IBADAH HARIAN KELUARGA GKPS: Rabu, 2 Maret 2022

1. Mandoding Haleluya No. 307:1
Bani na martonggo ahu, hu Bamu o Tuhankin.
Ajar Ham ma au manjalo ganup na binereMu.
Mangakuhon songon Jesus bani sitarononNiin.
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuhmu Tuhan.

2. Tonggo

3. Ayat Harian: Parambilan 3:14
“Hubotoh do, haganup na binahen ni Naibata, totap do ai ronsi sadokahni dokahni, seng dong be sitambahan hujai, seng dong be sioruan. Ibahen Naibata pe sonai, ase mabiar jolma in i lobeiNi.”

“Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.”

4. Renungan
Tegas dan konsisten. Itulah dua sifat dari karya Allah yang bisa kita dapatkan melalui ayat harian hari ini. “Segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya,” adalah sebuah kekonsistenan. Tidak mudah untuk hidup konsisten, karena membutuhkan perjuangan untuk menjaganya. Konsisten terhadap janji, konsisten terhadap target, konsisten terhadap kerja, adalah hal-hal yang harus dijaga dan diperjuangkan. Allah sendiri tetap konsisten dengan apa yang telah Ia lakukan di tengah-tengah dunia. Konsisten itu sendiri diartikan sebagai: tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek.

Berikutnya dikatakan, “itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi;” Ini adalah sebuah ketegasan. Serupa dengan menjaga kekonsistenan, hidup tegas juga tidak gampang. Ada banyak situasi dan kondisi di luar dugaan yang memengaruhi ketegasan seseorang. Tegas itu sendiri diartikan sebagai: jelas dan terang benar; nyata; tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar). Betul sekali, segala karya Allah adalah tentu dan pasti. Semua yang Allah lakukan adalah sempurna. Ini yang membuat Allah bertindak tegas atas segala sesuatu yang dilakukanNya.

Lalu, untuk apa Allah menunjukkan kekonsitenan dan ketegasanNya? Jawabannya: supaya manusia takut akan Dia. Jika kita bayangkan, saat kita berjumpa dan berkenalan dengan seseorang yang konsisten, maka bukan tidak mungkin kita akan takut kepadanya. Jika kita berjanji untuk bertemu pukul 10:00 dengannya, kita takut kalau kita datang terlambat, karena kita tahu kita sedang berjanji dengan orang yang konsisten. Atau, jika kita seorang mahasiswa yang diserahi tugas oleh seorang dosen yang tegas untuk mengerjakannya selama satu Minggu, maka kita akan takut meminta perpanjangan waktu dengan alasan apapun, karena kita teringat dengan ketegasannya. Begitu jugalah makna kata “takut” yang dimaksudkan oleh ayat harian kita pada hari ini. Allah tidak membiarkan dirinya “dipermainkan” dengan semua tingkah laku kita. Ia hanya mau mengajarkan kepada kita tentang pentingnya konsistensi dan ketegasan. Jika kita disiplin untuk meniru dan melakukan sifat Allah yang konsisten dan tegas itu dalam hidup kita, semakin mudahlah bagi GKPS untuk mewujudkan visinya “Menjadi Gereja Pembawa Berkat dan Kepedulian.” Amin.

5. Mandoding Haleluya No. 249:1
Seng tadingkononku Ham, ale Jesus Sipagoluh.
Sai irikkononku Ham, sadokahni au manggoluh.
Ham do hagoluhankin, seng tadingkononku in.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Departemen Persekutuan GKPS

sumber gambar: https://unjkita.com/wp-content/uploads/2016/07/KONSISTEN.jpg

Updated: 2 Maret 2022 — 03:17