IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Jumat, 4 Februari 2022

1. Mandoding Kidung Jemat No. 454:1-2
Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan Segar;
‘ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.

Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus;
Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Samuel 2:6
“Jahowa do na mamunuh anjaha Ia do na pagoluhkon; Ia do na manampakkon hu tanoman anjaha na patangkogkon use.”

“TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.”

4. Renungan
Masalah bisa membuat hidup seseorang menjadi berbeda. Ketika seseorang tidak kuat menanggung beban masalahnya, ia bisa mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup. Masalah bisa membuat seseorang menjadi sakit, misalnya stres dan hal ini berkembang menjadi penyakit lainnya, seperti: mag, hipertensi, depresi, dll. Masalah juga bisa membuat seseorang melakukan tindakan yang justru merusak (menghancurkan) dirinya, seperti: minum-minuman keras, memakai narkoba, bahkan melakukan tindakan bunuh diri. Oleh karena itu, melalui ayat harian ini kita diminta supaya pergumulan pribadi dan masalah kita tidak pernah mengambil porsi utama menggantikan pergumulan umat Tuhan secara total. Sangat tidak layak bila kita berseru kepada Tuhan untuk “penderitaan” yang kita alami karena berkurangnya pendapatan, sedangkan begitu banyak orang bahkan tidak tahu akan dapat uang dari mana untuk hidup esok hari. Demikian juga sangat tidak layak bila kita terus berseru dan mengeluh tentang keadaan hati kita yang galau karena situasi pandemi yang masih terus berada dalam kehidupan kita tanpa menghiraukan pergumulan seluruh gereja Tuhan akan pentingnya peranan orang percaya untuk menjadikan kehendak Allah di bumi seperti di sorga.

1 Samuel 2:6 ini menyatakan pengenalan Hana akan Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu. Tuhan yang memegang nyawa setiap orang. Setiap hembusan nafas berasal dari topangan Tuhan. Nyawa setiap makhluk ada di tangan-Nya. Ia yang memberikan nafas dan Ia juga yang memanggil nyawa setiap orang untuk kembali kepada-Nya. Teks ini adalah puji-pujian Hana, ibu dari Samuel. Puji-pujian yang dipanjatkan oleh seorang perempuan biasa dengan permasalahan yang sangat kecil bila dibandingkan dengan catatan perjalanan sejarah Israel. Tetapi Tuhan memakainya untuk menyatakan puji-pujian yang bukan saja menjelaskan dengan tepat tentang siapakah Allah, tetapi juga membukakan apa yang akan Tuhan kerjakan di dalam Kristus pada akhir zaman nanti. Inilah pengharapan besar Hana. Sebagai seorang perempuan ia datang kepada Tuhan dengan segala keluh-kesah dan permasalahannya. Tetapi sebagai umat Tuhan ia juga merindukan hal yang lebih besar, yaitu supaya kerajaan Allah jadi di bumi ini seperti di sorga. Kerinduan yang sangat terlihat di dalam ekspresi ucapan syukurnya kepada Allah.

Semakin kita merenungkan hal ini, semakin kita sadar betapa rapuh dan lemahnya kita. Tuhan yang memberikan kelimpahan, maka Tuhan juga yang sanggup membuat orang paling kaya sekalipun menjadi miskin dalam sekejap. Ia juga yang meletakkan orang-orang yang hina dari debu untuk menjadi penguasa bersama-sama dengan para malaikat Tuhan seperti yang akan Tuhan lakukan pada akhir zaman.

Inilah iman Hana kepada Tuhan, dan ia mendapat pertolongan dari Tuhan sebagaimana imannya itu. Demikian juga dengan kita pada masa sekarang ini, mungkin persoalan yang berat sedang menimpa hidup kita. Jalan keluar dan harapan sepertinya sudah tidak ada. Jangan biarkan masalah menghancurkan hidup kita, dan sebaliknya jangan hancurkan hidup kita karena masalah. Tetapi hadapilah setiap masalah dengan iman yang benar dan teguh kepada Tuhan. Tuhan Yesus berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” (Matius 9:29). Amin.

5. Mandoding Kidung Jemaat No. 438:1-2
Apapun juga menimpamu, Tuhan menjagamu.
Naungan kasihNya pelindungmu, Tuhan menjagamu.
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.

Bila menanggung beban berat, Tuhan menjagamu.
Masa depanmu kelam pekat? Tuhan menjagamu.
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 3 Februari 2022 — 14:13