Semangat Marsiurupan di Masa Pandemi Covid-19

PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi banyak sektor kehidupan, yang paling utama dirasakan adalah sektor kesehatan dan ekonomi. Akan tetapi hal itu tidak mengurangi semangat marsiurupan (saling membantu) di GKPS.

Inilah yang disampaikan oleh Kepala Departemen Persekutuan Pdt. Robert J. Saragih mewakili Pimpinan Sinode GKPS dalam sambutannya saat menyerahkan panggalangon (persembahan) se-GKPS tahun 2021, untuk pembangunan dua Gereja tahun kepada GKPS Gaol Resort Haranggaol, di Balai Harungguan, Kantor Pusat GKPS, Jl. Pdt. J. Wismar Saragih, Pematangsiantar, pada Kamis (17/2) siang.

“Program panggalangon pembangunan dua gereja di GKPS merupakan program yang rutin dijadwalkan oleh Pimpinan Sinode GKPS. Pada tahun 2021 program ini tetap berjalan. Walaupun di tengah pandemi, tidak lantas membuat semangat marsiurupan di GKPS melemah”, ucap Pdt. Robert.

Ia pun berpesan agar semangat yang dimiliki oleh jemaat Gaol saat ini tidak hanya pada saat pembangunan namun terus berkelanjutan.

“Semangat membangun rumah ibadah harus diikuti juga dengan semangat memiliki. Maka menjaga dan merawat gedung gereja harus terus terpelihara”, pesan Pdt. Robert.

Bantuan persembahan pembangunan dua kuria ini diterima oleh jemaat GKPS Gaol yang diwakili Pimpinan Harian Majelis Jemaat, dan didampingi Pdt. Resort Haranggaol Pdt. Erwin Ar. Saragih, Anggota Pengurus Resort S St. Erbinzone Purba serta Praeses Distrik 3 Pdt. Jansudiaman Sinaga.

Pdt. Erwin Ar. Saragih ketika dihubungi melalui telepon pada Jumat siang (18/2), menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan Sinode yang mengusulkan GKPS Gaol sebagai penerima program panggalangon dan telah disetujui Majelis Sinode. Apalagi mengingat sudah 32 tahun jemaat Gaol diresmikan, selama itu pula mereka beribadah di gedung gereja yang kondisinya memprihatinkan.

“GKPS Gaol diresmikan 9 Mei 1989, dan sejak diresmikan jemaat beribadah dalam kondisi bangunan yang masih beralaskan tanah serta berdindingkan papan, yang sebagian besar sudah tidak layak guna”, terangnya.

Ditambahkan Pdt. Erwin, pada tahun 2019 ia mengajak jemaat untuk bergotong royong membuat delapan bangku gereja dan mensemen lantai gereja.

“Dari sisi bangunan, GKPS Gaol memiliki luas tanah 12 x 35 M2, sedangkan ukuran bangunan gereja, 6 x 10 M2. Bangunan gereja hingga saat ini masih dari kayu dan itupun sudah banyak yang terbelah dua atau tidak layak, lantainya juga masih tanah. Bahkan hingga saat ini, GKPS Gaol belum dilengkapi dengan sarana penunjang ibadah seperti: sound system, keyboard dan microphone. Mimbar pun hanya satu dan itu pun tidak layak pakai. Maka pada tahun tahun 2019 saya mengajak jemaat bergotong royong untuk membuat delapan bangku gereja dan mengubah lantai tanah menjadi semen”, ungkapnya.

Sebelum komunikasi melalui telepon diakhiri, Pdt. Erwin Ar. Saragih memberikan informasi lebih lanjut terkait GKPS Gaol.

GKPS Gaol terdiri dari 18 KK dengan rincian 14 tangga dear, 4 tangga etek, dan 6 orang pemuda, serta 14 orang anak sekolah minggu. Mereka hidup dari sektor pertanian, dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam bawang dan mangga.

GKPS Gaol secara geografis berada paling ujung dari seluruh jemaat di Resort Haranggaol. Dibutuhkan waktu kurang lebih 40 menit jika menggunakan transpor kapal yang menggunakan mesin 45 PK (mesin tempel), 60 menit jika menggunakan mesin di bawah 15 PK. Adapun daerah yang dilewati untuk tiba di dusun Gaol, desa Nagori Purba dari Haranggaol ialah, Tuktuk Sipalu, Nagori, Tuktuk Silopak, Tuktuk Narunggang, Sihalpe, Sitiris-tiris, Binangara, Hadungan dan tibalah di Gaol.

Dari google maps, jarak Haranggaol ke Gaol ialah 11.5 km. Walaupun demikian, jalan yang harus dilewati tidaklah semulus daerah perkotaan, banyak batu lepas, terjal dan curam. Itulah alasan, mengapa masyarakat dusun Sihalpe, dusun Binangara dan dusun Gaol lebih memilih jalur air daripada jalur darat.

 

Pewarta : Pdt. Bima Gustav Saragih

Updated: 19 Februari 2022 — 17:42