IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Kamis, 10 Februari 2022

1. Mandoding Haleluya No. 121:1
Jesus goluh ni tonduyhu, Ham do haporusankin.
Anggo tumpu bai tonduyhu bolis pakon setan in.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: 1 Tessalonika 5:9
“Ai seng, ase sigilaan hita itotaphon Naibata, tapi ase jumpahan hagoluhan do marhitei Tuhanta Jesus Kristus.”

“Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,”

4. Renungan
Jemaat Tuhan,
istilah “penyesalan selalu datang terlambat,” adalah istilah yang sangat populer bagi kita, khususnya ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak tepat. Lalu kemudian orang tersebut menyadari bahwa hal yang dilakukannya adalah tidak tepat, karena sejatinya pesan dari istilah itu adalah bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan, ulangi, dan perbaiki jika waktunya telah tiba karena waktu tidak bisa diputar kembali untuk memperbaiki kesalahan yang sudah terlanjur kita perbuat. Hal inilah yang ingin rasul Paulus sampaikan dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika tentang kedatangan Yesus yang berikut (parousia) di tengah banyaknya ajaran sesat dan kemerosotan moral jemaat Tesalonika saat itu, karena faktanya bahwa banyak jemaat Tesalonika dalam menantikan kedatangan Yesus yang berikut menjadi berhenti dalam bekerja, tidak melakukan apapun. Rasul Paulus menjelaskan bahwa orang percaya harus menjadi anak-anak terang yang berjaga, bangun, dan waspada, bukan menjadi anak gelap yang tertidur pulas di malam hari. Sama halnya adalah suatu hal yang sangat memalukan bagi orang Kristen untuk tidur di siang hari, padahal waktu siang adalah waktunya untuk bekerja. Duduk dan diam serta memandangi langit bukanlah tindakan yang baik dan bertanggung jawab. Dalam berjaga-jaga, orang percaya harus menggunakan perlengkapan senjata Allah, yaitu: iman, kasih, dan pengharapan. Iman adalah benteng terbaik bagi kita untuk melawan nafsu dunia. Kasih akan membuat kita tetap berjaga menghadapi kesusahan dan godaan dunia. Serta, pengharapan akan menuntun kita kepada keselamatan. Keselamatan adalah dasar kita untuk berpengharapan. Rasul Paulus menegaskan bahwa bukan perkara kapan, bagaimana, tanggal berapa yang menjadi titik fokus orang percaya akan kedatangan Yesus, tapi bagaimana kesiapan diri dengan menjaga kehidupan rohani mereka dalam iman dan kasih saat menunggu kedatangan-Nya. Iman dalam artian kepercayaan akan tindakan Allah sebagai pemegang penuh hidup kita dan akan tertuju pada keselamatan eskatologis. Sedangkan kasih adalah tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi juga kepentingan orang lain, sama halnya dengan Kristus yang memberi nyawa-Nya untuk mengasihi manusia.

Jemaat Tuhan,
nas kita hari ini menekankan bahwa saat kedatangan Yesus yang berikut, maka Allah memilih umat-Nya bukan untuk ditimpa murka oleh kebinasaan, melainkan Ia sedang menentukan pengharapan bagi umat-Nya yang senantiasa melakukan kehendak-Nya. Bila saatnya hari Tuhan tiba, maka hari itu akan menjadi sebuah hari pengharapan bagi umat yang menantikan-Nya dengan segala persiapan yang telah dilakukan dalam iman dan kasih. Harapan akan sesuatu yang baik, di mana Allah telah menentukan bahwa orang-orang percaya mengalami keselamatan dan bukan terkena murka, dan oleh karena itu orang percaya harus tetap menjaga diri dari keinginan dan nafsu dunia yang bersifat sementara.

Jemaat Tuhan,
tidak dapat dipungkiri bahwa zaman akan terus beradaptasi seiring berjalannya waktu. Dan orang percaya juga akan dituntut masuk dalam realitas dunia. Dunia akan menawarkan kepada kita segala kesukaan dunia, tapi yang pasti kesukaan dunia pasti bertolak belakang dengan kesukaan Tuhan. Maka selaku orang Kristen, rasul Paulus mengajak kita untuk membuat komitmen hidup yang tetap berjaga dan bangun. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, melainkan beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus. Maka dari itu, betapa pentingnya bagi kita untuk tetap bersiap-sedia bagi kedatangan Yesus dan masa penghakiman yang sedang berlangsung. Sesuatu yang pasti adalah, “segala sesuatu yang dihadapi tanpa suatu persiapan, maka kita akan kewalahan dalam menghadapinya.” Amin.

5. Mandoding Haleluya No. 145:1
Ringgas hita rup, manogu ganup, na pag manendel na hengkeng hobal,
bai Hatani Tuhan, na sangap tongtong rosuh-Ni ma bahen i dunia on.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

Updated: 9 Februari 2022 — 15:48