahniin. Bulung ni pe tabun homa usihi ma sonin.

Buei do hadearon ni bah tubuh in tongtong. Pausih dirimin hujin baen uhurmin sintong.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 26 Januari 2022 — 15:41