IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Rabu, 9 Februari 2022

1. Mandoding Haleluya No. 139:1
Parroh ni HarajaonMu, aima jumbalangMu;
Halani ai o Jesuskin, seng bulih sundat in.
Ai anggo omei bonih in, lanjar do seng marbuah in.
Maningon lobei matei in, ponop ibagas tanoh in;
Dear do in, ibaen na matei in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Musa 46:3-4
“Dob ai nini ma, “Ahu do Naibata, Naibata ni bapamu;” ulang ma ho mabiar tuad hu tanoh Masir, ai gabe bangsa na bolon do ho tumpakonku ijai. Huhasomani pe ho tuad hu tanoh Masir, anjaha arahkononKu do ho tangkok magira; anjaha si Josep do na manutup matamu holi.”

“Lalu firmanNya: “Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti.”

4. Renungan
Dalam Alkitab Perjanjian Lama, khususnya sebelum zaman nabi-nabi, Allah seringkali berbicara (secara langsung) kepada manusia. Itulah isi dari ayat harian hari ini, yaitu Allah yang sedang berbicara kepada Yakub. Dalam Alkitab Perjanjian Lama, Allah juga seringkali menyampaikan nubuat dan janjiNya kepada manusia. Itu jugalah isi dari ayat harian hari ini, dimana Allah berjanji akan membuat Yakub menjadi bangsa yang besar, menyertainya menuju Mesir, membawanya kembali dari Mesir, serta menjanjikan salah satu anaknya, yaitu Yusuf, yang akan mengatupkan kelopak matanya. Mengapa Allah memberikan janji kepada Yakub? Sepenggal alasan bisa kita dapatkan dari ayat harian hari ini, yaitu karena Allah menyatakan bahwa Yakub merasakan ketakutan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Allah mendorong dan memotivasi Yakub untuk melangkah maju ke depan dan menjauhkan dirinya dari rasa takut. Entah mengapa, perasaan ini juga yang bisa menghampiri kita kapan saja. Setiap orang memiliki ketakutan. Lalu berusaha untuk mengubah apa yang ada pada dirinya agar tidak takut lagi. Tetapi sia-sia, karena rasa takut itu tetap ada.

Suatu kali, ada seekor tikus yang terkenal penakut. Yang paling ditakutinya adalah kucing. Maka ia memohon kepada dewanya untuk diubah menjadi kucing, agar tidak takut lagi. Keesokan harinya, tikus ini pun berubah menjadi kucing. Namun, ia tetap merasa takut, karena selalu ada anjing yang mengejarnya. Ia memohon kepada dewanya untuk diubah menjadi anjing. Esok harinya, ia pun berubah menjadi anjing. Pikirnya, ia sudah menjadi anjing yang berani. Tetapi tidak, karena setiap hari ia dikejar-kejar oleh harimau. Ia kembali memohon kepada dewanya untuk diubah menjadi harimau. Besoknya, ia berubah menjadi harimau. Pikirnya, ialah hewan terkuat yang pernah ada dan tidak takut kepada siapapun. Tetapi tidak. Hampir setiap hari ia ditakuti oleh kehadiran pemburu yang selalu mengejarnya. Maka, lagi-lagi ia memohon untuk diubah. Kali ini menjadi seorang pemburu. Maka keesokannya, ia pun telah berubah menjadi seorang pemburu. Pikirnya, tak ada lagi rasa takut dalam dirinya. Tetapi tidak. Hampir setiap hari ia dibuat takut. Kali ini, ia selalu takut kepada istrinya. Maka, lagi-lagi ia memohon untuk diubah menjadi seorang istri. Besoknya, ia bangun dengan wujud sebagai seorang istri. Masalah selesai, pikirnya. Ia tidak takut lagi kepada apapun dan siapapun. Tapi saat ia ke dapur, ia berjumpa dengan hewan yang paling ditakutinya, yaitu tikus. Akhirnya, agar tidak takut lagi melihat tikus, ia memohon kepada dewanya untuk (kembali) diubah menjadi tikus. Begitulah seterusnya, ia selalu takut walau telah diubah berkali-kali.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,
melalui firman Tuhan hari ini sebenarnya tidak ada masalah dengan siapa kita, apa status kita, dan dimana kita berada. Hal-hal itu sebenarnya tidak bisa menjadi alasan kita untuk takut. Alasan kita takut sebenarnya adalah jika Tuhan tidak menyertai kita. Maka, melalui firman Tuhan kali ini, tetaplah berani, karena kita meyakini bahwa Tuhan menyertai kita. Amin.

5. Mandoding Haleluya No. 378:2-3
‘Ge mardalan bai na golap, ‘ge mardalan bai na golap,
‘ge mardalan bai na golap, huihutkon Jesus in totap.

Jesus do manogu ahu, Jesus do manogu ahu,
Jesus do manogu ahu, huihutkon Jesus Tuhankin.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 8 Februari 2022 — 15:24